Logitech Akuisisi Pembuat Peralatan Game Astro Rp 1,1 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logitech akuisisi pembuat peralatan game Astro Gaming. Kredit: Astro Gaming

    Logitech akuisisi pembuat peralatan game Astro Gaming. Kredit: Astro Gaming

    TEMPO.CO, San Francisco - Logitech memperluas bisnisnya di area game yang saat ini tumbuh dengan cepat melalui akuisisi Astro Gaming. Astro adalah perusahaan lebih muda yang dikenal dengan perangkat headset berkualitas tinggi. Harga akuisisi itu US$ 85 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun.

    Baca: Logitech Raih 15 Penghargaan Good Design 2016

    Ini adalah langkah strategis untuk mendapatkan lompatan awal di pasar konsol. Logitech sebelumnya mengabaikan pasar ini dan mereka lebih fokus pada konsol PC.

    Astro diketahui sebagai perusahaan yang bagus dan sangat menghargai desain yang baik. Hal ini menjadi daya tarik bagi Logitech. Kedua perusahaan sendiri saling memuji dalam pernyataan mereka.

    Ujesh Desai, wakil presiden dan general manager Logitech G, dalam tulisan di blog Logitech Selasa 11 Juli 2017 mengatakan tim Logitech G mencintai game. “Kami telah bekerja tanpa lelah untuk menyediakan peralatan game yang membuat permainan lebih menyenangkan dan memberi Anda alat yang Anda butuhkan untuk bersaing agar menang.”

    “Saya senang untuk berbagi bahwa kami telah menemukan kecintaan yang sama terhadap desain gaming di anggota tim terbaru kami: bergabung dengan tim gaming Logitech G adalah ASTRO Gaming. Sejarah headset Astro untuk konsol game dengan sempurna melengkapi keahlian game PC Logitech G yang terkenal,” tambahnya.

    “Dan kami tahu Anda menyukai (atau akan mencintai) Astro seperti yang kami lakukan. Jadi merek Astro, dan produk-produk mereka yang mengagumkan tidak akan ke mana-mana.”

    Baca: Logitech Raih 9 Penghargaan Red Dot Awards 2016 

    Dari pernyataan itu sangat jelas bahwa PC gaming akan menjadi domain seri Logitech G, sementara konsol akan mendapatkan penanganan Astro .

    TECHCRUNCH | LOGITECH | ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.