Makhluk Mirip Otak Ditemukan, Berkelamin Ganda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Makluk mirip otak, Pectinatella magnifica. (eol.org)

    Makluk mirip otak, Pectinatella magnifica. (eol.org)

    TEMPO.CO, Vancouver - Berlendir, mirip otak, dan aneh. Itulah makhluk bernama bryozoa yang ditemukan di Stanley Park, Vancouver, Kanada, baru-baru ini. Celina Starnes, peneliti dari Stanley Park Ecology Society, menemukannya di laguna kecil di selatan taman. "Makhluk ini kenyal, kuat. Seperti jell-o," katanya, seperti dikutip dari laman berita The Sun, Rabu, 6 September 2017.

    Starnes menjelaskan, bryzoa alias Pectinatella magnifica sebetulnya merupakan ratusan makhluk hidup yang tinggal berkoloni. Ketika organisme tunggal, makhluk ini disebut zooid dan ukurannya sekitar 5 milimeter.

    Zooid tersebut merupakan hewan hermafrodit (berkelamin ganda). Ia mampu menghasilkan statoblas, sekumpulan sel di organisme yang bereproduksi secara aseksual jika terpisah dari koloni. "Sebelumnya, spesies ini hanya ditemukan di daerah timur Sungai Mississippi. Ini mungkin bryzoa kuno yang telah hidup sejak 470 juta tahun silam," ujarnya.

    Namun asal makhluk tersebut masih misterius. Studi Badan Perikanan dan Kehidupan Liar Amerika pada 2012 menyebutkan perubahan iklim bertanggung jawab atas penyebaran P. magnifica. Sebab, makhluk ini hanya bisa bertahan di perairan hangat dengan suhu kurang dari 60 Fahrenheit atau sekitar 15 derajat Celsius. Pemanasan iklim mungkin membuat makhluk ini pindah ke utara.

    Starnes menjelaskan, spesies ini bersimbiosis mutualisme dengan alga di perairan yang kaya nutrisi. Namun peningkatan populasi P. magnifica tanpa kendali akan mengganggu keseimbangan ekosistem air tawar. Kalau masuk ke daerah pemukiman atau sumber air minum, makhluk yang mirip dengan gumpalan otak ini juga bisa menyumbat pipa.

    THE SUN | CBC.CA | AMRI MAHBUB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.