Gempa Bangkalan Disebut Langka, Simak Penjelasan Pakar BPPT

Selasa, 11 Februari 2020 08:57 WIB

Ilustrasi gempa. geo.tv

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar gempa dan tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologo (BPPT) Widjo Kongko menanggapi pernyataan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa gempa yang terjadi di Bangkalan, Kamis, 6 Februari 2020, langka. Widjo sepakat dengan apa yang dinyatakan BMKG, terkait gempa tersebut.

Menurutnya, lindu Bangkalan hyphocenternya--pusat gempa-- sangat dalam lebih dari 600 kilometer. "Lindu di Bangkalan memang tergolong langka, dan karena pusatnya sangat dalam, lindu ini dirasakan dalam area yang luas," ujarnya saat dihubungi, Senin, 10 Februari 2020.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sumber gempa berkekuatan 6,3 Magnitudo itu sedalam 641 kilometer atau sejarak Jakarta-Madiun. Efek guncangannya meluas, selain Bangkalan, getaran gempa bisa dirasakan hingga Trenggalek, Pacitan, Yogyakarta, Kebumen, Cilacap, Pangandaran, Kuta, dan Kuta Selatan Bali.

Lindu yang tercetus dini hari Pukul 01.12.34 WIB itu bersumber di laut pada koordinat 6,43 LS dan 113,04 BT. "Tepatnya di Laut Jawa pada jarak 76 kilometer arah timur laut Bangkalan, Jawa Timur," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Widjo juga memberikan gambar data WinITDB yang menunjukkan bahwa gempa Bangkalan memang jarang terjadi, tidak setiap tahun. Gambar juga dilengkapi dengan peta yang dibubuhi tanda titik-titik gempa yang pernah terjadi, besaran kekuatan gempanya paling kecil Magnitudo 5,5.

Selain itu, Widjo yang merupakan lulusan Leibniz Universitat Hannover, Jeman menjelaskan, secara frekuensi kejadian, gempa di atas Magnitudo 5,5 dan dalam lebih dari 500 kilometer di radius 150 kilometer. "Dari event kemarin sangat jarang Magnitudo 6 ke atas hanya tercatat 5 kali di radius 150 kilometer. Gempa dan sangat dalam, menunjukkan bahwa di lokasi ini masih ada aktivitas seismik," tutur dia.

Skala intensitas gempanya berkisar II-III MMI. Getaran dengan skala ini dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang hingga terasa dalam rumah seakan ada truk melintas. Hingga, Kamis pagi menjelang siang, BMKG belum menerima laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa itu. "Gempa dalam dirasakan luas, tapi tidak merusak dan tidak menimbulkan tsunami," kata Widjo.

Berita terkait

Fakta-fakta Hawa Panas di Indonesia Menurut BMKG

1 jam lalu

Fakta-fakta Hawa Panas di Indonesia Menurut BMKG

Menurut Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, fenomena hawa panas memiliki karakteristik yang berbeda dan tak memenuhi kriteria sebagai gelombang panas.

Baca Selengkapnya

BMKG Jelaskan Heatwave di Asia dan Suhu Panas Maksimum di Sumatera Utara

3 jam lalu

BMKG Jelaskan Heatwave di Asia dan Suhu Panas Maksimum di Sumatera Utara

Fenomena gelombang panas (heatwave) seperti yang baru saja membekap wilayah luas di daratan Asia terjadi karena terperangkapnya udara panas

Baca Selengkapnya

BMKG: Potensi Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

4 jam lalu

BMKG: Potensi Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Baca Selengkapnya

Peringatan Dini BMKG: Sejumlah Provinsi Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

10 jam lalu

Peringatan Dini BMKG: Sejumlah Provinsi Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

Potensi hujan signifikan terjadi karena kontribusi dari aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial.

Baca Selengkapnya

Di Daratan Asia Gelombang Panas, BMKG: Indonesia Suhu Panas Biasa

18 jam lalu

Di Daratan Asia Gelombang Panas, BMKG: Indonesia Suhu Panas Biasa

Suhu panas muncul belakangan ini di Indonesia, setelah sejumlah besar wilayah daratan benua Asia dilanda gelombang panas (heat wave) ekstrem.

Baca Selengkapnya

BMKG: Potensi Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Laut Jawa dan Samudra Hindia

1 hari lalu

BMKG: Potensi Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Laut Jawa dan Samudra Hindia

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah Indonesia dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Baca Selengkapnya

Dasarian Pertama Mei, Hujan Diprediksi Berkurang di Separuh Wilayah Jawa Barat

1 hari lalu

Dasarian Pertama Mei, Hujan Diprediksi Berkurang di Separuh Wilayah Jawa Barat

Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat memprakirakan 52,1 persen wilayah berkategori hujan rendah.

Baca Selengkapnya

4 Kali Gempa Menggoyang Garut dari Berbagai Sumber, Ini Data BMKG

1 hari lalu

4 Kali Gempa Menggoyang Garut dari Berbagai Sumber, Ini Data BMKG

Garut dan sebagian wilayah di Jawa Barat kembali digoyang gempa pada Rabu malam, 1 Mei 2024. Buat Garut ini yang keempat kalinya sejak Sabtu lalu.

Baca Selengkapnya

BPBD Kabupaten Bandung Telusuri Informasi Kerusakan Akibat Gempa Bumi M4,2 dari Sesar Garsela

2 hari lalu

BPBD Kabupaten Bandung Telusuri Informasi Kerusakan Akibat Gempa Bumi M4,2 dari Sesar Garsela

Gempa bumi M4,2 mengguncang Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. BPBD Kabupaten Bandung mengecek informasi kerusakan akibat gempa.

Baca Selengkapnya

Gempa Magnitudo 4,2 di Kabupaten Bandung Diikuti Dua Lindu Susulan

2 hari lalu

Gempa Magnitudo 4,2 di Kabupaten Bandung Diikuti Dua Lindu Susulan

BMKG melaporkan gempa berkekuatan M4,2 di Kabupaten Bandung. Ditengarai akibat aktivitas Sesar Garut Selatan. Tidak ada laporan kerusakan.

Baca Selengkapnya