Revolusi Kamera Terkini: Super Mini, Setipis Kertas, Tanpa Lensa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kamera nirlensa setipis kertas, berbentuk persegi dengan ukuran 1 x 1,2 milimeter. (dailymail.co.uk)

    Kamera nirlensa setipis kertas, berbentuk persegi dengan ukuran 1 x 1,2 milimeter. (dailymail.co.uk)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamera nirlensa berukuran kecil dan setipis kertas bisa merubah praktik fotografi konvensional, menurut riset terbaru dari California Institute of Technology (Caltech). Kamera ini —berbentuk persegi dengan ukuran 1 sampai 1.2 milimeter— bisa ditempel dimana saja, termasuk di jam tangan atau kacamata.

    “Seluruh punggung dari telepon genggam Anda bisa menjadi kamera,” kata Ali Hajimiri, professor dari Caltech yang menggagas penelitian ini.

    Ali menambahkan, lewat acara berjudul Optical Society's (OSA) Conference on Lasers and Electro-Optics pada Maret silam, bahwa kamera ini juga berpotensi diluncurkan ke luar angkasa di dalam paket-paket kecil. Kemudian kamera akan ditebar di luar angkasa, membiarkannya menangkap gambar dari luar angkasa dengan resolusi yang tidak pernah ditemukan sebelumnya.

    Resolusi bisa diperkuat tanpa batas, kata Hajimiri. “Bisa sampai gigapixels kalau Anda mau,” lanjutnya.

    Perangkat yang ditemukan memiliki bentuk seperti lembaran dengan barisan 64 reseptor cahaya. Setiap reseptor akan dikontrol dengan program komputer. Dalam hitungan kurang dari satu detik, reseptor-reseptor cahaya tersebut bisa dimanipulasi untuk menciptakan gambar sebuah objek di bagian kanan, kiri dan tengah bingkai.

    Dikenal sebagai “celah sintetis,” pengguna tidak harus menggeser lensa, seperti halnya kamera konvensional, untuk mendapat sisi yang dikehendaki.

    Kamera nirlensa ini bisa menjadi alternatif atau bahkan solusi dari keterbatasan-keterbatasan fotografi konvensional: menangkap gambar dalam jenis cahaya apapun, termasuk infrared, dalam hitungan detik; mengambil gambar tajam secara cepat (seperti dalam pertandingan olahraga) tanpa lensa; memperbaiki warna dan ketajaman gambar.

    Untuk tahap selanjutnya, tim peneliti hendak memperbesar dan menambah reseptor cahaya ke dalam perangkat kamera tersebut. Dengan teknologi ini, menurut Hajimiri, “Anda bisa membuat kamera yang sangat kuat dan besar.”

    LIVE SCIENCE | STANLEY WIDIANTO | NS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.