Kominfo Mendapat Akses Khusus dari Google, Pertama di Dunia

Reporter

Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Infomatika (Kemenkominfo) Semuel Abrijani Pangarepan pada Konferensi Pers hasil pertemuan dengan Google dan Twitter, Kemenkominfo, Jakarta Pusat (4/08) . TEMPO/Sasti Hapsari

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi yang pertama mendapatkan akses khusus untuk memantau dan menghalau konten negatif dari Google. Konten yang termasuk radikalisme, terorisme, pornografi, dan hoax.

Kepala Kebijakan Publik dan Government Affairs Google Asia Pasific, Ann Lavin, akses tersebut berwujud penerapan program dan sistem baru bernama penanda terpercaya (trusted flagger) dan menghapus konten resmi (legal remover). "Untuk saat ini baru Indonesia yang mendapatkan akses ini," ujar dia, dalam konferensi pers, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jumat, 4 Agustus 2017.

Lavin memastikan hal itu juga sebagai bentuk komitmen keseriusan Google bersama pemerintah Indonesia menghalau konten negatif.

Baca: Halau Konten Negatif, Google dan Kominfo Siapkan Program Ini

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan, trusted flagger akan melibatkan sumber daya panel dari pihak Google, Kementerian, dan sejumlah organisasi masyarakat (civil society organization), sepeti ICT Watch, Wahid Institude, dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

"Kami sudah melakukan training untuk trusted flagger dan diharapkan bisa efektif," kata Rudiantara. Menurut dia, konten-konten akan direview juga kesesuaiannya dengan peraturan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), juga budaya lokal Indonesia.

Proses penanganan konten negatif di platform Youtube, misalnya, masih melalui proses pelaporan via email. "Tidak semua konten yang direquest untuk take down bisa direspons secara cepat. Karena itu, ada outstanding, salah satu caranya adalah dengan trusted Flagger dan legal removal."

Baca: Tips Teknologi: Smartphone Android Hilang, Cari Saja Pakai Google

Rudiantara berharap masyarakat dapat mengerti dan memahami mekanisme ini dan lebih bijak dalam penggunaan layanan internet serta aplikasi juga media sosial.

Dia menuturkan pihak Google telah berkomitmen untuk mendukung tujuan tersebut dan melakukan prosesnya secara transparan. Dia juga ingin memastikan penggunaan layanan internet dan aplikasi di Indonesia tidak memiliki celah untuk disalahgunakan atau dipakai untuk kepentingan negatif.

Baca: Kini Bisa Jelajahi Stasiun Antariksa dengan Google Street View

Simak berita menarik lainnya dari Google dan Kominfo hanya di kanal Tekno Tempo.co.

GHOIDA RAHMAH






Jaksa Agung Buka Peluang Periksa Johnny Plate di Kasus BTS Bakti: Tunggu Waktunya

1 hari lalu

Jaksa Agung Buka Peluang Periksa Johnny Plate di Kasus BTS Bakti: Tunggu Waktunya

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin membuka peluang untuk memeriksa Menkominfo Johnny Gerard Plate di kasus dugaan korupsi BTS Bakti


Komisaris PT Solitech Media Sinergy Tersangka Baru Kasus Korupsi BTS Kominfo

1 hari lalu

Komisaris PT Solitech Media Sinergy Tersangka Baru Kasus Korupsi BTS Kominfo

Kejaksaan Agung menetapkan Komisaris PT Solitech Media Sinergy sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan BTS Kominfo.


Kasus Korupsi BTS Kominfo, Bos Huawei hingga Eselon I Kemenkeu Diperiksa Kejagung

2 hari lalu

Kasus Korupsi BTS Kominfo, Bos Huawei hingga Eselon I Kemenkeu Diperiksa Kejagung

Kejaksaan Agung memeriksa 6 orang saksi di kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G Kominfo


Kejagung Kembali Periksa Enam Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi BTS BAKTI

2 hari lalu

Kejagung Kembali Periksa Enam Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi BTS BAKTI

Kejaksaan Agung kembali periksa enam orang saksi dalam perkara dugaan korupsi BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Undangan Pernikahan Jahat, Gempa

5 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Undangan Pernikahan Jahat, Gempa

Top 3 Tekno Berita Kemarin, Jumat 3 Februari 2023, didominasi artikel cara menghadapi penipuan online modus Undangan Pernikahan.


5 Jurus dari Kominfo Hadapi Penipuan Online Modus Undangan Pernikahan

5 hari lalu

5 Jurus dari Kominfo Hadapi Penipuan Online Modus Undangan Pernikahan

Modus penipuan berbasis digital semakin gencar dilancarkan di dunia maya. Salah satunya dengan menyebarkan undangan pernikahan format file APK.


Kolaborasi dengan Kominfo, Pos Indonesia Tambah 37 Kantor Cabang Pembantu

6 hari lalu

Kolaborasi dengan Kominfo, Pos Indonesia Tambah 37 Kantor Cabang Pembantu

KemenKominfo bertindak sebagai supervisor, sedangkan PT Pos Indonesia yang mengimplementasikan pembangunan LPU.


Terkini Bisnis: Jokowi Berpesan ke Buwas Soal Mafia Beras, 300 Slot Beasiswa S2 dari Kominfo

7 hari lalu

Terkini Bisnis: Jokowi Berpesan ke Buwas Soal Mafia Beras, 300 Slot Beasiswa S2 dari Kominfo

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Rabu sore, 1 Februari 2023 dimulai Bos Bulog Budi Waseso alias Buwas menemui Jokowi.


Kominfo akan Kembangkan Kampus Politeknik Digital Nasional yang Ada di Yogyakarta

7 hari lalu

Kominfo akan Kembangkan Kampus Politeknik Digital Nasional yang Ada di Yogyakarta

Kominfo memiliki Sekolah Tinggi Multimedia di Yogyakarta yang akan dikembangkan menjadi Politeknik Digital Nasional.


Peningkatan Indeks Literasi Digital Melambat, Tahun 2022 Masih di Level 3,54

7 hari lalu

Peningkatan Indeks Literasi Digital Melambat, Tahun 2022 Masih di Level 3,54

Semuel Abrijadi Pengerapan mengatakan indeks literasi digital masyarakat Indonesia masih di level sedang.