Selasa, 23 Oktober 2018

Hujan Meteor Perseid Akan Terjadi pada 12 Agustus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meteor melintasi langit di atas Gunung Smetovi selama hujan meteor Perseid di Kraljevine, Bosnia and Herzegovina, 13 Agustus 2015. Setiap tahunnya hujan meteor Perseid mencapai puncaknya pada tanggal 12-13 Agustus di Eropa. REUTERS/Dado Ruvic

    Meteor melintasi langit di atas Gunung Smetovi selama hujan meteor Perseid di Kraljevine, Bosnia and Herzegovina, 13 Agustus 2015. Setiap tahunnya hujan meteor Perseid mencapai puncaknya pada tanggal 12-13 Agustus di Eropa. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Washington DC - Hujan meteor Perseid akan mencapai puncaknya pada 12 Agustus 2017, berada di antara Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari Total. Hal ini menjadi tanda bahwa langit bulan Agustus akan menyenangkan di malam (dan siang) hari.

    Hujan meteor Perseid adalah salah satu hujan meteor yang paling banyak ditonton dalam satu tahun ketika mencapai puncaknya pada Agustus. Hujan meteor ini dapat mencapai 80-100 meteor per jam dan dikenal memiliki bola-bola api yang cerah di langit.

    Tahun ini, karena Bulan lebih terang dan besar, hujan meteor yang terlihat hanya akan mencapai 40-50 meteor per jam, namun masih akan menjadi tontonan yang jelas di langit pada 11-12 Agustus dan 12-13 Agustus.

    Baca: MUI Berharap Tiap Agustus Ada Dzikir Kebangsaan di Istana

    “Puncak dari Perseid diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.00 EDT pada 12 Agustus tahun ini, berarti pada siang hari,” kata ahli asteroid NASA Bill Cooke. “Saya rasa akan ada beberapa tontonan bagus pada pukul 12.00, tetapi tetap akan ada pertunjukan yang layak di malam hari.”

    Intensitas hujan meteor ditentukan dari kepekatan arus pada tahun-tahun yang ada. Tahun lalu, hujan meteor hadir dalam bentuk ledakan sehingga jumlah meteor pun lebih banyak dari biasanya. Para peneliti memiliki komputer yang dapat memprediksi ledakan-ledakan Perseid sejak 1990.

    Walaupun Bulan dapat meredam proses hujan meteor, Perseid akan tetap menjadi pertunjukan yang menarik, menurut Cooke. “Kabar baiknya adalah Perseid kaya dengan bola-bola api, jika tidak terlihat, berarti Bulan benar-benar mengacaukannya.”

    Perseid muncul dari konstelasi Perseus dan paling baik dilihat dari Hemisphere bagian utara walaupun juga dapat dilihat dari pertengahan garis lintang selatan.

    Namun, Perseid dapat muncul di seluruh langit. Melihatnya dengan mata telanjang lebih baik daripada menggunakan teleskop atau teropong. Semakin banyak bagian langit yang dapat Anda lihat, semakin banyak juga meteor dan bola-bola api yang Anda lihat.

    SPACE | LIDWINA TANUHARDJO | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.