Senin, 19 Februari 2018

Pemain Dota 2 Terbaik di Dunia Ditekuk Kecerdasan Buatan

Oleh :

Tempo.co

Sabtu, 12 Agustus 2017 22:20 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Dota 2 Terbaik di Dunia Ditekuk Kecerdasan Buatan

    Dota 2. Kredit: YouTube

    TEMPO.CO, Seattle -  Dalam turnamen game Dota 2 tahunan Valve di KeyArena Center, Seattle, Washington, kecerdasan buatan (bot) dari startup OpenAI yang didukung Elon Musk berhasil mengalahkan pemain pro Data 2.

    Baca: Facebook Pakai Kecerdasan Buatan untuk Deteksi Iklan Palsu

    Para insinyur dari perusahaan nonprofit itu mengatakan bot tersebut belajar hanya dalam waktu dua minggu.

    Musk menyebut pencapaian itu sebagai pertama kalinya kecerdasan buatan (AI) dapat mengalahkan pemain pro dalam kompetisi e-sport.

    Sementara demonstrasi itu sangat terbatas pada beberapa variabel atau gameplay, adalah sesuatu yang luar biasa untuk menyaksikan pemain pro favorit Dota 2 Danylo "Dendi" Ishutin dikalahkan bot itu dalam pertandingan live 1-vs-1.

    Beberapa manuver bot itu tampak menakutkan. Setelah dikalahkan oleh bot itu, Dendi kehilangan pertandingan masa depan dengan bot itu, dan mengekspresikan kejutan bahwa bot bisa mengalahkan manusia.

    Dia mengatakan bot itu "terasa sedikit seperti manusia, tetapi sedikit seperti sesuatu yang lain."

    Dota 2 adalah permainan kompleks di mana dua tim terdiri dari lima pemain bersaing untuk mengepung dan menghancurkan basis tim lawan.

    Game itu memiliki 113 pahlawan yang dapat dimainkan yang masing-masing memiliki kemampuan yang unik, serta puluhan item yang dapat meningkatkan dan memperluas kemampuan masing-masing pahlawan.

    Baca: Era Kecerdasan Buatan, Karyawan Masa Depan akan Sangat Berbeda

    Elon Musk mendirikan OpenAI sebagai usaha nirlaba untuk mencegah kecerdasan buatan menghancurkan dunia.

    THE VERGE | ERWIN Z


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.