Investasi Rp 248 T, Samsung Targetkan Dominasi Pasar Chip Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Samsung. AP/Ahn Young-joon

    Samsung. AP/Ahn Young-joon

    TEMPO.CO, Seoul - Samsung saat ini pemimpin global dalam pembuatan suku cadang untuk ponsel dan perangkat lainnya. Namun, persahaan asal Korea Selatan ini memiliki rencana besar lainnya.

    Baca: Samsung Akan Kuncurkan Investasi Rp 24,9 Triliun di Amerika  

    Perusahaan asal Korea Selatan ini Selasa, 4 Juli 20178, mengumumkan akan menginvestasikan US$ 18,6 miliar (setara dengan Rp 248 triliun) pada produksi chip memori, SoC (system on chip), dan layar OLED (organic light-emitting diode) untuk menjawab pertumbuhan permintaan berbagai perangkat tersebut.

    Menurut Reuters, sebagaimana dikutip GSMArena, para produsen memori  akan mencatat rekor keuntungan pada 2017 karena tingginya permintaan. Samsung berencana untuk merespons permintaan itu dengan berinvestasi KRW 14.4 triliun (Rp 166 triliun) ke pabrik NAND baru.

    Jalur produksi baru untuk semikonduktor juga mulai direncanakan. Ini akan menelan biaya tambahan KRW 6 triliun (sekitar Rp 69 triliun).

    Untuk kuartal pertama 2017, Samsung menyumbang 40,4 persen dari semua chip memori yang ada. Beberapa analis mengatakan mungkin akan ada sedikit kelebihan pasokan di tahun 2018. Namun, hal ini tampaknya tidak menghentikan perusahaan Korea Selatan tersebut untuk melakukan ekspansi.

    Baca: Samsung Tingkatkan Produksi Smartphone dan Lemari Es di India

    Divisi lain dari Samsung Electronics juga mulai berkembang. Samsung Display akan menginvestasikan KRW 1 triliun (setara Rp 11 triliun) untuk memenuhi kebutuhan pasar atas layar OLED. Apple menjadi salah satu pembeli terbesar di tahun 2017 dengan memesan setidaknya 70 juta panel untuk iPhone 8 yang akan segera diluncurkan.

    GSM ARENA | MEIDIKA SRI WARDIANA | EZ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.