Minggu, 20 Agustus 2017

Kontroversi Kutu Laut Pelahap Kaki Remaja di Australia

Rabu, 09 Agustus 2017 | 14:30 WIB
Sam Kanizay dirawat di Rumah Sakit Melbourne setelah mendapat gigitan dari kutu laut di sebuah teluk setempat. news.com.au

Sam Kanizay dirawat di Rumah Sakit Melbourne setelah mendapat gigitan dari kutu laut di sebuah teluk setempat. news.com.au.

TEMPO.CO, Melbourne - Makhluk kecil yang diduga kutu laut menggerogoti kaki seorang remaja bernama Sam Kanizay, 16 tahun, ketika ia berendam di tepi pantai Brighton's Dendy Street Beach di Melbourne, Australia, Sabtu, 5 Agustus 2017.  Akan tetapi, tidak semua orang percaya bahwa pelakunya adalah kutu laut.

Sebelumnya, Ayah Sam, Jarrod Kanizay memutuskan untuk mencari tahu makhluk apa yang menyebabkan kaki anaknya mengeluarkan banyak darah itu. Ia pergi ke tempat anaknya diserang dan menggunakan daging mentah sebagai umpan.

Video hasil temuannya menunjukkan ratusan makhluk laut kecil itu memakan daging umpannya.

 


Seorang profesor dari University of New South Wales, Alistair Poore, mengatakan hewan yang ada dalam video itu bukan kutu laut, tetapi merupakan kelompok lain dari binatang pemakan bangkai yang disebut amphipoda yang diketahui tidak menggigit manusia.

“Kamu bisa menarik banyak hewan di laut dengan daging mentah,” kata Alistair. “Walaupun ini menarik, tapi ini tidak membuktikan ke saya bahwa itu merupakan hewan yang menggigit kaki Sam,” lanjutnya.

Poore ragu untuk mengatakan bahwa hewan itu merupakan jenis kutu laut yang sangat agresif. Ia menduga mungkin ada jumlah yang lebih besar di daerah tersebut daripada biasanya karena banyak ikan mati di daerah itu.

Kutu laut biasanya berparasit pada ikan. Ketika mereka menggigit manusia, mereka biasanya hanya meninggalkan tusukan kecil yang bisa terlihat seperti ruam, tidak sampai mengeluarkan banyak darah seperti yang terjadi pada Sam.

Meskipun hal yang terjadi pada Sam mirip dengan serangan kutu laut yang menimpa seorang remaja di dekat daerah itu pada 2015, ia mengatakan bahwa kutu laut ada di seluruh dunia. “Ini bukan sesuatu khas Australia,” katanya.

"Ini adalah cerita yang menarik, untuk menunjukkan bahwa hewan-hewan itu berada di daerah perkotaan. Kita tidak hidup terpisah dari alam. Seperti ada nyamuk dan lintah di darat yang akan menggigit manusia, hal yang sama terjadi di lautan," kata Alistair.

NYTIMES | NUR QOLBI | EZ

 

 


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?