Minggu, 20 Agustus 2017

SpaceX Luncurkan Satelit Militer AS Minggu Pagi

Minggu, 30 April 2017 | 06:06 WIB
SpaceX bersiap meluncurkan Falcon 9 dari LC-39A milik NASA pada 18 Februari. space.com

SpaceX bersiap meluncurkan Falcon 9 dari LC-39A milik NASA pada 18 Februari. space.com.

TEMPO.CO, Cape Canaveral - Akhir pekan ini SpaceX dijadwalkan untuk melakukan misi keamanan nasional pertamanya untuk militer AS dengan mengirimkan sebuah satelit mata-mata ke orbit untuk National Reconnaissance Office.

Dijuluki NROL-76, muatan rahasia itu dijadwalkan menggunakan roket Falcon 9 pada hari Minggu pagi dari Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, sebagaimana dikutip The Verge, Sabtu 29 April 2017.

Baca: SpaceX Sukses Luncurkan Falcon 9 dari Landasan NASA

Setelah diluncurkan, SpaceX akan mencoba untuk mendaratkan tahap pertama Falcon 9, bagian inti setinggi 14 tingkat dari roket yang berisi mesin utama dan sebagian besar bahan bakar, di atas landasan yang kokoh di Cape.

Ini akan menjadi upaya yang keempat kalinya bagi SpaceX untuk mencoba mendaratkan Falcon 9 di lokasi pendaratan Florida milik perusahaan tersebut.


Sama seperti peluncuran NRO lainnya, kita tidak terlalu tahu banyak tentang tujuan akhir satelit ini atau penyelidikan apa yang akan dilakukan saat sampai di sana. Dan biasanya, siaran misi NRO dipotong agak pendek untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya dari satelit dan ke mana arahnya.

Peluncuran minggu pagi ini diluncurkan dari peluncuran bersejarah SpaceX beberapa minggu yang lalu, di mana perusahaan tersebut menerbangkan salah satu pendorong  Falcon 9 yang mendarat untuk pertama kalinya.

Baca: Video Pendaratan SpaceX Falcon 9 Saat Kembali dari Antariksa

Peluncuran itu berhasil menempatkan sebuah satelit ke orbit untuk perusahaan SES yang berbasis di Luksemburg. SpaceX juga bisa menjalankan tahap pertama dengan mendaratkannya di kapal tak berawak di Samudera Atlantik.

Peluncuran ini termasuk unik karena menandai salah satu dari sedikit misi NRO dalam dekade terakhir yang belum pernah dilakukan oleh United Launch Alliance. ULA, sebuah kemitraan antara Boeing dan Lockheed Martin, pada dasarnya memiliki monopoli dalam peluncuran militer selama dekade terakhir.

Namun, SpaceX menerima sertifikasi pada tahun 2015 untuk meluncurkan satelit militer setelah melalui dua tahun review dengan Angkatan Udara AS. Idenya adalah untuk menciptakan persaingan di antara penyedia peluncuran militer, sebuah langkah yang berpotensi menurunkan biaya misi pemerintah.

Sejak menerima sertifikasi itu, SpaceX telah memenangkan dua kontrak dari Angkatan Udara yang telah diajukan secara terbuka untuk penawaran.

THE VERGE | ERWIN Z

 


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?