5 Karya Monumental Zaha Hadid, Ratu Kurva Arsitektur Dunia

Rabu, 31 Mei 2017 | 12:29 WIB
5 Karya Monumental Zaha Hadid, Ratu Kurva Arsitektur Dunia
Zaha Hadid. theguardian.com

TEMPO.CO, Jakarta - Zaha Hadid sedang ramai diperbincangkan hari ini lantaran menjadi sosok yang diangkat Google Doodle. Perempuan kelahiran Irak, 31 Oktober 1950, ini selalu lekat dengan arsitektur neo-futuristik tanpa sudut.

Baca: Zaha Hadid, Arsitek Perempuan Muslim, Jadi Google Doodle Hari Ini

Zaha memang bukan orang sembarangan. Perempuan yang dijuluki "Ratu Kurva" ini menghitung betul teknik dan struktur bangunan yang ia rancang, meski memiliki desain yang sangat futuristik.

Zaha merupakan sarjana matematika dari Universitas Beirut pada 1972 sebelum ia pindah ke London untuk belajar di Architectural Association School of Architecture. Di sana Zaha bertemu Rem Koolhaas, Elia Zenghelis, dan Bernard Tschumi. Ketiganya adalah arsitek penggagas aliran arsitektur neo-modernis.

Baca: Zaha Hadid Jadi Google Doodle: Arsitek Perempuan Si Ratu Kurva

Kemudian ia pindah ke Rotterdam untuk bekerja dengan Koolhas dan Zenghelis, mantan profesor pembimbingnya, di Office for Metropolitan Architecture (OMA). Pada 1980, Zaha Hadid mendirikan konsultan arsitekturnya sendiri yang diberi nama Zaha Hadid Architects. Kantor ini berbasis di London, Inggris. Sekarang, kantor konsultan ini mempekerjakan 400 staff yang tersebar di 40 negara.

Berikut karya-karyanya yang paling fenomenal:

1. Stadion Al-Wakrah, Qatar


(foto: Wikipedia)

Stadion ini menuai kontroversi dan cibiran banyak arsitek karena mirip vulva, lubang vagina. Namun Zaha, sang perancang dengan tenang menjawab, seperti dilansir laman berita The Guardian, "Mereka bilang apa? Semua yang berlubang di dalamnya berarti vagina? Sebuah ketololan yang nyata."

Yang jelas, Zaha tidaklah merancang stadion itu sembarangan. Dia menyatakan terinspirasi dari kayar dhow, layar dari kapal arab kuno.

2. Vitra Fire Station, Jerman


(foto: Wikipedia)

Vitra Fire Station ini merupakan karya pertanya. Pada 1981, kebakaran hebat menghanguskan sekolah desain Vitra, Jerman. Satu dekade kemudian, Zaha dipercaya untuk membangun gedung pemadam kebakaran di kampus tersebut agar kejadian serupa tak terjadi lagi. Rampung pada 1993, karya ini disebut sebagai titik tolak kesuksesan Zaha Hadid.

Konsep dekonstruksi yang menjulang tapi memiliki ruang yang saling terkait. Dari sini Zaha dianggap membangun struktur penting dalam karir seorang arsitek.

3. Dongdaemun Design Plaza, Korea Selatan


(foto: Wikipedia)

Gedung ini menjadi gedung ikonik baru di Seoul, Korea Selatan. Banyak yang menyebut Dondaemun Design Plaza ini adalah "saudara perempuan" dari Museum Riverside Glasgow. Sebab, keduanya sama-sama mengambil bentuk yang mengalir dengan garis dinamis seperti sungai. Bedanya, tidak ada sudut tajam di Dongdaemun. Pada malam hari, bangunan itu dinyalakan dengan cahaya yang terang berkilau, tampak seperti lukisan Great Wave karya Hokusai.

4. Guangzhou Opera House, Cina


Interior Guangzhou Opera House. (Teleghraph.co.uk)

Dari jauh, bangunan ini tampak seperti batu kristal raksasa yang muncul di jalanan kota. Kaca dan lekukan tajamnya menyembunyikan interior berombak di dalamnya. Di dalam, cahaya berkilauan keluar dari langit-langit. Desain akustiknya menjadikan gedung ini sempurna sebagai tempat opera.

5. Heydar Aliyev Center, Azerbaijan


(foto: Wikipedia)

Ini adalah bangunan ikonik jadi gambar di Google Doodle hari bersama sosok Zaha Hadid sendiri. Heydar Aliyev Center, dengan luas 619 ribu meter persegi, termasuk karya Zaha yang paling terkenal. Gedung konferensi sekaligus museum yang ada di jantung Azerbaijan. Pada 2012, gedung dengan gelombang raksasa ini menjadi gambar perangko nasional. Karya Zaha ini mendapatkan penghargaan Design Museum of the Year pada 2014.

AMRI MAHBUB

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan