Spesies Baru Pari Macan Ditemukan di Indonesia  

Reporter

Kamis, 3 April 2014 15:11 WIB

Ikan Pari Manta ( Manta birostris). ANTARA/Ampelsa

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil mengidentifikasi spesies baru ikan pari macan di perairan Indonesia. Selama ini sudah ada tiga spesies ikan pari macan yang dikenali. Ikan pari sulit dibedakan secara kasat mata karena fisiknya yang mirip. Melalui metode pemetaan molekul deoxyribonucleic acid (DNA), peneliti memastikan ada ikan pari macan keempat.

Tiga pari macan yang sudah dikenali adalah Himantura leoparda, Himantura uarnak, dan Himantura undulata. Adapun spesies baru ikan pari macan itu dinamai Himantura tutul atau ikan pari tutul kecil. Mirip dengan tiga kerabatnya, punggung ikan pari H. tutul dipenuhi corak mirip dengan pola kulit macan tutul.

Irma Shita Alyza, peneliti bioteknologi kelautan dan genetika molekuler dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, mengatakan jenis pari tutul kecil jelas dapat dipisahkan dari tiga kerabat terdekatnya yang banyak dijumpai di perairan tropis Indo-Pasifik Barat. Pola pada kulit punggung pari tutul kecil berbentuk segi empat dengan ukuran yang lebih kecil. "Posisi corak totolnya juga tidak beraturan," kata Irma seusai pemaparan hasil temuan di gedung LIPI, Jakarta, Kamis, 3 April 2014.

Adapun kulit punggung pada tiga spesies pari macan umumnya berbentuk segi enam atau delapan yang posisinya teratur. "Mirip seperti pola pada sarang lebah," ujar Irma. (Baca juga: Tak Hanya Hiu, Ikan Pari pun Terancam Punah).

Penelitian termasuk pemeriksaan habitat pari tutul berlangsung sejak 2006. Irma menggunakan analisis pemetaan DNA untuk memastikan pari tutul kecil merupakan spesies baru. Ada dua gen yang diambil sebagai penanda genetik ikan tersebut. Penelitian itu berlangsung di Indonesia dan Prancis. "Alat untuk memeriksa berapa persen hubungan gen milik induk dengan keturunannya ada di sana," kata Irma.

Pari tutul kecil ditemukan di empat lokasi berbeda, yaitu di Laut Jawa, perairan utara Bali, perairan selatan Jawa, dan Selat Sunda. "Saat ini sedang ada penelitian untuk mengetahui apakah ada persebaran pari tutul kecil di luar empat lokasi itu," kata Irma. Hasil penelitian yang dikerjakan bersama Prancis tersebut sudah dimuat dalam jurnal Comptes Rendus Biologies pada Juli 2013.

Pari tutul kecil bisa tumbuh dengan lebar mencapai 1,5 meter. Ikan ini baru bisa menghasilkan anak pada usia 5-10 tahun dengan jumlah yang sedikit. Meski belum masuk status hewan terancam, keberadaan pari tutul kecil bisa terdesak oleh penangkapan yang berlebihan. "Masih bisa dimanfaatkan tapi dengan pengawasan ketat," kata Irma.

GABRIEL TITIYOGA

Terpopuler:
Nyaris Separuh Pemilih Inginkan Jokowi Presiden
Jokowi: Tak Dikawal pun Saya Merasa Aman
Ini Cara Jokowi Menggaet Ibu Rumah Tangga
TNI Akan Beli Radar Udara Baru
Muhammadiyah Segera Revisi Fatwa Tato Tak Dilarang







Berita terkait

Mengenal Dingiso, Kanguru Mirip Beruang yang Dianggap Sakral di Papua

17 Januari 2024

Mengenal Dingiso, Kanguru Mirip Beruang yang Dianggap Sakral di Papua

Di Papua ada kanguru yang bentuknya mirip beruang. Alih-alih suka melompat seperti kanguru darat, dingiso lebih banyak habiskan waktu di pohon.

Baca Selengkapnya

10 Fakta Kanguru Pohon, Satwa Langka dari Papua yang Tidak Suka Melompat

17 Januari 2024

10 Fakta Kanguru Pohon, Satwa Langka dari Papua yang Tidak Suka Melompat

Tidak semua kanguru suka melompat. Di Papua ada kanguru pandai memanjat yang hidup di pohon.

Baca Selengkapnya

Raline Shah Dituding Koleksi Satwa Langka, Disamakan dengan Karakter Petualangan Sherina 2

1 November 2023

Raline Shah Dituding Koleksi Satwa Langka, Disamakan dengan Karakter Petualangan Sherina 2

Raline Shah dan keluarganya diduga memburu serta memelihara satwa langka. Netizen ramai tunjukkan bukti jejak digital.

Baca Selengkapnya

Akibat Dua Singa Berkelahi, Taman Safari Indonesia Prigen Jadi Kondang

16 Februari 2023

Akibat Dua Singa Berkelahi, Taman Safari Indonesia Prigen Jadi Kondang

Dua ekor singa berkelahi hingga menabrak sebuah mobil Yaris merah di Taman Safari Indonesia Prigen, Jawa Timur menjadi sorotan belum lama ini.

Baca Selengkapnya

Anoa Telah Ditemukan Kembali di Hutan Sulawesi, Warga Diminta Menjaga

20 Januari 2023

Anoa Telah Ditemukan Kembali di Hutan Sulawesi, Warga Diminta Menjaga

Taman Hutan Raya Sinjai pastikan keberadaan anoa setelah menghilang 20 tahun lewat kamera intai. Perlu studi lanjutan untuk hitung populasi.

Baca Selengkapnya

Jurong Bird Park di Singapura Ditutup Setelah 52 Tahun Beroperasi, 3.500 Burung Langka Direlokasi

9 Januari 2023

Jurong Bird Park di Singapura Ditutup Setelah 52 Tahun Beroperasi, 3.500 Burung Langka Direlokasi

Jurong Bird Park yang dikelola Mandai Wildlife Reserve merupakan taman burung terbesar di Asia dan melindungi banyak satwa langka.

Baca Selengkapnya

BBKSDA Sita Sejumlah Satwa Langka dari Rumah Bupati Langkat

25 Januari 2022

BBKSDA Sita Sejumlah Satwa Langka dari Rumah Bupati Langkat

BBKSDA mendapatkan informasi kepemilikan satwa langka oleh Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana dari KPK usai mengeledah rumah yang bersangkutan

Baca Selengkapnya

KSDA Agam Terima Kura-kura Kaki Gajah Langka

1 September 2021

KSDA Agam Terima Kura-kura Kaki Gajah Langka

Resor KSDA Agam akan segera melepaskan kembali kura-kura kaki gajah langka itu ke habitatnya.

Baca Selengkapnya

Singa Jantan yang Viral di TikTok Diselamatkan Otoritas Kamboja

1 Juli 2021

Singa Jantan yang Viral di TikTok Diselamatkan Otoritas Kamboja

Petugas Kamboja menggerebek rumah di Phnom Penh untuk menyelamatkan seekor singa berusia 18 bulan yang telah dicabut taring dan cakarnya.

Baca Selengkapnya

Populasi Elang Jawa di Taman Burung TMII Bertambah, Satu Telur Menetas

12 Juni 2021

Populasi Elang Jawa di Taman Burung TMII Bertambah, Satu Telur Menetas

Setelah 7 Tahun, Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akhirnya berhasil menetaskan telur elang Jawa.

Baca Selengkapnya