The Conversation Diluncurkan di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo The Conversation. (The Conversation)

    Logo The Conversation. (The Conversation)

    TEMPO.COJakarta - The Conversation, sebuah jaringan media nirlaba independen yang berfokus pada penyebarluasan hasil riset serta analisis mendalam kepada publik, telah meluncurkan The Conversation Indonesia.

    Ini merupakan edisi pertama The Conversation di Asia dan edisi ketujuh dalam jaringan global The Conversation setelah edisi Australia, Inggris, Afrika, Prancis, Amerika Serikat, dan Kanada.

    Kehadiran The Conversation di Indonesia sejalan dengan agenda Indonesia untuk mengembangkan riset dan sains. Juga kebijakan berbasis bukti melalui penyebaran karya-karya cendekiawan melalui tulisan ilmiah populer.

    Editor The Conversation Indonesia, Prodita Sabarini, mengatakan The Conversation Indonesia hadir untuk membantu akademikus dan peneliti Indonesia menceritakan kepada khalayak luas hasil analisis mendalam mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

    Ia menambahkan, metrik yang dikembangkan tim pengembangan teknologi The Conversation di Melbourne membantu para akademikus mengukur dampak dari tulisan-tulisan mereka di masyarakat. Pada saat yang sama, siapa pun dapat memanfaatkan The Conversation Indonesia sebagai sumber pengetahuan yang relevan dengan kehidupan mereka, bebas dari jargon akademik.

    "Harapan kami The Conversation dapat mengisi perdebatan publik dengan fakta dan analisis berbasis bukti sera menjadi sumber inspirasi dalam pencarian solusi persoalan-persoalan mendesak yang kita hadapi bersama," kata Prodita.

    Konten di The Conversation ditulis langsung oleh akademikus dan peneliti setelah melalui proses penyuntingan kolaboratif bersama jurnalis profesional. Artikel yang ditulis bisa berupa publikasi penelitian atau studi yang sedang atau telah dikerjakan, atau analisis terhadap sebuah masalah yang ditinjau dari sudut keilmuan. Lebih dari 54.600 akademikus serta peneliti dari 2.120 universitas dan lembaga riset di seluruh dunia telah menulis di The Conversation.

    Saat ini, situs The Conversation dikunjungi 5,7 juta orang setiap bulan, serta menjangkau 29 juta orang melalui publikasi ulang Creative Commons. Lebih dari 22 ribu media massa di dunia telah mempublikasikan ulang konten The Conversation, antara lain The Washington Post, Le Monde, The Guardian, Time Magazine, Salon, dan BBC.

    The Conversation Indonesia hadir dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) serta bermitra dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), yang menjadi lembaga tuan rumah bagi redaksi The Conversation Indonesia. The Conversation Indonesia juga bermitra dengan Kantor Berita Radio (KBR) dan akan memproduksi konten audio mengenai sains, yang dapat didengarkan dan diunduh secara gratis di situs The Conversation Indonesia dan KBR serta bebas diputar di radio-radio jaringan KBR di seluruh Indonesia.

    Ide The Conversation di Indonesia didukung oleh Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Pattimura. The Conversation edisi Indonesia adalah inkubasi The Conversation Media Group, Melbourne, dan mendapatkan hibah dari Independent Journalism Program Open Society Foundations selama dua tahun.

    Yayasan The Conversation Indonesia didirikan oleh tokoh-tokoh terkemuka Indonesia: jurnalis senior Aristides Katoppo, ilmuwan ternama Sangkot Marzuki dan Jatna Supriatna, serta ahli hukum Sri Indrastuti Hadiputranto. Mereka akan memayungi kegiatan The Conversation di Indonesia dan memastikan The Conversation Indonesia bekerja demi kebaikan umum masyarakat Indonesia.

    AMRI MAHBUB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?