Game Mobile RPG Nexon LEGO Quest & Collect Hadir di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Game Mobile RPG Nexon LEGO Quest & Collect Hadir di Indonesia. Kredit: Nexon

    Game Mobile RPG Nexon LEGO Quest & Collect Hadir di Indonesia. Kredit: Nexon

    TEMPO.CO, Jakarta - Game mobile Role-Playing Game (RPG) LEGO Quest & Collect yang dikembangkan oleh Nexon Corp. telah diluncurkan secara resmi di Korea Selatan dan kawasan Asia pekan ini.

    Baca: Star Wars Battlefront 2, Game E3 Paling Banyak Dilihat di YouTube

    LEGO Quest & Collect adalah game RPG keluaran terbaru dari Nexon, bekerja sama dengan TT Games dan The LEGO Group. Game ini fokus pada tema-tema dari permainan LEGO yang sudah mendunia.

    “Untuk pertama kalinya di layar smartphone dan tablet, para pemain dapat membangun minifigure dan memainkan beragam produk LEGO, seperti LEGO CITY, LEGO MINIFIGURES, LEGO NINJAGO, LEGO CASTLE, LEGO PIRATES dan masih banyak lagi, secara bersamaan, tulis Nexon dalam keterangannya akhir pekan ini.

    Dengan menggunakan Unreal Engine 4, pemain dapat membuat Brick World, yaitu sebuah dunia yang berisikan kepingan LEGO, yang pastinya akan diminati oleh seluruh penggemar LEGO.

    Game ini menyajikan petualangan penjelajahan penuh aksi yang terdiri dari beberapa level, di mana pemain utama dapat bekerja sama untuk menyelamatkan Brick World dari ancaman kejahatan Mad Creator, yang berusaha menaklukkannya dengan cara mencuri Master Brick.

    Baca: Nintendo Switch Segera Kedatangan Game Super Mario Odyssey

    LEGO Quest & Collect telah diluncurkan di Korea dan 14 negara Asia lainnya, di antaranya Hong Kong, Macau, Taiwan, Indonesia, Thailand, Vietnam and Malaysia (tidak termasuk Cina dan Jepang). Game yang tersedia dalam lima bahasa ini dapat diunduh di Google Play Store dan Apple App Store.

    ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.