Ilmuwan Temukan Bukti Kelahiran Kerabat Dinosaurus  

Jum'at, 17 Februari 2017 | 15:28 WIB
Ilmuwan Temukan Bukti Kelahiran Kerabat Dinosaurus  
Dinocephalosaurus, kerabat dekat Dinosaurus, kredit: Hefei University of Technology Cina

TEMPO.CO, Hefei - Para ilmuwan telah menemukan bukti pertama kelahiran (live birth) dalam kelompok hewan yang mencakup dinosaurus, buaya, dan burung. Dari hasil pemeriksaan sisa-sisa fosil reptil laut berleher sangat panjang dan berusia 245 juta tahun, hewan yang dikenal sebagai Archosauromorpha itu diduga mengandung sebuah embrio.

Benda yang disangka embrio itu berukuran panjang sekitar 0,5 dan posisinya di dalam tulang rusuk fosil Dinocephalosaurus dewasa. Fosil itu ditemukan pada 2008 di Luoping County, Propinsi Yunnan, wilayah selatan Cina. Jun Liu dari Hefei University of Technology Cina, penulis utama riset terbaru yang dimuat dalam Nature Communication, memperkirakan hewan ini memiliki panjang antara 3-4 meter dengan leher yang panjangnya 1,7 meter.

Para peneliti juga mempertimbangkan kemungkinan apakah hewan yang lebih kecil itu makanan terakhir Dinocephalosaurus dewasa. Namun bukti yang mendukung asumsi ini kurang kuat. Sebab, posisi hewan berukuran kecil itu menghadap ke depan. Dalam proses menelan makanan, umumnya mangsa menghadap ke belakang karena predator biasanya memakan kepala hewan lebih hulu untuk membantunya turun ke tenggorokan.

Bukti lainnya yang mendukung ide tentang kelahiran, di antaranya reptil mungil ini berada dalam tubuh induknya, contoh yang sangat jelas untuk spesies yang sama. Rekanan peneliti Profesor Mike Benton dari University of Bristol mengatakan fosil itu penting karena Archosauromorpha membentuk satu dari tiga kelompok besar hewan bertulang belakang (vertebrata) darat. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 ribu spesies.

BBC | NATURE | HOTMA SIREGAR

Baca Juga:
Pilkada DKI: Agus Populer, Ahok Beruntung, Anies Memikat
Adik Ipar Terkait Suap Pajak, Jokowi: Diproses Hukum Saja

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan