Senin, 21 Agustus 2017

Temukan Fosil Dinosaurus Afrika, Peneliti Seperti Menang Undian

Sabtu, 06 Mei 2017 | 11:50 WIB
Ahli Paleontologi berpose di sekitar penemuan tulang dinosaurus di sebuah peternakan di La Flecha, Patagonian, Argentina, (16/5). Ahli Paleontologi berhasil menemukan sekitar 150 tulang yang dianggap tulang milik Titanosaurusa dari kelompok Sauropoda berleher panjang. dailymail.co.uk

Ahli Paleontologi berpose di sekitar penemuan tulang dinosaurus di sebuah peternakan di La Flecha, Patagonian, Argentina, (16/5). Ahli Paleontologi berhasil menemukan sekitar 150 tulang yang dianggap tulang milik Titanosaurusa dari kelompok Sauropoda berleher panjang. dailymail.co.uk.

TEMPO.CO, Jakarta - Dinosaurus terakhir sebelum mengalami kepunahan 66 juta tahun lalu ditemukan di Afrika. Tepatnya di tambang fosfat utara Maroko. Dinosaurus ini diberi nama Chenanisaurus barbaricus, merupakan anggota abelisaurus.

Berdasarkan studi tentang fosil yang dibuat oleh Milner Centre for Evolution di University of Bath, dinosaurus berevolusi di Afrika menyusul pecahnya kontinen Gondwana. Tapi, keberadaannya selama ini jarang diketahui.

Kini, fosilnya ditemukan, berasal dari batuan laut. "Penemuan ini tidak biasa karena fosilnya berasal dari batuan laut. Ini seperti berburu fosil ikan paus, dan menemukan fosil seekor singa . Ini adalah temuan yang sangat langka. Hampir seperti memenangkan undian," kata Dr Nick Longrich, dari Milner Centre for Evolution and the Department of Biology & Biochemistry at the University of Bath.

Abelisaurus adalah predator berkaki dua seperti T. rex dan tyrannosaurus lainnya, namun dengan moncong yang lebih pendek dan tumpul serta lengan yang lebih kecil.

Bila tyrannosaurus mendominasi di Amerika Utara dan Asia, abelisaurus adalah predator teratas di akhir zaman Kapur di Afrika, Amerika Selatan, India, dan Eropa.


"Abelisaurs memiliki lengan yang sangat pendek. Tulang lengan atas pendek, lengan bawah lebih pendek, dan tangan kecilnya kecil," tambah Longrich.

Gigi dari fosil itu menunjukkan Chenanisaurus seperti T. rex, hewan predator. Namun, tidak seperti T. rex berbulu sebagian, Chenanisaurus hanya memiliki sisik, otaknya lebih kecil, dan wajahnya lebih pendek dan lebih dalam.

Proyek penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari kolaborasi ilmiah internasional yang membantu menciptakan dan mempelajari koleksi paleontologi di Maroko dengan tujuan untuk melestarikan warisan fosil yang kaya di negara ini. Spesimen yang digunakan untuk penelitian ini dilestarikan dalam koleksi paleontologis Chérifien de Phosphates di Maroko.

SCIENCEDAILY | BENEDICTA ALVINTA | NS


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?