Kerusakan Mata Akibat Gerhana Matahari Terjadi 12 Jam Kemudian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menikmati pemandangan gerhana matahari parsial  di perbatasan Pantai Gading, 1 September 2016. the-star.co.ke

    Warga menikmati pemandangan gerhana matahari parsial di perbatasan Pantai Gading, 1 September 2016. the-star.co.ke

    TEMPO.CO, California - Beberapa saat setelah gerhana matahari di Amerika Serikat, 21 Agustus 2017, beberapa warga menuliskan di media sosial bahwa mata mereka sakit atau terasa terbakar. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah mata seseorang akan sakit atau buta secara permanen hanya dengan melihat gerhana matahari?

    Melihat gerhana secara langsung ke arah matahari tapi pelindung memang dapat merusak retina. Menurut para ahli, ini disebut eclipse blindness. Mata akan mengalami fungsi penglihatan, bisa sementara atau permanen. Namun, hal itu tidak terjadi sesaat setelah melihat gerhana.

    Baca: Kisah Fotografer Pertama Pemotret Gerhana Matahari

    Gejala, menurut para ilmuwan, baru muncul 12 jam setelah melihat gerhana. Biasanya, akan terjadi pada pagi hari saat bangun tidur. Orang yang melihat gerhana tanpa pelindung biasanya akan mengalami perubahan pada penglihatan mereka.

    Jadi, terlalu dini kalau ada yang merasakan "buta sesaat" sesaat setelah melihat gerhana. "Bisa saja mereka yang tidak dapat melihat wajah di kaca, membaca koran, bermasalah untuk melihat rambu-rambu lalu lintas, memiliki titik pusat di penglihatan mereka yang sangat kabur," kata Presiden Royal Astronomical Society of Canada, Ralph Chou, seperti dikutip dari laman berita Time.

    Menurut Chou, melihat gerhana matahari secara langsung tidak mungkin menyebabkan buta sepenuhnya. Namun, memungkinkan seseorang kehilangan penglihatannya sebagian secara permanen.

    Baca: Kontroversi Planet Nibiru: Tanda Kiamat Setelah Gerhana Matahari?

    Simak artikel menarik lainnya tentang gerhana matahari hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    TIME | LIDWINA TANUHARDJO | AMRI MAHBUB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.