Stephen Hawking: Keputusan Trump Bisa Mengubah Bumi Jadi Venus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stephen Hawking, di kota New York, 2016. Hawking dikenal sebagai penemu teori Big Bang dan Black Hole, dari bukunya The Biref History of Time. Getty Images/Bryan Bedder

    Stephen Hawking, di kota New York, 2016. Hawking dikenal sebagai penemu teori Big Bang dan Black Hole, dari bukunya The Biref History of Time. Getty Images/Bryan Bedder

    TEMPO.CO, London - Fisikawan paling terkenal di dunia, Stephen Hawking, mengatakan bahwa keputusan Presiden Trump untuk menarik diri dari kesepakatan perubahan iklim Paris dapat membawa umat manusia ke titik kritis. “Mengubah Bumi menjadi Venus,” katanya.

    Baca: Kiamat Manusia, Stephen Hawking akan Bangun Koloni di Bulan

    Profesor Cambridge dan pakar kosmologi terkenal itu membuat keterangan tersebut dalam sebuah wawancara dengan BBC yang disiarkan Minggu, 2 Juli 2017.

    “Kita mendekati titik kritis di mana pemanasan global menjadi tidak dapat diubah,” kata Hawking kepada BBC. “Tindakan Trump dapat mendorong Bumi ke tepi jurang, menjadi seperti Venus dengan suhu 250 derajat dan hujan asam sulfat,” lanjutnya.

    Hawking yang dikenal karena penemuannya tentang lubang hitam menyebut perubahan iklim sebagai salah satu bahaya besar yang kita hadapi dan hal itu dapat dicegah apabila manusia bertindak sekarang.

    “Dengan menyangkal perubahan iklim dan menarik diri dari Kesepakatan Perubahan Iklim Paris, Donald Trump akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang tak terhindarkan ke planet kita yang indah ini, mengancam alam, untuk kita dan anak-anak kita,” tutur Hawking kepada BBC.

    Baca: Ilmuwan Vatikan Tanggapi Sikap Ateisme Stepheng Hawking

    Ini bukan pertama kalinya Stephen Hawking mengaburkan garis antara ilmu pengetahuan dan politik dalam pernyataan-pernyataan publiknya. Sebagai contoh, pada Desember, ia menulis dalam sebuah editorial di surat kabar The Guardian bahwa Brexit dan pemilihan Donald Trump adalah “sebuah seruan kemarahan” yang ditujukan kepada para elite, seperti dirinya, baik di Amerika maupun Inggris. Ia mengatakan bahwa kita berada pada momen paling berbahaya dalam perkembangan umat manusia.

    NPR | NUR QOLBI | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.