Berita Teknologi: Plug and Play Kebut Ekosistem Startup Indonesia

Reporter

Plug and Play (PNP), akselarator startup Indonesia, bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Rabu

TEMPO.CO, Jakarta - Berita teknologi dalam negeri hari ini salah satunya datang dari akselarator startup Plug and Play Indonesia. Akselarator startup asal Indonesia ini kian gencar melaksanakan program mereka dalam mengembangkan ekosistem startup di Indonesia.

Lembaga akselarator ini menemui dua kepala lembaga pemerintahan untuk membahas ekosistem tersebut, awal pekan ini. Keduanya, yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Baca: Berita Teknologi Unik: Robot Bermain Musik Jazz

"Ini adalah bentuk komitmen sekaligus tanggungjawab PNP setelah diberi kepercayaan Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan ekosistem startup," ujar Presiden Direktur PNP, Wesley Harjono Indonesia, dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Rabu, 26 Juli 2017.

Plug and Play adalah akselarator startup global yang memiliki misi untuk memdorong perkembangan startup yang bergerak dibidang teknologi. Berkantor pusat di Silicon Valley, PNP memiliki jaringan yang luas termasuk lebih dari 200 korporasi, investor, universitas, dan partner di berbagai bidang seperti, retail, fin-tech, Internet of things, media, dan cloud.

Berdiri pada 1998 dengan nama Amidzad Partners. Kini, Plug and Play telah berinvestasi di lebih dari 350 startup teknologi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Baca: Berita Teknologi: Alphabet Rilis Google Glass Enterprise Edition

Wesley menjelaskan, pertemuan dengan Triawan membahas pencapaian 11 startup yang masuk ke dalam program akselarator batch pertama. Adapun 11 startup tersebut, yaitu Astronaut, Bandboo, Bustiket, Brankas, DANAdidik, Otospector, KYCK, Karta, Sayurbox, Toucan, dan Wonderlabs.

Sejak masuk ke dalam program akselerator PNP pada Mei lalu, startup-startup ini telah diberikan berbagai hal. Mulai dari workshop, 1-on-1 mentoring program, seed funding, dan banyak hal lainnya.

Baca: Berita Teknologi: Inilah Alasan Kita Sulit Lepas dari Smartphone

Selain itu, Wesley mengatakan, startup-startup ini juga berhasil menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan besar yang merupakan mitra korporasi dari PNP Indonesia. Bahkan, beberapa startup sudah berada dalam tahap awal penjalinan kerjasama.

Saat ini, PNP Indonesia yang digandeng oleh Gan Konsulindo, perusahaan investment lokal di Indonesia, telah memiliki empat mitra korporat. Di antaranya, yaitu Astra International, BNI, BTN, dan Sinarmas.

"Perusahaan besar sudah memiliki koneksi yang besar, namun cenderung kaku dalam hal inovasi. Di sisi lain, startup dikenal dengan inovasinya di bidang teknologi, namun mereka belum memiliki koneksi yang cukup. Dengan program ini, startup dan korporasi dapat saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing," tutur Wesley.

Baca: Berita Teknologi Terbaru: Serangan Hacker Pakai Ransomware Petya

Adapun pertemuan dengan Menteri Budi untuk membahas kerja sama di bidang transportasi. "Masyarakat membutuhkan sistem baru yang membantu proses jadi lebih efisien," kata Budi.

Direktur Akselarator PNP Indonesia, Nayoko Wicaksono, optimistis dengan pengembangan startup yang mereka bina. "Kami yakin 11 startup lulusan batch pertama bisa berkontribusi besar dalam ekonomi digital Indonesia," ujarnya.

Baca: Berita Teknologi Hari Ini: Ketika Ponsel Bagikan Data Pribadi

Simak berita teknologi dan startup lainnya hanya di kanal Tekno Tempo.co.

AMRI MAHBUB






Lagi-lagi Startup PHK Karyawan, Ini Penjelasan Bos Pahamify

6 Juni 2022

Lagi-lagi Startup PHK Karyawan, Ini Penjelasan Bos Pahamify

Pahamify, startup edutech, mengkonfirmasi kabar terkait dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah karyawannya.


Mengenal 5 Pemuda Indonesia Pendiri Startup Ternama

10 September 2021

Mengenal 5 Pemuda Indonesia Pendiri Startup Ternama

Meski bukan pekerjaan mudah, beberapa anak muda Indonesia sukses mendirikan perushaan startup mereka dan mengembangkannya hingga menjadi besar.


Google Bikin Program Startup School Gratis untuk Founder Startup Asia Pasifik

3 Februari 2021

Google Bikin Program Startup School Gratis untuk Founder Startup Asia Pasifik

Sesi interaktif Google Startup School akan mencakup berbagai topik, dari pemasaran digital, pengetahuan produk, hingga strategi bisnis.


Cerita Wishnutama Selepas Jadi Menteri, Jajaki Startup Media Digital

27 Januari 2021

Cerita Wishnutama Selepas Jadi Menteri, Jajaki Startup Media Digital

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, menceritakan kesibukannya setelah dicopot sebagai pembantu presiden.


Meghan Markle Investasi ke Startup yang Menjual Susu Oat

15 Desember 2020

Meghan Markle Investasi ke Startup yang Menjual Susu Oat

Mantan Duchess of Sussex, Meghan Markle berinvestasi di startup Clevr Brands. Perusahaan tersebut menjual latte susu oat instan empat rasa.


Trending Bisnis: Jam Tangan Rolex Edhy Prabowo Hingga Haus! Dapat Pendanaan 30 M

3 Desember 2020

Trending Bisnis: Jam Tangan Rolex Edhy Prabowo Hingga Haus! Dapat Pendanaan 30 M

Berita terpopuler bisnis sepanjang 2 Desember 2020, dimulai dari cerita soal Edhy Prabowo dan istrinya dua kali mendatangi toko jam Rolex di Hawaii.


2 Perempuan Indonesia Ikut Program Immersion: Women Founders Google

26 November 2020

2 Perempuan Indonesia Ikut Program Immersion: Women Founders Google

Immersion: Women Founders merupakan program pelatihan untuk membekali para perempuan dengan alat dan keterampilan untuk mengembangkan startup mereka.


Inilah Pemenang Hyundai Startup Challenge 2020

16 November 2020

Inilah Pemenang Hyundai Startup Challenge 2020

Hyundai Startup Challenge 2020 di Indonesia telah dimulai sejak awal tahun ini dan berhasil mengumpulkan ratusan pendaftar.


Ratusan Startup Lokal di Yogyakarta Jadi Perhatian InnoXJogja 2020

8 November 2020

Ratusan Startup Lokal di Yogyakarta Jadi Perhatian InnoXJogja 2020

Festival teknologi dan inovasi bertajuk InnoXJogja 2020 segera digelar di Yogyakarta pada 17-20 November 2020 ini.


Omnibus Law, Karpet Merah Tenaga Kerja Asing dari Pasal-pasal yang Rontok

8 Oktober 2020

Omnibus Law, Karpet Merah Tenaga Kerja Asing dari Pasal-pasal yang Rontok

Semangat mereka tetap berapi-api, menuntut pembatalan Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.