Asal-usul Manusia dari Afrika Mulai Diragukan, Ini Sebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fragmen fosil manusia purba tengkorak Homo erectus tipe arkaik temuan Setu Wiryorejo disimpan di brankas Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Fragmen fosil manusia purba tengkorak Homo erectus tipe arkaik temuan Setu Wiryorejo disimpan di brankas Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Jakarta - Fosil dari Yunani dan Bulgaria berupa makhluk mirip kera yang hidup 7,2 juta tahun lalu, dapat menimbulkan keraguan mengenai asal-usul manusia yang selama ini diyakini evolusi dari Afrika.

    Makhluk yang dikenal sebagai Graecopithecus Freybergi ini diketahui hanya dari tulang rahang bawah dan gigi yang terpisah, bisa jadi merupakan garus keturunan manusia tertua yang pernah ada, evolusi terpisah dari garis menuju simpanse, menurut para ilmuwan.

    Reuters melaporkan tulang rahang bawah itu, yang termasuk gigi, ditemukan di Athena pada 1944. Gigi depan ditemukan di Bulgaria pada 2009.

    Para ilmuwan memeriksa dengan teknik terbaru, termasuk pindai CT dan menentukan usia dengan melihat endapan batuan di sekitar tempat fosil ditemukan.

    Mereka menemukan perkembangan akar gigi ciri khas manusia tidak terlihat pada simpanse dan nenek moyangnya.

    Oleh karena itu, Graecopithecus ditempatkan dalam garis keturunan manusia, yang dikenal sebagai hominin.

    Hingga saat ini, hominin tertua yang diketahui adalah Sahelanthropus, hidup 6-7 juta tahun lalu di Chad.

    Selama ini, hominin diyakini berasal dari Afrika. Melihat fosil Graecopithecus yang berasal dari Balkan, bagian Timur Mediterania mungkin juga menjadi tempat manusia, menurut para ilmuwan.

    Temuan ini menimbulkan pertanyaan bahwa spesies Homo sapien, pertama kali muncul di Afrika sekitar 200 ribu tahun lalu lalu bermigrasi ke belahan dunia lain, kata para ilmuwan.

    "Spesies kita berevolusi di Afrika. Garis keturunan kita mungkin tidak," kata paleoantropolog Madelaine Bohme dari Universitas Tubingen, Jerman.

    Temuan itu "mungkin mengubah drastis pemahaman asal usul manusia" kata Bohme.

    Homo sapien adalah garis terakhir evolusi panjang hominin yang dimulai dari spesies mirip kera, diikuti oleh spesies lain yang memiliki ciri mirip manusia.

    Paleoantropolog dari Universitas Toronto, David Begun, mengatakan kemungkinan perpisahan evolusi terjadi di luar Afrika  bukan tidak sesuai dengan temuan spesies hominin.

    "Kita tahu banyak mamalia Afrika aslinya berasal dari Eurasia lalu tersebar ke Afrika di saat Graecopithecus hidup. Kenapa Graecopithecus tidak bisa?" kata Begun.

    Spesies Graecopithecus ini masih misteri karena fosilnya sangat jarang. 

    Spesies itu diperkirakan berukuran sebesar simpanse betina dan tinggal di lingkungan kering campuran hutan dengan padang rumput, mirip sabana Afrika, bersama kijang, jerapah, badak, gajah, hyena dan babi hutan.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H