Tokoh 17 Agustus: Sulfahri, Kepincut Listrik Alga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter Universitas Hasanuddin, Sulfahri (28) saat berada di antara  Ganggang (Alga) untuk bahan penilitian Alga menjadi Biotethanol dan biodisel di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 2017. TEMPO/Iqbal Lubis

    Dokter Universitas Hasanuddin, Sulfahri (28) saat berada di antara Ganggang (Alga) untuk bahan penilitian Alga menjadi Biotethanol dan biodisel di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 2017. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Sulfahri, 28 tahun, terpilih menjadi tokoh 17 Agustus Koran Tempo. Hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk meneliti alga Spirogyra yang bisa dijadikan sumber bahan bakar.

    Dia sungguh kepincut pada alga. Sudah 10 tahun dosen Universitas Hasanuddin, Makassar, ini bergelut meneliti alga sebagai sumber bahan bakar. Hari-hari ini pun, ia tengah asyik meriset tumbuhan tersebut.

    "Semua riset saya tentang alga," katanya ketika dihubungi, Ahad, 13 Agustus 2017. Selain sibuk dengan riset tersebut, Sulfahri membimbing penelitian beberapa mahasiswa yang juga berfokus pada alga.

    Baca: 17 Agustus 2045 Menjelang: Tokoh Muda Menggantang Indonesia

    Sulfahri menyatakan penting bagi Indonesia untuk menemukan sumber energi baru dan terbarukan. Dia mulai melakukan penelitian ketika masih belajar di SMAN I Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pada 2007, dia dinobatkan sebagai inventor muda dalam Exhibition for Young Inventors III di New Delhi, India.

    Setelah lulus SMA, ia kuliah di Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Sejak itu, banyak penelitian tentang alga yang Sulfahri kerjakan.

    Baca: Edisi Khusus 17 Agustus: Orang Muda Inspiratif

    Selanjutnya: Tingkat kebutuhan bahan bakar minyak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.