Mahasiswa Unair Ciptakan Penghilang Bau Ketiak dari Lidah Buaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bau badan. shutterstock.com

    Ilustrasi bau badan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Surabaya – Suhu panas di negara tropis, seperti Indonesia dapat memicu masalah keringat berlebih dan bau badan. Dua persoalan ini tentu membuat siapa pun menjadi tak percaya diri.

    Berangkat dari hal itu, lima mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, terinspirasi menciptakan inovasi produk , yaitu “Coolpack Suket” (cooling pack sehat untuk ketiak). “Produk kami dapat mengatasi keringat berlebihan, bau badan, dan mencegah noda kuning pada ketiak baju,” ujar ketua tim penelitian, Noor Annisa Mones, melalui rilis, Kamis, 8 Juni 2017.

    Simak: 5 Inovasi Canggih Bikinan Mahasiswa Unair

    Mones, sapaan akrabnya, mengatakan membuat inovasi tersebut bersama empat kawannya, yakni Nurullia Tanjung, Anita Probo, Ade Prima, dan Fayruz Aquila. Mereka membuat produk berupa aloe-deopads, yang terdiri atas pads (pelapis) dan gel yang mengandung lidah buaya atau aloe vera L.

    Menurut Mones, lidah buaya mengandung senyawa antrakuinon yang dapat menangkal bakteri sekaligus mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. “Lidah biaya berupa gel ini juga memiliki kandungan air yang tinggi dan bersifat dingin, sehingga dapat mengatasi keringat berlebih,” katanya.

    Untuk mengaplikasikan produk ini adalah dengan menempelkan pads di bagian ketiak. Kemudian, oleskan gel lidah buaya pada pads sesuai pemakaian. Aloe-deopads diklaim aman karena gel aloe vera L merupakan bahan alami dan memiliki sejumlah manfaat.

    Karena itu, pengguna tak perlu ragu menggunakannya berkali-kali. Sebab, pads dapat menjadi alternatif lain dari deodorant dalam menghilangkan bau badan. “Pads berisi lidah biaya itu memperkecil tumbuhnya bakteri penyebab bau badan,” ucapnya.

    Demi menguatkan hasil temuannya itu, Mones bersama timnya, melakukan survei pasar. Respondennya adalah mahasiswa dan masyarakat. Sebagian besar responden mengaku penasaran karena belum menemukan produk serupa di pasaran. “Sebanyak 69 responden merasa penasaran dengan produk kami dan berharap produk ini segera direalisasikan,” ujarnya.

    Tak lupa, Mones dan timnya, mengemas hasil inovasinya dengan desain yang unik, sehingga diharapkan mampu menarik minat calon pembeli melalui media sosial. Produknya itu dibanderol seharga Rp 25.000 untuk dua pasang aloe-deopads. “Dijamin memberikan sensasi dingin pada ketiak sehingga tak perlu lagi malu karena keringat berlebih,” katanya.

    Keberhasilan inovasi tersebut didanai Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) pada 2016.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.