Senin, 23 Juli 2018

Tips Teknologi: Back Up Data untuk Hindari Serangan Hacker

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi back up data. popsci.com

    Ilustrasi back up data. popsci.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih segar di ingatan kita serangan hacker yang menggunakan ransomware WannaCry beberapa waktu lalu dan untuk menghindarinya kita butuh back up data. Data korban akan disandera sebelum kita memberikan sejumlah tebusan. Para hacker pun tak segan-segan untuk mencuri data-data penting dari berbagai perusahaan menggunakan ransomware atau malware lainnya.

    Anda tak mau itu terjadi? Back up data menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi hal tersebut. Tenang, tips menyimpan data digital secara aman ini mungkin bisa membantu Anda mencegah serangan hacker yang kerap menyandera atau mencuri, bahkan menghapus data kita.

    Baca: Empat Langkah Hindarkan Ponsel dari Ancaman Spyware

    Back up adalah versi salinan dari data asli. Jika sesuatu hal terjadi pada data, jadi kita tidak pusing memikirkannya karena punya data cadangan. Berikut beberapa pilihan back up data seperti dikutip dari laman berita Popular Science:

    1. Memakai Opsi yang Ditawarkan Windows dan Mac OS


    Tampilan fitur OneDrive dalam sistem operasi Windows. (Popular Science)

    Produsen sistem operasi seperti Microsoft dan Apple pun telah mengajarkan kita pentingnya back up data. Versi terbaru dari Windows dan MacOS hadir dengan program built-in yang dapat membuat data cadangan ke hard drive eksternal.

    Baca: 3 Kesalahan Utama dalam Membuat Password Akun Internet

    Di mesin Windows ada fitur namanya File Histoy. Untuk menemukannya, buka Setting, pilih Update & Security, lalu klik Backup. Sebelumnya pasang dulu hard drive eksternal Anda, barulah pilih file mana saja yang akan anda salin.

    Di MacOS ada fitur Time Machine yang ada di System Preferences. Yang Anda butuhkan hanya hard drive eksternal. Sistem secara otomatis membuat back up per jam, harian, dan mingguan sesuai kebutuhan. Prosesnya juga cukup cepat.


    Tampilan fitur Time Machine pada MacOS. (Popular Science)

    Baik File History maupun Time Machine memang butuh hard drive eksternal. Namun, Anda juga bisa menggunakan komputasi awan (cloud) yang telah disediakan keduanya sejak satu dekade terakhir.

    Baca: Norton by Symantec: Ransomware Kian Berbahaya

    Microsoft memiliki OneDrive yang sudah pasti Anda dapatkan gratis aplikasinya saat membeli Windows 10. Untuk permulaan Windows memberikan kapasitas sebesar lima gigabita secara cuma-cuma saat Anda membuat akun OneDrive. Untuk menambah kapasitas, Anda harus berlangganan mulai dari US$ 1,99 atau sekitar Rp 26 ribu per bulannya untuk kapasitas 50 gigabita. Lebih besar kapasitas tentunya butuh biaya lebih besar pula.

    Untuk Apple ada iCloud. Sama seperti OneDrive, Anda akan mendapatkan lima gigabita gratis saat mendaftarkan akun untuk pertama kali. Kalau butuh kapasitas yang lebih besar, Anda harus berlangganan. Biayanya mulai dari US$ 0,99 per bulan untuk 50 gigabita, lebih murah ketimbang OneDrive. Untuk mensinkronisasi dengan komputer, buka iCloud dari System Preferences. Kemudian pilih file atau folder mana saja yang ingin disalin ke iCloud.


    Mendiang Steve Jobs sedang menjelaskan tentang iCloud. (AP Photo)

    Selanjutnya: Back Up Pihak Ketiga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.