Dapur Kerang Tersebar Sampai Eropa

Reporter

Editor

Jumat, 13 April 2007 00:29 WIB


TEMPO Interaktif, Jakarta:Harry Truman Simanjuntak dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional mengatakan situs bukit kerang terjadi oleh buah karya manusia (bukan terbentuk alami). “Lantaran ditemukan pula artefak dan ekofak di dalamnya,” kata dia kepada Tempo kemarin. Artefak dan ekofak itu antara lain berbagai peralatan manusia dari batu, gerabah, dan tulang. Selain itu juga ditemukan bekas permukiman dan tulang belulang manusia. Bukit kerang adalah nama pemberian masyarakat yang tinggal di sekitar situs. Para Arkeolog umumnya menyebut bukit itu dengan istilah kjokken moddingger atau kitchen midden (dapur tempat pembuangan sampah hasil konsumsi manusia tiap-tiap hari). Bukit seperti itu tak hanya ditemukan tersebar di Asia Tengah (Vietnam dan Cina) ke Asia Tenggara (Thailand, Malaysia, dan Indonesia), tapi juga ada di Eropa (Swedia dan Denmark). Di Indonesia, tinggi bukit kerang diperkirakan mencapai 26 sampai 27 meter: empat sampai lima meter menyembul di permukaan tanah, sisanya ada di bawah tanah. Kerang-kerang yang menumpuk itu berasal dari kelas gastropoda (umumnya spesies Thiaridae) dan pelecypoda (umumnya Corbiculidae). DEDDY SINAGA





Lestarikan Borobudur, IAAI: Bukan Harga Tiket, tapi Hitung Carrying Capacity

8 hari lalu

Lestarikan Borobudur, IAAI: Bukan Harga Tiket, tapi Hitung Carrying Capacity

"Kalau konteks harga tiket, kami tidak mau tahu hitung-hitungannya," katanya di webinar 'Borobudur, Antara Pelestarian dan Pariwisata'.


Mesir Temukan Lima Makam Kuno Berusia 4.000 Tahun di Situs Saqqara

21 Maret 2022

Mesir Temukan Lima Makam Kuno Berusia 4.000 Tahun di Situs Saqqara

Misi arkeologi Mesir menemukan lima makam kuno sekitar 100 meter barat laut dari Piramida Merenre di Saqqara selatan.


Kota Emas 3.000 Tahun yang Hilang Telah Ditemukan di Mesir

9 Maret 2022

Kota Emas 3.000 Tahun yang Hilang Telah Ditemukan di Mesir

Sebuah tim yang berisikan para arkeolog pada September 2020 memulai pencarian kuil kamar mayat di tepi barat Luxor di Mesir.


Mumi Anak-anak Ditemukan di Peru, Korban Ritual Pengorbanan?

7 Maret 2022

Mumi Anak-anak Ditemukan di Peru, Korban Ritual Pengorbanan?

Pada tahun lalu, ramai dibincangkan penemuan mumi di sebuah makam bawah tanah di kota kuno Cajamarquilla, di pinggiran Lima, Peru.


Cerita Panji, Hero Asli Jawa

24 Februari 2022

Cerita Panji, Hero Asli Jawa

Semua peneliti sepakat bahwa cerita Panji yang banyak tertuang dalam manuskrip dan relief candi adalah kisah hero asli Jawa.


Artefak Kerajaan Benin Pulang, Puluhan Ribu Warisan Afrika Tersimpan di Eropa

20 Februari 2022

Artefak Kerajaan Benin Pulang, Puluhan Ribu Warisan Afrika Tersimpan di Eropa

Dua perunggu Benin dikembalikan ke sebuah istana tradisional di Nigeria, lebih dari satu abad setelah artefak itu dijarah pasukan Inggris.


Penemuan 18.000 Notepad Kuno di Mesir, Ada Daftar Belanjaan

8 Februari 2022

Penemuan 18.000 Notepad Kuno di Mesir, Ada Daftar Belanjaan

Sisa-sisa guci pecah dan bejana lain digunakan di Mesir kuno setiap hari untuk merinci daftar belanja, mencatat perdagangan, menyalin literatur.


Seperti Apa Laba-laba 16 Juta Tahun Lalu? Ini Temuan Fosilnya di Australia

8 Januari 2022

Seperti Apa Laba-laba 16 Juta Tahun Lalu? Ini Temuan Fosilnya di Australia

Tak hanya laba-laba yang terawetkan sempurna di situs arkeologi ini, menyediakan wawasan tentang rupa Australia di zaman miocene.


Arkeolog Temukan Mumi Berusia 800 Tahun di Peru

27 November 2021

Arkeolog Temukan Mumi Berusia 800 Tahun di Peru

Ciri utama mumi adalah seluruh tubuh diikat dengan tali dan dengan tangan menutupi wajah, yang menjadi bagian dari pola pemakaman lokal.


Lukisan dan DNA Tertua di Dunia Ditemukan di Maros Sulawesi Selatan

22 November 2021

Lukisan dan DNA Tertua di Dunia Ditemukan di Maros Sulawesi Selatan

Lukisan dan DNA tertua di dunia ditemukan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Berikut adalah penjelasannya.