AC, TV, dan Internet Dinilai Bisa Kurangi Tingkat Kebahagiaan

Selasa, 21 Maret 2017 | 11:43 WIB
AC, TV, dan Internet Dinilai Bisa Kurangi Tingkat Kebahagiaan
Latihan pernafasan untuk meningkatkan kebahagiaan. telegraph.co.uk

TEMPO.CO, London -Penyejuk udara atau AC, TV dan Internet adalah tiga teknologi terburuk yang membibitkan kesepian. Ini pendapat penulis dan guru kebahagiaan Max Strom asal Inggris seiring Hari International Day of Happines yang digagas PBB setiap 20 Maret.

Di dunia barat mungkin ada sekitar 40 persen orang yang menderita kecemasan atau depresi karena kebahagian merosot. Dan sebagian besar penyebabnya karena penggunaan teknologi. Orang-orang lebih terhubung dibanding era sebelumnya, namun mereka tidak pernah lebih terisolasi. Orang-orang sekarang malah lapar akan keakraban.

Strom, Penulis Buku ‘There Is No App for Happiness’, mengatakan penyejuk udara atau pemanas sentral memungkinkan orang merasa jauh lebih nyaman di rumahnya sendiri. Ini artinya mereka kurang menjelajahi lingkungan sekitarnya. Begitu juga, TV dan Internet memperbolehkan orang-orang berkomunikasi tanpa pernah bertemu. “Masalahnya 90 persen komunikasi manusia tidak dilakukan melalui kata-kata, tapi secara visual,” kata Strom.

Anda tidak bisa mengenali nada suara atau melihat ekspresi wajah seseorang lewat piranti bergerak. Sehingga ketika berkominikasi menggunakan pesan teks atau email, Anda hanya mengalami 10 persen hubungan. Para pengguna piranti bergerak saat ini mengandalkan emoticon untuk menyampaikan arti pesan yang sebenarnya.

Storm mengistilahkan Internet menjadi gula putih yang baru. Lebih banyak digunakan, semakin ingin Anda menggunakannya, dan buruk bagi pemakainya. “Orang membuang begitu banyak waktu pada teknologi dan apa yang tidak disadari adalah bahwa waktu adalah umur. Ketika Anda membunuh waktu, Anda membunuh diri sendiri,"ujarnya.

International Day of Happiness ditetapkan setelah Konferensi PBB tentang Happiness pada 2012. Ini adalah kampanye yang dikoordinasikan oleh Action for Happines, yang menyatukan kelompok dari 160 negara untuk meningkatkan kesejahteraan.

DAILY TELEGRAPH | HOTMA SIREGAR

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru