Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Khawatir Teroris Rekayasa, Penelitian Virus H5N1 Dihentikan

image-gnews
Petugas memusnahkan unggas-unggas dan kandangnya di RW 6, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (9/1). TEMPO/Tony Hartawan
Petugas memusnahkan unggas-unggas dan kandangnya di RW 6, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (9/1). TEMPO/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO , Rotterdam:-Para ilmuwan yang menciptakan strain mematikan virus flu burung (H5N1) untuk sementara menghentikan penelitian mereka di tengah kekhawatiran strain baru itu bisa disalahgunakan teroris. Dalam surat yang diterbitkan di Science and Nature, tim peneliti diajak dalam sebuah forum internasional untuk memperdebatkan risiko dan nilai penelitian tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat bulan lalu meminta tim peneliti menyusun rincian penting dalam publikasi ilmiah yang akan diterbitkan. Panel penasihat pemerintah mengusulkan data yang disusu para peneliti dapat digunakan teroris.

Para pakar biosekuritas khawatir perubahan bentuk virus menjadi lebih menular dapat memicu pandemi yang lebih mematikan daripada wabah flu Spanyol pada tahun 1918-1919 yang menewaskan hingga 40 juta orang.

Dewan Penasehat Ilmu Pengetahuan Nasional untuk Biosekuriti (NSABB) AS merekomendasikan rincian penting rekayasa virus dihilangkan dari publikasi penelitian, yang sontak memicu kehebohan internasional.

"Saya lebih suka jika hal ini tidak menimbulkan kontroversi begitu banyak. Tapi itu telah terjadi dan kita tidak bisa mengubah itu," kata Ron Fouchier, seorang peneliti dari Erasmus Medical Center di Rotterdam.

Sementara virus H5N1 sangat mematikan ketika mengenai manusia, dampaknya sejauh ini masih terbatas karena tidak mudah menular antar manusia. Namun penelitian terbaru oleh Erasmus University di Belanda dan University of Wisconsin-Madison di AS menemukan bahwa virus flu burung saat ini jauh lebih mudah menular antar musang.

Seorang pejabat kesehatan senior AS mengatakan, "Tidak semua orang perlu tahu bagaimana membuat virus mematikan."

Dua jurnal ilmiah sekarang ingin mempublikasikan penelitian dan mencoba menjalin kerja sama dengan pemerintah AS tentang cara membuat data rekayasa virus flu burung yang dapat diakses khusu untuk ilmuwan yang bertanggung jawab.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pada bulan Desember bahwa pembatasan akses ke penelitian akan membahayakan perjanjian di antara anggotanya. NSABB terdiri dari ilmuwan dan ahli kesehatan masyarakat, 18 orang dari unsur pemerintah, 23 lainnya dari luar pemerintah.

Kendati hal ini tidak dapat menghentikan publikasi, tapi setidaknya membuat rekomendasi kepada para peneliti virus flu burung. Surat para ilmuwan yang diterbitkan pada Jumat berpendapat bahwa pengetahuan strain mematikan virus H5N1 sebelum bermutasi di alam merupakan informasi berharga bagi masyarakat.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana virus influenza di alam menjadi ancaman pandemi bagi manusia," kata pernyataan dalam surat itu. Namun sebagian menyatakan jeda 60 hari terhadap penelitian dianggap tidak cukup.

Laporan menyatakan bahwa pertemuan untuk memperberdebatkan penelitian virus flu burung dan langkah-langkah yang bakal diambil akan digelar dalam pertemuan WHO pada bulan Pebruari mendatang.

BBC NEWS | MAHARDIKA SATRIA HADI

Berita Terkait
Wawancara Tempo dengan Pembuat Game Angry Birds  

CEO RIM Tawarkan Lisensi BlackBerry 10

Daftar Gmail Dapat 'Bonus' Google+ 

CEO Baru RIM Optimistis Tembus Posisi Tiga Besar

Hasil Iklan Mobile Google Capai Rp 51,8 Triliun

Tumblr Diakses 15 Miliar Kali Tiap Bulan

Geme Resident Evil Meluncur November




Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Demam Kakatua Renggut 5 Nyawa di Eropa, Cek Penyebab dan Gejala

47 hari lalu

Burung kakatua putih. ANTARA
Demam Kakatua Renggut 5 Nyawa di Eropa, Cek Penyebab dan Gejala

Demam kakatua dengan mudah menyebar di antara unggas dan juga menular ke manusia. Siapa saja yang berisiko tertular dan apa gejalanya?


Jepang Temukan Kasus Flu Burung, 40 Ribu Ayam Dimusnahkan

25 November 2023

Pemandangan dari udara menunjukkan petugas yang mengenakan pakaian pelindung memusnahkan ayam di peternakan unggas tempat petugas mendeteksi flu burung tipe H5 yang sangat patogen, di Kashima, prefektur Saga, Jepang, 25 November 2023, dalam foto yang diambil oleh Kyodo. Kredit wajib Kyodo melalui REUTERS
Jepang Temukan Kasus Flu Burung, 40 Ribu Ayam Dimusnahkan

Jepang mendeteksi kasus pertama flu burung tipe H5 yang sangat menular pada musim ini di sebuah peternakan unggas di Prefektur Saga


Beragam Jenis Penyakit Flu Mulai Flu Burung, Flu Unta sampai Flu Babi, Mana Paling Berbahaya?

15 Oktober 2023

Ilustrasi pria flu. shutterstock.com
Beragam Jenis Penyakit Flu Mulai Flu Burung, Flu Unta sampai Flu Babi, Mana Paling Berbahaya?

Sejak puluhan tahun, flu mengalami perkembangan dengan berbagai varian, seperti flu burung, flu babi, flu Singapura, flu tomat, dan flu unta.


Korea Selatan Temukan Flu Burung H5N1 pada Dua Kucing di Penampungan Hewan

26 Juli 2023

Pejabat kesehatan Korea Selatan mengubur ayam di peternakan unggas tempat virus flu burung H5N6 yang sangat patogen menyebar di Haenam, Korea Selatan, 17 November 2016. Yonhap/via REUTERS
Korea Selatan Temukan Flu Burung H5N1 pada Dua Kucing di Penampungan Hewan

Korea Selatan menempatkan sebuah penampungan kucing di ibu kota Seoul dalam karantina, setelah mendeteksi flu burung strain H5N1 pada dua kucing


Waspada Penyakit Hewan yang Bisa Menular ke Manusia Selain Rabies

18 Juli 2023

Petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan memeriksa kesehatan hewan kurban jelang perayaan Hari Raya Idul Adha di tempat penampungan hewan kurban, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Juli 2021. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan fisik serta pengambilan sampel darah, feses, dan tanah untuk memastikan tidak adanya penyakit antraks dan kelayakan hewan kurban. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Waspada Penyakit Hewan yang Bisa Menular ke Manusia Selain Rabies

Selain rabies, terdapat berbagai penyakit hewan yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia, salah satunya adalah Jembrana.


Ratusan Burung Tewas Mendadak, Meksiko: Bukan Flu Burung, Tapi Gara-gara El Nino

16 Juni 2023

Seekor burung camar sedang memakan sisa makanan, yang ditinggalkan pengunjung di sekitar pantai  St Ives. Ratusan burung camar menyerbu pantai St.Ives, kehadiran unggas laut ini sudah menggangu masyarakat dan sejumlah hewan peliharaan. Cornwall, Inggris, 29 Juli 2015. Matt Cardy / Getty Images
Ratusan Burung Tewas Mendadak, Meksiko: Bukan Flu Burung, Tapi Gara-gara El Nino

Departemen Pertanian Meksiko mengatakan bahwa tes pada burung yang mati mengungkapkan bahwa mereka mati karena kelaparan, bukan karena flu.


Flu Burung Serang Unggas Liar, Brasil Darurat Kesehatan Hewan 180 Hari

23 Mei 2023

Ilustrasi flu burung di Brasil. REUTERS/Dado Ruvic
Flu Burung Serang Unggas Liar, Brasil Darurat Kesehatan Hewan 180 Hari

Brasil mengumumkan darurat kesehatan hewan selama 180 hari di tengah kasus flu burung pada unggas liar


Mata Biru Burung Laut Ini Menghitam Setelah Infeksi Flu Burung

8 Mei 2023

Seekorh gannet dengan iris hitam di Black Rock di Skotlandia. Jude Lane/RSPB
Mata Biru Burung Laut Ini Menghitam Setelah Infeksi Flu Burung

Sejak Oktober 2021 lalu, satu galur virus flu burung yang sangat patogenik telah menyapu bangsa unggas dengan virulensi yang tidak biasa.


Cina Laporkan Kematian Manusia Pertama akibat Flu Burung H3N8

12 April 2023

Seorang pria menyediakan air untuk ayam di dalam rumah kaca di sebuah peternakan di Heihe, Provinsi Heilongjiang, Cina, 17 November 2019. [REUTERS/Stringer]
Cina Laporkan Kematian Manusia Pertama akibat Flu Burung H3N8

WHO menyatakan kematian wanita Cina ini menandai kematian manusia pertama akibat jenis flu burung H3N8


Covid-19 Baru Reda, Chili Temukan Kasus Pertama Flu Burung Pada Manusia

30 Maret 2023

Ilustrasi flu burung. REUTERS/Dado Ruvic
Covid-19 Baru Reda, Chili Temukan Kasus Pertama Flu Burung Pada Manusia

Chili menemukan kasus infeksi flu burung pada manusia. Kondisi pasien stabil.