Zaha Hadid Jadi Google Doodle: Arsitek Perempuan Si Ratu Kurva  

Rabu, 31 Mei 2017 | 11:41 WIB
Zaha Hadid Jadi Google Doodle: Arsitek Perempuan Si Ratu Kurva  
Arsitek Zaha Hadid. AP

TEMPO.CO, Jakarta - Zaha Hadid, arsitek perempuan asal Inggris kelahiran Irak, menjadi google doodle hari ini. Salah satu karyanya, Stadion Al-Wakrah, sempat menuai kontroversi karena bentuknya.

Baca: Zaha Hadid, Arsitek Perempuan Muslim, Jadi Google Doodle Hari Ini

Siapa yang akan menyangka desa nelayan Al-Wakrah di Qatar akan berubah total setelah stadion sepak bola rancangan Zaha Hadid berdiri di sana? Ya, desa dengan berpenduduk 30 ribu orang ini adalah sebuah kampung nelayan di Qatar. Selain ikan, desa ini juga menghasilkan mutiara. Desa itu terpilih sebagai salah satu tempat bertanding perhelatan World Cup 2022 di Qatar.


Stadion Al-Wakrah. (REUTERS)

Stadion ini menuai kontroversi dan cibiran banyak arsitek karena mirip vulva, lubang vagina. Namun Zaha, sang perancang dengan tenang menjawab, seperti dilansir laman berita The Guardian, "Mereka bilang apa? Semua yang berlubang di dalamnya berarti vagina? Sebuah ketololan yang nyata."

Yang jelas, Zaha tidaklah merancang stadion itu sembarangan. Perempuan kelahiran 31 Oktober 1950 ini menyatakan terinspirasi dari kapal arab kuno.

Zaha memang bukan orang sembarangan. Perempuan yang dijuluki "Ratu Kurva" ini menghitung betul teknik dan struktur bangunan yang ia rancang, meski memiliki desain yang sangat futuristik.


Zaha Mohammad Hadid jadi google doodle hari ini. (Google)

Maklum, Zaha merupakan sarjana matematika dari Universitas Beirut pada 1972 sebelum ia pindah ke London untuk belajar di Architectural Association School of Architecture. Di sana Zaha bertemu Rem Koolhaas, Elia Zenghelis, dan Bernard Tschumi. Ketiganya adalah arsitek penggagas aliran arsitektur neo-modernis.

Baca: Mekanisme Antikythera, Google Doodle: Kisah Komputer Pertama

Kemudian ia pindah ke Rotterdam untuk bekerja dengan Koolhas dan Zenghelis, mantan profesor pembimbingnya, di Office for Metropolitan Architecture (OMA).

Pada 1980, Zaha Hadid mendirikan konsultan arsitekturnya sendiri yang diberi nama Zaha Hadid Architects. Kantor ini berbasis di London, Inggris. Sekarang, kantor konsultan ini mempekerjakan 400 staff yang tersebar di 40 negara.

Bangunan pertamanya yang lahir dari tangannya sendiri adalah Vitra Fire Station in Weil am Rhein, Jerman, yang selesai di bangun pada 1993. Pada dekade 1990-an dan 2000 awal, karya dengan cepat terkenal di seluruh dunia lantaranya desainnya yang sangat neo-futuristik tanpa meninggalkan struktur yang mantap. Sejak saat itulah pesanan merancang datang dari seluruh dunia.


Gedung Opera Guangzhou di Cina. (Telegraphc.co.uk)

Sebut saja Vitra Fire Station di Jerman, Dongdaemun Design Plaza di Korea Selatan, Riverside Museum di Skotlandia, dan Salerno Maritime Terminal di Italia yang baru selesai dibangun pada 2016. Kantor berita The Guardian menyebut Zaha sebagai "Ratu Kurva" karena "Membebaskan geometri dalam arsitektur, memberikannya identitas ekspresi baru." Karya-karya Zaha yang lain: aquatic centre untuk Olimpiade 2012 London, Broad Art Museum di Michigan State Univeritys, Guanzhou Opera House di Cina.

Zaha Hadid adalah perempuan dan muslim pertama mendapat Pritzker Prize 2004, empat tahun setelah Koolhas, gurunya, menerima penghargaan yang sama pada 2000. Dua tahun berturut-turut, pada 2010 dan 2011, Zaha juga menerima penghargaan Stirling Prize dari Royal Institute of British Architects Stirling Prize.

Baca: Arsitek Perempuan Tersohor, Zaha Hadid, Meninggal Dunia

Tahun berikutnya, 2012, Zaha menerima gelar Dame Commander of the Order of the British Empire dari Ratu Elizabeth II. Kemudian, setahun sebelum dia meninggal, Zaha menerima penghargaan Royal Gold Medal dari Royal Institute of British Architects. Sayangnya, pada 31 Maret 2016, Zaha wafat karena serangan jantung di Rumah Sakit Miami, Amerika Serikat, tempat ia dirawat karena penyakit bronkitis.

Pada 2008, majalah Forbes menobatkan Zaha pada peringkat ke-69 dalam daftar "The World’s 100 Most Powerful Women".


Zaha Hadid bersama maket The House Bar. (Theguardian.com)

Hari ini, Zaha Hadid dinobatkan sebagai Google Doodle untuk mengenang karya-karya Ratu Kurva ini.

AMRI MAHBUB

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan