Senin, 21 Agustus 2017

Inilah Kebijakan Google Soal Konten Pro Terorisme di YouTube

Selasa, 20 Juni 2017 | 05:50 WIB
Logo YouTube

Logo YouTube.

TEMPO.CO, Jakarta - Google akan menerapkan langkah-langkah lebih luas lagi dalam mengidentifikasi dan mencabut konten teroris atau ekstremis kekerasan di platform berbagi video YouTube. Hal itu disampaikan perusahaan internet raksasa tersebut dalam satu posting blog seperti dikutip Reuters.

Google menyatakan akan mengambil posisi lebih tegas dalam video-video yang berisi konten supremasis (rasial) atau hasutan keagamaan dengan menerbitkan peringatan dan tidak merekomendasikannya ke pengguna, sekalipun konten-konten itu tidak tegas menyalahi kebijakan Google.

Google juga akan merekrut sumber daya teknik yang lebih banyak dan meningkatkan penggunaan teknologinya untuk membantu mengidentifikasi video-video ekstremis, ditambah pelatihan bagi para pemilih konten guna mengidentifikasi dan mencabut dengan cepat konten semacam itu.

"Selama ini kami dan yang lainnya bekerja bertahun-tahun dalam mengidentifikasi dan mencabut konten yang menyalahi kebijakan kami, kebenaran yang tidak mengenakkan adalah bahwa kami sebagai industri, mesti menyadari bahwa saat ini banyak lagi hal yang mesti dilakukan," kata penasihat umum Google Kent Walker.

Baca: Dianggap Jadi Media Penyebaran Terorisme, Ini Jawaban Youtube


Google akan memperluas kolaborasinya dengan kelompok-kelompok kontraekstremis dalam mengidentifikasi konten yang mungkin digunakan untuk meradikalisasi dan merekrut ekstremis.

Google juga akan membidik rekrutan-rekrutan potensial ISIS melalui iklan online tersasar dan mengalihkan mereka ke video-video anti-teroris demi mengubah pola mereka dari semula ingin bergabung dengan teroris menjadi menjauhinya.

Selama ini Jerman, Prancis dan Inggris menekan Facebook dan penyedia media sosial lainnya seperti Google dan Twitter untuk berbuat lebih banyak lagi dalam mencabut konten militan dan ujaran kebencian.

Selain kebijakan pengetatan Google untuk Youtube, Facebook juga sejak Kamis pekan lalu telah mengambil langkah menghapus konten terorisme. Facebook telah menggunakan kecerdasan buatan seperti pencocokkan dambar dan pemahaman bahasa untuk mengidentifikasi dan mencabut konten esktremis secepatnya, demikian Reuters.

ANTARA


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?