Top 5 Berita Tekno Hari Ini: Kelelawar Unik, Superkomputer Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelelawar kembar siam  ditemukan di bawah pohon mangga di tenggara Brazil  pada 2001. Kredit: Dr. Nadja L. Pinheiro/Livescience

    Kelelawar kembar siam ditemukan di bawah pohon mangga di tenggara Brazil pada 2001. Kredit: Dr. Nadja L. Pinheiro/Livescience

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 5 berita tekno hari ini antara lain diwarnai kabar tentang temuan kelelawar kembar siam langka di Brasil. Sebelum temuan itu, hanya dua pasangan kelelawar kembar siam lainnya yang telah dilaporkan dalam literatur ilmiah, satu pada tahun 1969 dan satu lagi di tahun 2015.

    Laporan lainnya adalah soal peluncuran Web Malware Isolation System ISLA. "ISLA, secara fisik memisahkan dan mengisolasi web browser dan semua kode, termasuk potensial web malware di dalam ISLA itu sendiri," kata Lugas M. Satrio, Presiden Direktur PT Blue Power Technology.


    Selain itu, ilmuwan asal Cina dilaporkan menguji superkomputer untuk membuat virtual antariksa terbesar yang pernah ada, akhir pekan lalu. Pengujian ini, menurut tim ilmuwan, merupakan pemanasan untuk komputer canggih yang mereka sebut Sunway Taihulight. Komputer ini menggunakan 10 juta core prosesor.

    Tiga topik di atas dan dua lainnya paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Tekno. Berikut selengkapnya lima berita hari ini yang terpopuler di kanal Tekno:

    1. Kelelawar Kembar Siam Ditemukan di Brasil

    Mayat kelelawar kembar siam langka yang ditemukan di Brasil telah memberi ilmuwan pemahaman lebih dekat terhadap sebuah fenomena yang hanya pernah tercatat dua kali sebelumnya.

    Ketika Marcelo Rodrigues Nogueira, seorang peneliti postdoctoral dalam biologi di State University of Northern Rio de Janeiro pertama kali melihat kelelawar kembar itu, ia merasa benar-benar heran.

    "Saya telah menangani banyak kelelawar dalam karir saya, beberapa dengan karakter morfologi sangat mengesankan dan kelelawar sangat khusus dalam hal ini, Tapi tak satu pun yang mengejutkan seperti kembar siam ini,” tulisnya dalam email ke LiveScience, Senin 31 Juli 2017.

    Baca selengkapnya

    2. Sistem Isolasi Malware Web ISLA Diluncurkan

    Fenomena serangan siber yang meningkat di seluruh dunia disebabkan karena banyaknya virus malware yang muncul setiap detiknya, sehingga pendekatan antivirus konvensional tidak lagi efektif untuk semua malware.

    PT Blue Power Technology bekerja sama dengan Cyberinc yang berpusat di Amerika Serikat hari ini meluncurkan ISLA, yang merupakan Web Malware Isolation System, di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Selasa 1 Agustus 2017.

    Baca selengkapnya

    3. Cina Bikin Superkomputer untuk Ungkap Misteri Antariksa

    Ilmuwan asal Cina menguji superkomputer untuk membuat virtual antariksa terbesar yang pernah ada, akhir pekan lalu. Pengujian ini, menurut tim ilmuwan, merupakan pemanasan untuk komputer canggih yang mereka sebut Sunway Taihulight. Komputer ini menggunakan 10 juta core prosesor.

    "Dari simulasi ini Anda bisa lihat bagaimana alam semesta lahir," kata Gao Liang, ilmuwan Kepala Grup Komputasi Kosmologi di Chinese Academy of Sciences, seperti dilansir laman berita South China Morning Post, Senin, 31 Juli 2017.

    Baca selengkapnya

    4. Kisah Resep Tulang Naga, Aksara Kuno Misterius, dan Sejarah Cina

    Siapa sangka tulang naga ternyata ada dan menjadi resep obat-obatan pada era Cina kuno. Tentunya, bukan tulang naga sebetulnya. Melainkan tempurung kura-kura raksasa.

    Seperti dilansir laman berita The New York Post, tempurung tersebut ditemukan pertama kali pada 1899 oleh Wang Yirong, peneliti aksara kuno Cina, yang saat itu terkena malaria. Tempurung kura-kura berumur 3.000 tahun yang disebut sebagai "resep tulang naga".  Sekadar informasi, di Cina, tempurung kura-kura dipercaya sebagai obat penambah stamina dan malaria.

    Baca selengkapnya

    5. NASA Cari Petugas Pelindung Bumi dari Alien, Gajinya Rp 2,5 M

    Badan Antariksa Amerika, NASA, sedang mencari petugas perlindungan Bumi dengan gaji hingga $ 187.000 (Rp 2,5 miliar) per tahun. Pekerjaan itu tercipta setelah penandatanganan Perjanjian Luar Angkasa 1967.

    Petugas itu akan memastikan bahwa manusia tidak mengotori planet, bulan, dan benda-benda lainnya di luar angkasa. Mereka juga harus membantu mencegah setiap mikroba asing menyebar ke Bumi.

    Baca selengkapnya

    Selain kabar tentang kelelawar kembar siam, ISLA, superkomputer Cina, serta dua topik lainnya di atas, Anda bisa membaca berita hari ini lainnya hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    ERWIN ZACHRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.