Top 5 Tekno Hari Ini: Asal-usul Manusia dan Samsung Diretas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dr Jo Appleby, dosen bioarkeologi di Universitas Leicester menunjukkan foto kerangka Raja Richard III, di London, 4 Februari 2013. Kerangka ini ditemukan dengan posisi tulang belakang yang melengkung. ANDREW COWIE/AFP/Getty Images

    Dr Jo Appleby, dosen bioarkeologi di Universitas Leicester menunjukkan foto kerangka Raja Richard III, di London, 4 Februari 2013. Kerangka ini ditemukan dengan posisi tulang belakang yang melengkung. ANDREW COWIE/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 5 berita hari ini dimulai dengan kabar tentang asal-usul manusia dan kabar peretasan Samsung. Fosil dari Yunani dan Bulgaria berupa makhluk mirip kera yang hidup 7,2 juta tahun lalu, dapat menimbulkan keraguan mengenai asal-usul manusia yang selama ini diyakini evolusi dari Afrika.

    Makhluk yang dikenal sebagai Graecopithecus Freybergi ini bisa jadi merupakan garis keturunan manusia tertua yang pernah ada.

    Sementara itu, fosil bayi hominin, nenek moyang manusia, yang untuk pertama kalinya dipamerkan. Studi yang dipublikasikan di jurnal Proceeding of National Academy of Sciences mengungkapkan bahwa Australopithecus afarensis, nenek moyang manusia yang hidup 3 juta tahun lalu, memiliki tulang pinggang dan toraks seperti manusia.

    Tetapi, hominin muda berusa 2,5 tahun yang diberi nama Selam, dalam bahasa Amharic berarti "damai", memiliki susunan yang berbeda untuk bagian punggung atas dan bawah, salah satunya mungkin membantu untuk berjalan dengan dua kaki.

    Juga, ada kabar Museum Mesir yang tersohor ke seluruh penjuru dunia memamerkan 160 ribu artefak di sepanjang lorong dan ruang pamer gedung dari abad 19 setinggi dua lantai di Tahrir Square, Kairo. Artefak-artefak tersebut berasal dari berbagai era peradaban Mesir, mulai dari era prasejarah hingga zaman Yunani-Romawi.

    Tiga topik tersebut tentang asal-usul manusia dan kabar peretasan Samsung paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Tekno. Berikut selengkapnya lima berita terpopuler hari ini yang bisa Anda baca di kanal Tekno Tempo.co:

    1. Asal-usul Manusia dari Afrika Mulai Diragukan, Ini Sebabnya

    Fosil dari Yunani dan Bulgaria berupa makhluk mirip kera yang hidup 7,2 juta tahun lalu, dapat menimbulkan keraguan mengenai asal-usul manusia yang selama ini diyakini evolusi dari Afrika.

    Makhluk yang dikenal sebagai Graecopithecus Freybergi ini diketahui hanya dari tulang rahang bawah dan gigi yang terpisah, bisa jadi merupakan garus keturunan manusia tertua yang pernah ada, evolusi terpisah dari garis menuju simpanse, menurut para ilmuwan.

    Reuters melaporkan tulang rahang bawah itu, yang termasuk gigi, ditemukan di Athena pada 1944. Gigi depan ditemukan di Bulgaria pada 2009. Para ilmuwan memeriksa dengan teknik terbaru, termasuk pindai CT dan menentukan usia dengan melihat endapan batuan di sekitar tempat fosil ditemukan.

    Baca selengkapnya

    2. Fosil Bayi Hominin Pertama Kalinya Dipamerkan untuk Publik

    Fosil bayi hominin, nenek moyang manusia, untuk pertama kalinya dipamerkan dan terlihat sedikit mirip manusia. Studi yang dipublikasikan di jurnal Proceeding of National Academy of Sciences, mengungkapkan bahwa Australopithecus afarensis, nenek moyang manusia yang hidup 3 juta tahun lalu, memiliki tulang pinggang dan toraks seperti manusia.

    Tetapi, hominin muda berusa 2,5 tahun yang diberi nama Selam, dalam bahasa Amharic berarti "damai", memiliki susunan yang berbeda untuk bagian punggung atas dan bawah, salah satunya mungkin membantu untuk berjalan dengan dua kaki. "Kami belum pernah tahu apakah nenek moyang kita punya pola tulang belakang yang sama dan jumlah yang sama," kata penulis studi Carol Ward, antropolog bilogi dari Unversitas Missouri, kepada Live Science.

    Baca selengkapnya

    3. Museum Mesir akan Pamerkan 160 Ribu Artefak Kuno Koleksi Mereka

    Museum Mesir yang tersohor ke seluruh penjuru dunia memamerkan 160 ribu artefak di sepanjang lorong dan ruang pamer gedung dari abad 19 setinggi dua lantai di Tahrir Square, Kairo. "Artefak-artefak tersebut berasal dari berbagai era peradaban Mesir, mulai dari era prasejarah hingga zaman Yunani-Romawi," kata Manajer Umum museum Sabah Abdel Razik Saddik, dilansir dari AFP.

    Artefak paling terkenal yang dipamerkan adalah topeng pemakaman emas Raja Tutankhamun, penguasa dinasti ke-18 Mesir kuno, serta artefak lainnya yang ada di makam sang raja, yang dipamerkan di lantai atas museum. Karya lain yang dipamerkan antara lain patung bangsawan yang memerintahkan pembangunan piramida Giza, termasuk satu-satunya patung Raja Khufu.

    Baca selengkapnya

    4. Samsung Selidiki Bocornya Sistem Keamanan Pemindai Mata

    Samsung Electronics sedang menyelidiki klaim dari grup peretas Jerman, Chaos Computer Club, yang menyatakan telah mengelabui sistem pengenalan iris Galaxy S8. Peluncuran Galaxy S8 merupakan langkah penting bagi Samsung setelah penarikan Galaxy Note 7 yang mudah terbakar tahun lalu, yang mencederai reputasi perusahaan.

    Namun sebuah video yang diunggah oleh Chaos Computer Club (CCC), sebuah grup peretasan Jerman yang dibangun tahun 1981, menunjukkan bahwa Galaxy S8 dapat dibuka menggunakan foto cetak yang diberi lensa kontak untuk meniru lengkungan bola mata.

    Sebuah foto beresolusi tinggi dari Internet sudah cukup untuk menangkap sebuah iris," kata juru bicara CCC Dirk Engling, menambahkan "Ironisnya, kami mendapat hasil terbaik dengan cetakan laser bikinan Samsung."

    Baca selengkapnya

    5. Asal-usul Nenek Moyang Manusia Kembali Picu Perdebatan Ilmuwan

    Asal-usul manusia kembali menuai perdebatan antara ilmuwan. Baru-baru ini terungkap fosil yang umurnya jauh lebih tua dengan yang pernah ditemukan di Afrika.

    Fosil berupa tulang rahang bawah dan gigi yang terpisah yang ditemukan di Yunani dan Bulgaria itu berasal dari makhluk mirip kera yang hidup 7,2 juta tahun lalu. Namanya, Graecopithecus freybergi. Umur fosil hominin ini mengalahkan rekor hominin tertua yang pernah ada, Sahelanthropus, yang hidup sekitar 6-7 juta tahun lalu di Chad, Afrika Tengah.

    Paleoantropolog dari Universitas Toronto yang juga anggota studi, David Begun, mengatakan kemungkinan perpisahan evolusi terjadi di luar Afrika sesuai dengan fitur fosil hominin. "Kita tahu banyak mamalia Afrika aslinya berasal dari Eurasia lalu tersebar ke Afrika saat G. freybergi hidup. Kenapa G. freybergi tidak bisa?" kata Begun, seperti dikutip dari laman berita Reuters.

    Baca selengkapnya

    Selain kabar asal-usul manusia dan peretasan Samsung di atas, Anda bisa membaca berita hari ini dari kanal Tekno lainnya di Tempo.co.

    AMRI MAHBUB


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H