Ilmuwan Perangi Tumor Otak dengan Virus Zika, Hasilnya?

Jum'at, 19 Mei 2017 | 17:17 WIB
Ilmuwan Perangi Tumor Otak dengan Virus Zika, Hasilnya?
Dan Galperin dimurnikan rekombinan Zika diselimuti dengan Protein di laboratorium saat mengembanganka vaksin untuk virus Zika berdasarkan produksi variasi rekombinan dari protein E dari virus Zika di Protein Sciences Inc. di Meriden, Connecticut, 20 Juni 2016. REUTERS/Mike Segar

TEMPO.CO, London - Sekelompok ilmuwan asal Inggris berencana menarungkan virus zika dengan tumor otak. lmuwan dari Universitas Cambridge, Inggris, akan menguji virus ini pada glioblastoma, bentuk tumor otak yang paling umum dan agresif. Tumor ini menjangkiti 2.200 orang di Inggris setiap tahunnya.

Tim ini, yang dipimpin pakar kanker Harry Bulstrode, akan mencoba memanfaatkan kemampuan virus zika dalam menyusup ke otak. Virus ini bisa melewati selaput darah otak yang berfungsi seperti filter untuk mencegah nutrisi yang paling penting keluar dari otak. Kemampuan inilah yang menyebabkan bayi mengalami cacat otak sebelum lahir.

Baca: Zika Picu Kenaikan Cacat Lahir Sampai 20 Kali

"Zika mampu menyerang dan menghancurkan," kata Harry Bulstrode, anggota penelitian sekaligus pakar kanker dari Cambridge, seperti dikutip dari laman Telegraph.

Bulstrode dan timnya akan melakukan riset ini dalam skala laboratorium terhadap sekelompok tikus. Penelitian tahap awal ini berusaha mengeksplorasi bagaimana virus menargetkan sel induk dan memberi cara baru untuk melawan sel otak.

Infeksi virus zika pada bayi dan anak-anak merupakan perhatian kesehatan global. Namun, menurut Bulstrode, kita tidak boleh kalah oleh virus ini. "Sebaliknya, kita harus fokus adalah untuk menemukan lebih banyak tentang virus tersebut agar bisa menemukan cara pengobatan baru," kata dia.

Baca: Peneliti Berhasil Menguak Dua Antibodi Virus Zika

Virus zika yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti ini menyebabkan cacat parah pada bayi dengan menyerang stem sel dalam otak. Virus ini tersebar lebih di 60 negara.

TELEGRAPH | REUTERS | YON DEMA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan