Kisah Davis Cripe, Siswa SMA yang Tewas Karena Kebanyakan Kafein

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kafein. TEMPO

    Ilustrasi Kafein. TEMPO

    TEMPO.CO, Columbia - Davis Cripe, siswa di Spring Hill High School di Chapin, tewas diduga karena dampak kebanyakan kafein, pada akhir April lalu. Siang itu, Davis Cripe memesan secangkir cafe latte di McDonald di dekat sekolahnya. Lalu remaja 16 tahun itu menikmati minuman kemasan Diet Mountain Dew ukuran besar dan beberapa jenis minuman energi. Semuanya mengandung kafein.

    Dua jam kemudian Davis ambruk di ruang kelas di Spring Hill High School di Chapin, dekat Columbia, Amerika Serikat. Kejadian pada akhir April itu begitu cepat. Pukul 3.40 sore itu juga dia dinyatakan meninggal. Setelah diselidiki hampir sebulan oleh Richland County Coroner Office di South Carolina, kantor yang bertanggung jawab menyelidiki kematian yang tak wajar, diperoleh kesimpulan mengejutkan.

    Baca: Anda Suka Sop Buntut dan Tongseng? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    "Remaja ini terlalu banyak mengonsumsi kafein dalam dua jam sehingga menyebabkan arrhythmia (irama jantung yang tidak normal)," kata pejabat County Coroner Gary Watts dalam konferensi pers, Senin pekan lalu. Selama arrhythmia, jantung mungkin tidak dapat memompa cukup darah ke tubuh, dan kekurangan aliran darah mempengaruhi otak, jantung, dan organ lainnya.

    Temuan penguji medis dan ahli racun forensik menunjukkan asupan kafein yang masuk ke tubuh remaja itu melebihi batas aman. Kafein yang tadinya membuatnya merasa awas itu berubah menjadi racun mematikan.

    Karena itu, American Academy of Pediatrics menyarankan remaja 12–18 tahun seharusnya tidak mengonsumsi lebih dari 100 miligram kafein per hari. "Kafein lebih banyak dapat meningkatkan tekanan darah pada remaja," kata Wakil Departemen Nutrisi Universitas California Sheri Zidenberg-Cherr.

    Baca: Suku di Amerika Selatan ini Punya Jantung Paling Sehat di Dunia

    Lalu berapa banyak kafein yang diminum Cripe? Satu kemasan minuman Diet Mountain Dew volume 12 ons (340 gram) mengandung 54 miligram kafein. Adapun McDonald tidak melaporkan jumlah kandungan kafein di kopi yang diminumnya.

    Masalahnya, sebuah riset pada 2014 menemukan sekitar 73 persen anak-anak mengkonsumi beberapa jenis kafein setiap hari. Padahal, minuman jenis ini tidak dibuat untuk anak-anak.

    Batas aman kafein untuk anak-anak berbeda dengan untuk orang dewasa. Menurut US Food and Drug Administration, batas aman untuk orang dewasa adalah 400 miligram kafein per hari atau setara dengan empat sampai lima cangkir kopi.

    Namun ancaman "racun kafein" itu menjadi serius karena, seperti yang dilansir laman berita Popular Science, konsumen kerap beralih ke sumber kafein yang lebih padat. Konsumen tak memahami kandungan kafein dalam satu zat.

    Baca: Anjing Mencerminkan Kepribadian Pemiliknya

    Petugas di South Carolina yang memeriksa jenazah Davis menyatakan bukan jumlah kafein yang dikonsumsi yang mungkin membunuhnya, melainkan jarak waktu mengkonsumsi minuman itu. Remaja malang itu meminum sejumlah produk yang mengandung kafein dalam waktu kurang dari dua jam.

    Autopsi Davis menunjukkan jantungnya sehat. Dia tidak memiliki penyakit yang dapat dipicu oleh asupan kafein. Juga tidak ada obat lain atau alkohol yang ditemukan dalam sistem tubuh remaja ini. "Ini bukan overdosis. Kami kehilangan Davis dari zat yang benar-benar legal," kata Watts.

    Kini tak sedikit produk minuman kemasan yang mengandung banyak kafein. Di Amerika, Redline Xtreme adalah minuman energi yang menjanjikan untuk "improve reaction time" and "increase reaction time" ke konsumen.

    Minuman ini dijual di toko makanan sehat dengan janji menggoda kalori nol dan berisi 316 miligram kafein dalam botol 8 ons. Ini berarti setiap ons Redline Xtreme mengandung kafein hampir 2,5 kali lipat dibanding kafein yang terkandung dalam satu ons kopi Starbucks.

    Baca: Berkemah Bisa Membuat Tidur Lebih Baik

    Nyawa yang melayang tak bisa dikembalikan. Ayah Davis, Sean Cripe, yang masih berduka, mengajak orang tua mengawasi anak-anaknya lebih ketat. "Dia mati bukan karena saat belajar menyetir mobil, tapi setelah mengonsumsi minuman energi. Orang tua, tolong bicarakan dengan anak-anak Anda tentang bahaya minuman ini," kata dia.

    Ini bukan kasus kematian pertama. Tiga tahun lalu, remaja 18 tahun bernama Logan Stiner dari LaGrange Ohio dan James Wade Sweat, 24 tahun, dari Georgia juga tewas karena kafein. Sweatt diduga mencampur kafein dengan air sebagai alternatif "lebih sehat" untuk diet soda, tapi dia salah hitung dosis. Satu sendok kafein setara dengan kafein yang terkandung dalam 16–25 cangkir kopi.

    Baca: Mana Lebih Cerdas, Kucing atau Anjing? Ini Jawaban Peneliti

    Pada 2014, ada lebih dari 5.000 kasus orang terkena sakit karena minuman energi, berdasarkan riset pusat pengawas racun Amerika Serikat pada 2010–2013. Separuh dari kasus ini diidap oleh anak-anak yang tidak menyadari kandungan zat yang mereka minum. Jadi, berhati-hatilah pada dosis kafein yang Anda minum kalau tak mau tewas karena kebanyakan kafein.

    CNN | POPSCI | NBCNEWS | AHMAD NURHASIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.