Sabtu, 24 Februari 2018

Heboh Ransomware WannaCry, Rudiantara: Tak Ada Serangan Susulan  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 16 Mei 2017 12:53 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Heboh Ransomware WannaCry, Rudiantara: Tak Ada Serangan Susulan  

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ditemui sehabis mensalati jenazah mantan Ketua KPI Sasa Djuarsa Sendjaja di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, 4 Februari 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan tak ada serangan siber susulan dari para peretas yang menggunakan ransomware WannaCry. Program jahat ini membuat geger lantaran berhasil mengunci atau mengenkripsi file milik institusi penting di berbagai negara sepanjang akhir pekan lalu.

    "Saya rasa tidak ada, ya, karena ini kan dipantau oleh dunia," ujarnya saat ditemui di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, kemarin. Meski tak menjelaskan secara rinci, Rudiantara mengaku sedang mempelajari cara mengantisipasi WannaCry, yang dijalankan dari jarak jauh.

    Baca: Heboh Peretasan Massal di 99 Negara, Pakai Program Punya NSA?

    "Saya sendiri pakai dokumen dari The Federal Bureau of Investigation (FBI) pada 13 Mei 2017, baru kemarin kan. Sebab, FBI mengeluarkan semacam analisis secara teknis bagaimana menyelesaikannya," katanya. Infeksi WannaCry, menurut Rudiantara, melebihi jenis ransomware pada umumnya.

    Untuk mencegahnya, kata Rudiantara, cukup satu rumus, yaitu putuskan hubungan Internet sementara. Cabut kabel, matikan Wi-Fi dan local access network (LAN), kemudian segera back up data. Langkah itu mencegah hilangnya data saat komputer terjangkit WannaCry. "Permasalahannya, yang terkena itu belum punya back up, repot. Solusinya belum ada sampai sekarang," ucapnya.

    Baca: Ransomware WannaCry, Microsoft: Amerika Kecolongan

    Rudiantara mengaku bergerak cepat mengabarkan langkah antisipasi saat isu WannaCry sudah terdengar di ranah global. Dia mengontak langsung sejumlah menteri Kabinet Kerja yang memegang sektor penting, seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Energi dam Sumber Daya Mineral Ignasiun Jonan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    "Saya langsung sampaikan ke Kabinet lewat grup (WhatsApp) untuk disampaikan ke bawahan masing-masing," tuturnya. Langkah tersebut diapresiasi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. "Intinya, kita sudah melakukan langkah optimal untuk mengurangi dampak WannaCry di Indonesia," ujar Wiranto di depan kantornya, kemarin.

    Baca: Selain WannaCry, 5 Virus Ini Sempat Bikin Geger Dunia

    YOHANES PASKALIS

    Video Terkait:
    Ancaman Ransomware WannaCry, Pelayanan E-KTP di Brebes Lumpuh



     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.