Rabu, 20 September 2017

Review Game Persona 5: Ketika Hasrat Bisa Dicuri

Kamis, 20 April 2017 | 14:53 WIB
Persona 5. Kredit: PlayStation

Persona 5. Kredit: PlayStation.

TEMPO.CO, Jakarta - Apa yang terjadi pada manusia ketika mereka tidak memiliki hasrat? Apakah mereka akan kehilangan arah hidupnya karena tak ada lagi tujuan maupun keiginan? Ataukah mereka tidak akan lagi memiliki ego untuk mewujudkan hasrat tersebut? Persona 5, role playing game terbaru dari developer Atlus, bermain di antara pertanyaan-pertanyaan itu.

Baca: Setelah 20 Tahun, Game StarCraft Kini Gratis

Dirilis secara luas pada 4 April 2017, Persona 5 berkisah tentang sekelompok pencuri muda yang menjuluki diri mereka sebagai The Phantom Thieves. Tidak seperti pencuri pada umumnya, The Phantom Thieves mencuri hasrat yang ada pada diri manusia ala Dom Cobb mencuri ide dari mimpi seseorang di film Inception karya Christopher Nolan.

The Phantom Thieves, yang bekerja di luar hukum, juga tak sembarang mencuri hasrat. Target mereka, hasrat para kriminal, koruptor, plagiator, yang selama ini tidak pernah berhasil diproses hukum. Pemahaman mereka, tindakan para kriminal adalah dampak dari hasrat mereka yang kelewat buruk.

"Ada dua kemungkinan dari mencuri hasrat mereka. Antara selanjutnya mereka kehilangan semangat untuk hidup atau mereka akan mengakui tindakan jahat mereka," ujar salah satu tokoh utama Persona 5, Morgana.

Baca: Trailer Game Star Wars Battlefront 2 Bocor

Untungnya, premis utama yang berat tersebut tidak diikuti dengan narasi yang memusingkan atau gameplay yang memuakkan. Sebaliknya, Persona 5 berhasil tampil sebagai game yang fun di balik kisahnya yang memiliki premis rumit.

Memakai setting sekolah swasta dan tempat-tempat populer di Jepang seperti Akihabara hingga Shibuya, kisah Persona 5 disampaikan bak anime-anime remaja dengan genre slice of life. Meski pencurian hasrat menjadi inti utama cerita, hal itu diselimuti berbagai kisah-kisah remaja mulai dari pubertas, pemberontakan, romansa, hingga tingkah-tingkah konyol kurang kerjaan.

Gameplay-nya pun tak kalah asyik. Meski memakai template turn based gameplay (karakter dikontrol secara bergiliran), Atlus melengkapinya dengan berbagai fitur unik. Salah satunya adalah "Negotiation" di mana player bisa "memeras" musuh yang mereka lawan untuk menjadi bawahan, memberi uang, atau memberikan perlengkapan baru. Hal itu bisa dilakukan di saat musuh terdesak. Semakin terdesak musuh yang dilawan, makin banyak hal yang bisa didapat dari memeras mereka.

Baca: Game Pokemon Go Segera Hadirkan Fitur Multiplayer

Fitur unik lainnya adalah "Social Link". Di luar pertarungan, player bisa memperkuat karakter mereka dengan membangun hubungan sosial (Social Link) dengan tokoh-tokoh pendukung. Semakin erat hubungan sosial tokoh kita dengan tokoh lainnya, maka makin banyak ragam serangan yang bisa dipakai dalam pertarungan nanti. Hal itu baik serangan yang dilakukan karakter player sendiri ataupun yang melibatkan monster Persona yang player miliki.

Social Link itu sendri dibangun melalui percakapan sehari-hari. Memberikan pertanyaan, barang atau jawaban yang salah akan berujung pada Social Link yang meregang. Boleh dikatakan sistem ini menyerupai sistem sosial di game simulasi The Sims. Jadi, pikir dahulu sebelum menjalin hubungan sosial karena sekalinya salah, maka harus mengulang lagi percakapan itu.

Meski menarik secara gameplay maupun cerita, Persona 5 masih memiliki kekurangan. Grafis Persona 5 cenderung ketinggalan zaman untuk ukuran game saat ini. Tampil dengan grafis ala anime, banyak bagian di mana grafis Persona 5 terlihat sangat kasar yang dikenal dengan istilah Jaggies (bergerigi). Jika posisi pemain tidak jauh dari layar monitor, hal itu akan sangat terasa.

Untungnya, grafis ala anime membuat game ini tampil kaya warna. Hal itu didukung dengan desain set piece yang tak kalah menarik. Tiap setting yang dilalui player memiliki desain unik dan imajinatif sehingga player akan dengan mudah melupakan kekurangan dari segi grafis. Lagipula, dalam kebanyakan game, gameplay dan cerita adalah hal yang lebih penting.

ISTMAN MP


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.