Selasa, 25 September 2018

Game 'Where is My Water? 2' Dipakai untuk Memata-matai Anak-anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi game Where's My Water? 2. (Google Play Store)

    Aplikasi game Where's My Water? 2. (Google Play Store)

    TEMPO.CO, California -  Amanda Rushing, ibu dua anak yang tinggal di California, Amerika Serikat, menuntut perusahaan animasi Walt Disney atas tuduhan pelanggaran privasi anak-anak. Rushing menuding sebanyak 42 aplikasi yang dibuat pihak vendor Walt Disney dibuat untuk memata-matai anak-anak.

    Gugatan yang terdaftar sebagai status Class Action itu menyatakan, Disney melanggar undang-undang online yang melindungi privasi anak-anak. Salah satunya yang paling populer adalah "Where's My Water? 2". Sekadar informasi, aplikasi permainan yang menggunakan tokoh utama buaya ini telah diunduh 500 juta kali.

    Dalam tuntutannya, Rushing menuduh Disney memasang sistem pelacak yang memungkinkan untuk mengumpulkan banyak data. Di antaranya, seperti informasi geografis, riwayat penjelajahan, dan informasi lainnya yang bisa dijual ke pihak ketiga atas alasan iklan.

    "Ini sangat mengerikan," kata Rushing, seperti dikutip dari laman Phone Arena, Kamis, 10 Agustus 2017. Dia mengajukan tuntutannya ke Pengadilan Negeri San Fransisco pada 3 Agustus 2017.

    Rushing mengatakan, anak-anak sangat rentan terhadap pelacakan. "Dan Disney, atas nama pendapatan, mengesampingkan etika," kata Rushing.

    Menurut dia, Disney tak pernah memunculkan notifikasi izin orangtua untuk memverifikasi aplikasi. Sehingga, dengan leluasa Disney bisa mengumpulkan informasi pribadi tiap anak yang menginstal ke-42 aplikasi Disney tersebut.

    Selain "Where's My Water? 2" ada juga "Moana Island Life" dan "Disney Color and Play". Keduanya masing-masing telah diunduh 1 juta dan 5 juta kali dari Google Play Store. Belum ada konfirmasi dari Walt Disney soal tuntutan ini.

    PHONE ARENA | AMRI MAHBUB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.