Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Peneliti Amati Perubahan Hujan di Mars yang Mirip di Bumi

image-gnews
Bagian dari permukaan Mars menunjukkan banyak saluran dengan lebar 1-10 meter pada lereng curam di cekungan Hellas, Mars, foto ini diambil 14 Januari 2011 dan dirilis oleh NASA 9 Maret 2011. Ilmuwan menemukan bukti bahwa air asin dapat mengalir di permukaan Mars selama musim panas planet. REUTERS/NASA/JPL-Caltech/Univ. of Arizona
Bagian dari permukaan Mars menunjukkan banyak saluran dengan lebar 1-10 meter pada lereng curam di cekungan Hellas, Mars, foto ini diambil 14 Januari 2011 dan dirilis oleh NASA 9 Maret 2011. Ilmuwan menemukan bukti bahwa air asin dapat mengalir di permukaan Mars selama musim panas planet. REUTERS/NASA/JPL-Caltech/Univ. of Arizona
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras di planet Mars berdampak pada kawah dan pola aliran sungai di permukannya sejak miliaran tahun lalu, menurut studi di jurnal Icarus.

Peneliti dari Smithsonian Institution dan John Hopkins University Applied Physics Laboratory menunjukan perubahan di atmosfer Mars membuat hujan semakin deras dan berdampak mirip dengan apa yang ada di permukaan bumi.

Mars memiliki tampak geologi seperti bumi dan bulan, seperti kawah dan lembah, kebanyakan terbentuk karena hujan. Meski pun ada bukti keberadaan air di Mars, kini hujan tidak lagi turun di sana.

Dr. Robert Craddock dan Dr. Ralph Lorenz menunjukkan hujan di masa lampau cukup deras untuk mengubah permukaan planet keempat dari Matahari itu. Untuk membuktikannya, mereka memakai metode yang diuji coba di Bumi untuk mengukur dampak kerusakan hujan di permukaan Bumi terhadap agrikultur dan ekonomi.

"Banyak orang yang menganalisis hujan di Bumi, tapi tidak ada yang menagplikasikannya ke fisika untuk memahami atmosfer Mars di masa lalu," kata Dr. Craddock dari Smithsonian Institution.

Saat Mars terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu, ia memiliki lebih banyak unsur di atmosfer dengan tekanan yang lebih tinggi dari sekarang, termasuk ukuran hujan dan seberapa deras hujan turun.

Tetesan hujan saat Mars baru terbentuk diyakini sangat kecil, mirip seperti embun sehingga tidak mungkin meninggalkan jejak di planet itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penurunan tekanan di atmoser selama berjuta tahun menyebabkan tetesan air membesar dan hujan menjadi cukup berat untuk mengiris tanah dan membentuk kawah dan lembah.

"Dengan menggunakan prinsip dasar fisika untuk memahami hubungan atmosfer, ukuran tetes hujan dan intensitas hujan, kami memahami Mars mungkin menghadapi tetesan hujan yang besar sehingga dapat mengubah permukaan," kata Dr. Lorenz dari John Hopkins University, yang juga mempelajari cairan metana hujan di Titan, satelit Saturnus.

Tekanan atmosfer di Mars, pada masa awal, sekitar 4 bar (Bumi saat ini 1 bar) dan tetes air pada tekanan itu tidak lebih besar dari 3 milimeter, tidak mampu menekan tanah.

Tetapi, saat tekanan atmosfer turun menjadi 1,5 bar, tetes air menjadi lebih besar dan keras sehingga dapat meninggalkan jejak di tanah. Dalam kondisi Mars saat itu, tetes air mencapat 7,3 milimeter, satu milimeter lebih besar dari bumi saat ini.

ANTARA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BRIN dan Indian Space Research Organisation Sepakat Berkolaborasi Bidang Luar Angkasa

31 hari lalu

Logo Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diluncurkan pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-26 pada Selasa 10 Agustus 2021. ANTARA/HO-Humas BRIN/am. (ANTARA/HO-Humas BRIN)
BRIN dan Indian Space Research Organisation Sepakat Berkolaborasi Bidang Luar Angkasa

ISRO dan BRIN sepakat untuk berkolaborasi dalam sejumlah sektor, di antaranya Pemeliharaan dan Pemanfaatan Telemetri.


Dituduh AS, Rusia Bantah Kembangkan Senjata Nuklir di Luar Angkasa

16 Februari 2024

Pesawat luar angkasa Soyuz MS-24 yang membawa awak yang terdiri dari astronot NASA Loral O'Hara, kosmonaut Roscosmos Oleg Kononenko, dan Nikolai Chub meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dari landasan peluncuran di Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan 15 September 2023. REUTERS /Maxim Shemetov
Dituduh AS, Rusia Bantah Kembangkan Senjata Nuklir di Luar Angkasa

Kremlin menolak tudingan Amerika Serikat (AS) bahwa Rusia sedang mengembangkan kemampuan senjata nuklir di luar angkasa.


Oxfam: Israel Bunuh 250 Warga Palestina di Gaza Setiap Hari Sejak 7 Oktober

12 Januari 2024

Anak laki-laki Palestina mengikat tabung gas di kursi roda ketika orang-orang mengantre untuk isi ulang tabung gas mereka untuk memasak di tengah kekurangan, saat konflik antara Israel dan Hamas berlanjut, di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 11 Januari 2024. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
Oxfam: Israel Bunuh 250 Warga Palestina di Gaza Setiap Hari Sejak 7 Oktober

Pembunuhan warga sipil Palestina oleh Israel di Gaza berada pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, kata Oxfam


Setelah Roket Vulcan Berhasil Debut, Bagaimana Masalah Pendarat di Bulan?

9 Januari 2024

Roket Vulcan Roket Murah Meriah
Setelah Roket Vulcan Berhasil Debut, Bagaimana Masalah Pendarat di Bulan?

Masalah pendarat di bulan mengancam misi setelah roket Vulcan berhasil melakukan debut.


Apa Itu Badai Matahari yang Dikabarkan Bakal Hantam Bumi di akhir 2023

22 Desember 2023

Badai matahari dikabarkan akan menghantam bumi pada akhir tahun 2023? Kenali apa itu badai matahari di artikel ini. Foto: Canva
Apa Itu Badai Matahari yang Dikabarkan Bakal Hantam Bumi di akhir 2023

Badai matahari dikabarkan akan menghantam bumi pada akhir tahun 2023? Kenali apa itu badai matahari di artikel ini.


Pesawat Luar Angkasa Militer AS X-37B Meluncur, Perkiraan Kembali Juni 2026

12 Desember 2023

Pesawat Luar Angkasa Angkatan Udara Amerika Serikat [www.rferl.org]
Pesawat Luar Angkasa Militer AS X-37B Meluncur, Perkiraan Kembali Juni 2026

Pesawat luar angkasa militer Amerika Serikat (AS) X-37B lepas landas dari Florida untuk misi rahasia mereka pada Senin 11 Desember 2023 waktu setempat.


5 Negara Kirim Serangga dan Mamalia ke Luar Angkasa, ini Ragam Penelitiannya

12 November 2023

Gambar konsep pesawat luar angkasa robot Cina yang dapat digunakan kembali di orbit. (Kredit: Shenlong Space Technologies)
5 Negara Kirim Serangga dan Mamalia ke Luar Angkasa, ini Ragam Penelitiannya

Sejumlah negara mengirim serangga dan mamalia ke luar angkasa untuk diteliti demi ilmu pengetahuan


5 Jenis Hewan yang Diterbangkan ke Luar Angkasa, dari Serangga hingga Mamalia

12 November 2023

Ilustrasi klub Playboy di luar angkasa. msn.com
5 Jenis Hewan yang Diterbangkan ke Luar Angkasa, dari Serangga hingga Mamalia

Dari anjing, monyet hingga lalat buah, sejumlah hewan ini dikirim ke luar angkasa untuk percobaan


Kisah Tragis Laika, Anjing Pertama yang Diterbangkan ke Luar Angkasa

9 November 2023

Pesawat antariksa Soyuz MS-22 Rusia terlihat setelah lepas landas dari Stasiun Luar Angkasa Internasional dengan Bumi biru cerah di latar belakang pada 28 Maret 2023. Soyuz mengalami kebocoran cairan pendingin pada Desember 2022 dan kembali ke Bumi tanpa awak. (Kredit gambar: NASA TV)
Kisah Tragis Laika, Anjing Pertama yang Diterbangkan ke Luar Angkasa

Sebelum mati mengenaskan di luar angkasa, Laika diberi kesempatan pulang dan bermain bersama anaknya. Itu momen terakhirnya sebagai anjing rumahan.


Ambisi Putin Eksplorasi Ruang Angkasa, Punya Stasiun Orbit di 2027

27 Oktober 2023

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara pada upacara pembukaan Forum Sabuk dan Jalan (BRF), untuk memperingati 10 tahun Inisiatif Sabuk dan Jalan di Aula Besar Rakyat di Beijing, 18 Oktober 2023. REUTERS/Edgar Su/ Berkas Foto
Ambisi Putin Eksplorasi Ruang Angkasa, Punya Stasiun Orbit di 2027

Putin menargetkan memiliki stasiun luar angkasa Rusia pada tahun 2027.