Top 5 Berita Tekno Hari Ini: Hujan di Mars dan Skenario Kiamat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti menemukan bakteri hidup di gurun pasir minim air yang mirip Planet Mars. dailymail.co.uk

    Peneliti menemukan bakteri hidup di gurun pasir minim air yang mirip Planet Mars. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 5 berita hari ini dimulai dengan kabar tentang hujan di Mars dan pertanda kiamat. Hujan deras di Mars pada masa lalu ternyata membuat planet merah itu mirip dengan bumi. Tim ilmuwan dari Smithsonian Institution dan John Hopkins University di Maryland, Amerika Serikat, menunjukkan perubahan atmosfer Mars tersebut dalam jurnal Icarus edisi terbaru.

    Sementara itu, ada informasi soal banjir melanda bank benih Svalbard Global Seed Vault, tempat sampel benih tumbuhan dari seluruh dunia yang ada di Nowergia. Kabar ini dianggap sebagai pertanda kiamat bagi para ilmuwan. Benih memang tidak rusak, tapi air yang membanjiri pintu lemari besi juga mencairkan lapisan es permafrost yang ada di dekatnya.

    Juga, ada kabar tentang sop buntut dan tongseng kambing yang lezat nan menggugah selera. Namun, bagi penderita darah tinggi, itu jelas makanan "haram". Meski begitu, entah kenapa tubuh selalu menuntut untuk memakannya. Menurut ilmuwan dalam The FASEB Journal edisi April 2017, dorongan melahap makanan tertentu, atau dalam bahasa sehari-hari disebut "doyan", itu karena gen yang ada di dalam otak kita.

    Hingga berita ini diturunkan, tiga topik tersebut dan dua berita lainnya tentang skenario kiamat versi ilmuwan dan kloningan Nokia 3310 paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Tekno. Berikut selengkapnya lima berita terpopuler hari ini yang bisa Anda baca di kanal Tekno Tempo.co:

    1. Hujan Deras di Mars, Bikin Planet Merah Itu Mirip Bumi?


    Kawah Mars. (California Technology)

    Hujan deras di Mars pada masa lalu ternyata membuat planet merah itu mirip dengan bumi. Hujan tersebut berdampak pada kawah dan pola aliran sungai di permukaannya sejak miliaran tahun lalu. Tim ilmuwan dari Smithsonian Institution dan John Hopkins University di Maryland, Amerika Serikat, menunjukkan perubahan atmosfer Mars tersebut dalam jurnal Icarus edisi terbaru.

    Mars, tulis ilmuwan dalam jurnal tersebut, memiliki rupa geologis seperti bumi dan bulan. Di antaranya, yaitu kawah dan lembah. Itu semua terbentuk karena hujan di masa purba. Namun, meski ada bukti keberadaan air di Mars, hujan sudah tak lagi turun.

    Untuk membuktikan keberadaan hujan purba tersebut, tim yang dipimpin Robert Craddock dan Ralp Lorenz itu memakai metode dampak kerusakan hujan di permukaan bumi. "Kami mengaplikasikannya ke ilmu fisika untuk memahami atmosfer di Mars masa lalu," tulis tim dalam jurnal. Ralp Lorenz, ilmuwan senior John Hopkins, juga pernah mempelajari cairan metana hujan di Titan, satelit Saturnus.

    Mars memiliki umur yang sama dengan bumi: 4,5 miliar tahun. Sejak awal pembentukan, planet ini memiliki lebih banyak unsur di atmosfernya ketimbang sekarang, termasuk ukuran hujan dan intensitas hujan turun.

    Baca selengkapnya

    2. Banjir Landa Bank Benih Svalbard, Pertanda Kiamat?


    Bank benih Svalbard. (Croptrust.org)

    Banjir melanda bank benih Svalbard Global Seed Vault, tempat sampel benih tumbuhan dari seluruh dunia yang ada di Nowergia, merupakan pertanda kiamat bagi para ilmuwan. Benih memang tidak rusak, tapi air yang membanjiri pintu lemari besi juga mencairkan lapisan es permafrost yang ada di dekatnya.

    Permafrost adalah lapisan es yang tetap membeku di bawah tanah. Tempat menjebak mikroba.

    Bagi ilmuwan, Svalbard Global Seed Vault merupakan "bahtera Nuh" benih tumbuhan. Ini adalah kesempatan terakhir bagi dunia untuk tetap bertahan jika hal yang buruk terjadi dan menghancurkan pasokan makanan. Apabila benih hancur, sama saja kiamat bagi seluruh pasokan makanan di muka bumi.

    Svalrbard Global Seed Vault dibangun di lereng bukit di Pulau Svalbard, Norwegia, pada 2008. Bangunan ini dibuat untuk tempat menyimpan paket benih kering dan beku dari seluruh dunia selama ratusan tahun.

    Baca selengkapnya

    3. Anda Suka Sop Buntut dan Tongseng? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Sop buntut dan tongseng kambing yang lezat sungguh menggugah selera. Apalagi kalau dihidangkan saat masih panas dengan sambal plus kerupuk. Siapa pun akan berkeringat dibuatnya.

    Namun tunggu dulu. Bagi penderita darah tinggi, itu jelas makanan "haram". Meski begitu, entah kenapa tubuh selalu menuntut untuk memakannya. Meski sudah dilarang, yang namanya doyan tetap saja larangan itu dilabrak.

    Nah, bila Anda mengalami hal seperti itu, jangan heran. Menurut ilmuwan dalam The FASEB Journal edisi April 2017, dorongan melahap makanan tertentu, atau dalam bahasa sehari-hari disebut "doyan", itu karena gen yang ada di dalam otak kita.

    Artikel berjudul "Behavior Related Genes, Dietary Preferences and Anthropometric Traits" ini menjadi studi yang pertama mengungkap bagaimana gen di otak mempengaruhi asupan dan preferensi makanan pada sekelompok orang sehat.

    Baca selengkapnya

    4. 5 Skenario Kiamat Versi Ilmuwan

    Banyak skenario kiamat yang diterangkan oleh para ilmuwan. Mulai dari pemanasan global hingga rekayasa virus.

    Baru-baru ini saja, banjir melanda bank benih Svalbard Global Seed Vault, tempat sampel benih tumbuhan dari seluruh dunia yang ada di Nowergia. Benih memang tidak rusak, tapi air yang membanjiri pintu lemari besi juga mencairkan lapisan es permafrost yang ada di dekatnya.

    Permafrost adalah lapisan es yang tetap membeku di bawah tanah. Tempat menjebak mikroba. Bagi ilmuwan, Svalbard Global Seed Vault merupakan "bahtera Nuh" benih tumbuhan. Ini adalah kesempatan terakhir bagi dunia untuk tetap bertahan jika hal yang buruk terjadi dan menghancurkan pasokan makanan. Apabila benih hancur, sama saja kiamat bagi seluruh pasokan makanan di muka bumi.

    Baca selengkapnya

    5. Sekilas Mirip, Inilah Produk Kloningan Nokia 3310

    Di India, kloningan Nokia 3310 tersebar luas, namanya Darago 3310. Belum ada kabar resmi siapa produsen yang memproduksi telepon seluler yang sekilas sangat mirip dengan ponsel legenda andalan Nokia itu. Nokia 3310 kembali dirilis ke pasaran dalam bentuk yang baru pada Mobile World Congress 2017 yang digelar di Barcelona, Spanyol, Februari lalu.

    Kalau diperhatikan secara saksama, Anda bakal tahu di mana letak perbedaannya. Pertama, yang paling kentara adalah layarnya. Nokia 3310 reinkarnasi memiliki layar berukuran 2,4 inci. Sedangkan Darago 3310, seperti dilansir laman berita Phone Arena, hanya 1,77 inci dan memiliki kualitas warna yang jauh di bawah sang legenda.

    Soal lainnya, jangan ditanya. Darago 3310 hanya mengandalkan kapasitas memori internal 1 megabita. Kamera utamanya hanya 0,3 megapiksel. Kedua fitur itu jelas jauh berbeda dengan Nokia 3310 yang punya resolusi kamera sebesar 2 megapiksel dan memori 16 megabita.

    Baca selengkapnya

    Selain hujan di Mars, pertanda kiamat, dan tiga berita lainnya, Anda bisa membaca berita hari ini dari kanal Tekno lainnya di Tempo.co.

    AMRI MAHBUB


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H