Rabu, 20 September 2017

Palestina Raib dari Google Maps, Ini Jawaban Google  

Kamis, 11 Agustus 2016 | 17:48 WIB
AP/dapd, Joerg Sarbach

AP/dapd, Joerg Sarbach.

TEMPO.CONew York - Google membantah tuduhan sengaja menghapus Palestina dari Google Maps dan menyatakan bahwa negara itu memang tidak pernah ada dalam pemetaan pada aplikasi petanya sejak awal.

Perusahaan mesin pencari Internet terbesar di dunia tersebut dalam sebuah pernyataan pada Rabu, 10 Agustus 2016, juga mengakui bahwa telah terjadi kesalahan yang membuat label “Tepi Barat” dan “Gaza” hilang dari Google Maps.

"Tidak pernah ada tempat bernama 'Palestine' dalam Google Maps. Namun kami mendeteksi bahwa Google Maps telah membuang label Tepi Barat dan Gaza. Kami sedang berusaha secepat mungkin untuk mengembalikan ke tempatnya," demikian pernyataan Google, seperti dilansir Guardian pada 10 Agustus.

Sebelumnya, isu nama Palestina yang diduga hilang dari aplikasi peta Google Maps telah memicu kemarahan tidak hanya dari kalangan umat Islam, bahkan dari masyarakat dunia yang mengakui keberadaan negara tersebut. Masyarakat yang hendak mencari Palestina di Google Maps akan menemukan peta kosong dengan Gaza, Yudea, dan Samaria masuk dalam teritorial Israel. Hal ini terjadi sejak akhir pekan lalu.

Kemarahan tersebut turut disuarakan melalui #PalestineIsHere yang menjadi trending di media sosial. Sebuah petisi yang mendesak Google untuk memasukkan Palestina pada petanya telah memperoleh dukungan hingga sekarang dengan hampir mencapai 250 ribu tanda tangan.

Adapun Organisasi Wartawan Palestina (PJF) menyatakan bahwa penghapusan nama Palestina dari peta Google merupakan upaya Tel Aviv untuk membangun paradigma generasi mendatang bahwa Israel merupakan negara yang sah dan melenyapkan Palestina untuk selamanya. PJF juga mengklaim tindakan itu sebagai upaya mendistorsi sejarah dan geografi serta hak rakyat Palestina atas tanah air mereka sendiri.

Untuk itu, PJF menuntut Google segera mengembalikan Palestina dalam Google Maps. Sebab, langkah menghilangkan Palestina dari aplikasi peta dianggap bertentangan dengan semua norma dan konvensi internasional.

Palestina adalah negara berdaulat de jure di Timur Tengah yang diakui 136 negara anggota PBB dan sejak 2012 memiliki status negara pengamat non-anggota. Dengan beribu kota di Ramallah, Palestina saat ini dipimpin Mahmoud Abbas.

Ini bukan pertama kalinya Google terkait dengan wilayah sengketa. Sebelumnya, pada 2014, pengguna Google Maps di Rusia mendapati garis batas yang solid di seluruh Rusia dan Crimea. Di luar Rusia, Crimea dikelilingi garis putus-putus, menunjukkan sebagai wilayah yang diduduki.

GUARDIAN | YON DEMA


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.