Rabu, 20 September 2017

Amazon Lex, Alat Pesan Tiket hanya dengan Suara

Jum'at, 21 April 2017 | 11:35 WIB
Ilustrasi Amazon. REUTERS/Mike Segar

Ilustrasi Amazon. REUTERS/Mike Segar.

TEMPO.CO, Jakarta - Amazon Lex, teknologi penggerak asisten virtual Alexa, telah keluar previewnya, menurut laporan Reuters. Sistem ini, yang melibatkan teknologi yang memahami bahasa natural dikombinasikan dengan teknologi pengenal suara otomatis, diperkenalkan pertama kali pada November tahun lalu di konferensi AWS re:Invent Amazon di Las Vegas.

Pada saat itu, Amazon menjelaskan bagaimana Lex dapat digunakan oleh developer yang ingin membangun aplikasi percapakan milik mereka seperti chatbot, program komputer yang didesain untuk menstimulasi percakapan manusia baik secara audio maupun teks dengan Internet. Sebagai contoh, perusahaan itu merekam sebuah alat yang mengizinkan penggunanya memesan tiket penerbangan hanya menggunakan suara mereka.

Baca: Toko Tanpa Kasir Amazon Go Hanya Mampu Layani 20 Pembeli

Kini, sistem itu tidak terbatas bekerja hanya pada chatbot yang Anda cari di aplikasi pesan sepert Facebook Messenger.  Lex, menurut techcrunch.com 20 April 2017, dapat bekerja di segala suara atau teks chatbot di telepon pintar, web atau layanan chat lainya melebihi Messenger termasuk Slack dan Twilio SMS.

Amazon merekomendasikan teknologi ini dapat dipakai untuk berbagai macam tujuan termasuk web dan aplikasi telepon pintar yang teknologinya menyediakan informasi sebagai kekuatan aplikasi mereka. Teknologi juga membantu banyak aktifitas, bahkan menyediakan mekanisme kontrol untuk robot, drone, dan mainan.


Pendeknya, Lex mengizinkan pengembangan membuat bot yang mengubah suara menjadi teks dan dapat mengenali lebih baik dari teks tersebut, serta lebih canggih dibanding dengan teknologi yang beredar di pasar. Teknologi ini menjawab masalah kerap dihadapi oleh konsumer bahwa kemampuan chatbot terbatas dalam merespon pertanyaan pengguna.

Baca:Kantongi Paten, Amazon Punya 2 Konsep Antar Paket Pakai Drone

Tujuan Amazon membuka Lex untuk komunitas yang lebih luas adalah agar dapat unggul untuk bersaing dengan teknologi suaranya lainnya seperti Asisten Google atau  Siri Apple. Perusahaan ini juga berencana mengambil teks dan rekaman yang dikirim orang ke aplikasi yang menggunakan Lex untuk memperbaiki Lex. Termasuk kemampuannya memahami lebih banyak pertanyaan dan mencatat laporan harian.  

Keterbukaan ini menjadi strategi Amazon yang lebih besar dengan banyak platform Alexa-nya. Misalnya, sudah ada yang meluncurkan Alexa Voice Services yang memungkinkan pengembang mengintegrasikan Alexa ke perangkat mereka sendiri seperti speaker,  alarm jam di kamar tidur, dan banyak lagi.

TECHRUNCH | NURHASIM


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.