Universitas Pancasila Kukuhkan Guru Besar Perempuan Pertama di Bidang Teknik

Kamis, 29 September 2022 11:35 WIB

Sebanyak lima Guru Besar Universitas Pancasila yang baru dikukuhkan pada Rabu, 28 September 2022. Ini adalah pertama kalinya universitas itu mengukuhkan sampai lima Guru Besar dalam satu hari, dan yang pertama setelah 15 tahun untuk yang asal Fakultas Teknik. Dok. Humas UP

TEMPO.CO, Jakarta - Universitas Pancasila menambah lima Guru Besar di lingkungan kampus tersebut yang dikukuhkan pada Rabu 28 September 2022. Dari lima itu, tiga di antaranya adalah perempuan, termasuk Guru Besar perempuan pertama di Fakultas Teknik Universitas Pancasila.

Kelima guru besar itu Dwi Rahmalina dalam Bidang Teknik Mesin pada Program Studi S2 Teknik Mesin, Dian Ratih Laksmitawati dalam Bidang Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas pada Program Studi S3 Ilmu Farmasi, B.F. Sihombing dalam Bidang Ilmu Hukum pada Program Studi S1 Hukum, Haryani Hatta dalam Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran pada Program Studi S1 Manajemen, dan Arissetyanto Nugroho dalam Bidang Ilmu Manajemen pada Program Studi S3 Ilmu Ekonomi Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila.

Rektor Universitas Pancasila, Edie Toet Hendratno, mengatakan, total sampai dengan saat ini Universitas Pancasila telah memiliki 24 guru besar yang tersebar di 29 program studi. Dia menyertakan catatan bahwa pada tahun lalu, Universitas Pancasila menghasilkan dosen dengan jabatan akademik/fungsional bergelar profesor/guru besar terbanyak di DKI Jakarta.

“Kami terus berupaya mendorong kepada dosen untuk dapat mencapai gelar profesor atau guru besar,” kata Edie saat memberikan pidato dalam proses pengukuhan tersebut, Rabu.

Menurutnya, pengukuhan guru besar merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi seluruh sivitas akademika. Sebuah universitas yang berkembang, kata dia, salah satunya dilihat dari jumlah guru besar dan akreditasinya.

Advertising
Advertising

"Dengan semakin banyaknya dosen bergelar Guru Besar maka mutu perguruan tinggi yang ada di Indonesia dapat terus meningkat,” tutur Edie.

Pengukuhan ditandai dengan orasi ilmiah pada guru besar baru itu. Orasi yang pertama disampaikan oleh Dwi dengan judul Rekayasa Material Komposit untuk Aplikasi Thermal Energy Storage. Selain menjadi Guru Besar perempuan pertama di bidang teknik, Dwi juga menjadi guru besar pertama yang dikukuhkan asal Fakultas Teknik Universitas Pancasila setelah 15 tahun.

Orasi selanjutnya dihadirkan Dian Ratih yang berjudul 'Potensi Herbal dan Stem Cell Sebagai Bahan Alam untuk Mengatasi Penyakit Degeneratif'. Orasi ketiga dipresentasikan oleh Haryani Hatta dengan judul 'Faktor- faktor ketangguhan terhadap electronic word of mouth (EWOM) negative the roles of Self Congrity Brand Attachment and Brand Prestige'.

Dilanjutkan dengan orasi yang disampaikan B.F. Sihombing, dengan judul 'Konflik Tanah Hak-hak Barat Terus Berlanjut'. Terakhir, orasi ilmiah yang disampaikan Arissetyanto Nugroho adalah 'Urgensi Pendidikan yang Adaptif dengan Perkembangan Era 5.0 dan Perilaku Konsumen dalam Pemasaran Digital'.

Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Paristiyanti Nurwardani menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Sivitas Akademika Universitas Pancasila atas pengukuhan Guru Besar pada hari itu. Lagi-lagi, Paristiyanti mengungkapkan, pengukuhan itu merupakan sejarah baru bagi Universitas Pancasila karena pertama kali ada 5 Guru Besar yang dikukuhkan secara bersamaan dalam satu tahun. "Dan menjadi sejarah baru juga bagi LLDikti Wilayah III,” katanya.

Baca juga:
Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Lagi Smart Voting?


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Berita terkait

Dewan Pers Minta Kampus Taati Perjanjian Penguatan dan Perlindungan Pers Mahasiswa

3 jam lalu

Dewan Pers Minta Kampus Taati Perjanjian Penguatan dan Perlindungan Pers Mahasiswa

Sengketa jurnalistik pers mahasiswa kini ditangani oleh Dewan Pers. Kampus diminta taati kerja sama penguatan dan perlindungan pers mahasiswa.

Baca Selengkapnya

60 Persen Lulusan BINUS School Serpong Diterima di Kampus Luar Negeri

11 jam lalu

60 Persen Lulusan BINUS School Serpong Diterima di Kampus Luar Negeri

BINUS SCHOOL Serpong, sekolah yang mengusung kurikulum Cambridge, mencatat lebih dari 60 alumni mereka di tahun 2024 ini diterima untuk melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri.

Baca Selengkapnya

ITPLN Perpanjang Waktu Penerimaan Calon Mahasiswa

1 hari lalu

ITPLN Perpanjang Waktu Penerimaan Calon Mahasiswa

Institut Teknologi PLN (ITPLN) mengumumkan perpanjangan masa penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025 hingga 29 April 2024.

Baca Selengkapnya

Budi Gunadi Sadikin Terpilih sebagai Ketua Majelis Wali Amanat ITB

1 hari lalu

Budi Gunadi Sadikin Terpilih sebagai Ketua Majelis Wali Amanat ITB

Pemilihan Budi Gunadi Sadikin itu berlangsung secara musyawarah untuk mufakat dalam rapat pleno perdana MWA ITB di Gedung Kemenristekdikti.

Baca Selengkapnya

Guru Besar UGM Anjurkan Daun Pegagan untuk Terapi Daya Ingat, Begini Cara Kerjanya

3 hari lalu

Guru Besar UGM Anjurkan Daun Pegagan untuk Terapi Daya Ingat, Begini Cara Kerjanya

Tanaman liar pegagan dianggap bisa membantu terapi daya ingat. Senyawa aktifnya memulihkan fungsi hipokampus, bagian krusial pada otak.

Baca Selengkapnya

Top 60 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Versi SIR 2024

4 hari lalu

Top 60 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Versi SIR 2024

Berikut daftar 60 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi SCImago Institutions Rankings (SIR) 2024.

Baca Selengkapnya

3 Tips Jitu Menulis Esai agar Diterima di Kampus Ivy League

4 hari lalu

3 Tips Jitu Menulis Esai agar Diterima di Kampus Ivy League

Menulis esai jadi salah satu kunci dalam seleksi kampus bergengsi di Amerika Serikat. Diantara tipsnya adalah menulis dengan jujur dan personal.

Baca Selengkapnya

Gelar Kampus Menggugat di Hari Kartini, Guru Besar UGM: Kita Bagian Kerusakan Demokrasi di Era Jokowi

6 hari lalu

Gelar Kampus Menggugat di Hari Kartini, Guru Besar UGM: Kita Bagian Kerusakan Demokrasi di Era Jokowi

Kegiatan Kampus Menggugat ini menyorot kondisi demokrasi di penghujung kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang merupakan alumnus UGM.

Baca Selengkapnya

Unas Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Kasus Kumba Digdowiseiso

7 hari lalu

Unas Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Kasus Kumba Digdowiseiso

Unas membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) dugaan pencatutan nama dalam publikasi jurnal internasional yang diduga melibatkan Kumba Digdowiseiso.

Baca Selengkapnya

Kata KIKA soal Pengunduran Diri Kumba Digdowiseiso yang Tak Disertai Pencabutan Gelar Guru Besar

7 hari lalu

Kata KIKA soal Pengunduran Diri Kumba Digdowiseiso yang Tak Disertai Pencabutan Gelar Guru Besar

Koordinator KIKA, Satria Unggul, mengatakan bahwa keputusan yang jadi pilihan Kumba Digdowiseiso harus dihormati.

Baca Selengkapnya