Ada Perampokan di Balik Supernova  

Reporter

Selasa, 30 September 2014 10:34 WIB

Supernova yang dijuluki SN 1979C . (AP Photo/NASA)

TEMPO.CO, Jakarta - Misteri ledakan bintang (supernova) yang membingungkan banyak astronom dalam dua dekade terakhir ini terungkap. Dengan menggunakan Hubble Space Telescope NASA, para peneliti mengetahui bahwa supernova SN 1993J—yang pertama kali diamati sejak 1993—terjadi karena satu bintang menangkap unsur hidrogen dan semacamnya.

“Ini seperti olah kejadian kriminal. Kami akhirnya dapat mengidentifikasi perampok,” ujar Alex Filippenko, profesor astronomi dari University of California Berkeley, yang juga anggota studi ini. “Bintang-bintang pendamping mencuri banyak hidrogen sebelum akhirnya bintang utama meledak.” (Baca: Ledakan Lubang Hitam Telan Bintang Terdeteksi Ilmuwan)

Filippenko mengatakan ada yang tak biasa pada komposisi SN 1993J, yang merupakan supernova Tipe IIb. Tipe ini merupakan jenis ledakan bintang langka yang memiliki hidrogen lebih sedikit dibandingkan dengan supernova lainnya. (Baca: NASA: Kami Akan Temukan Kehidupan di Luar Bumi)

Para astronom mulai mencari bintang pendamping tak lama setelah penemuan SN 1993J, yang ditemukan dalam Galaksi Messier 81, sekitar 11 juta tahun cahaya dari bumi. Sayangnya, peneliti tak langsung menemukan bintang pendamping di antara sesaknya zona supernova yang ada. Mereka pun tak yakin dapat mengetahui bintang pendamping yang tepat.

“Sebuah sistem biner mungkin tercipta sebelum hidrogen meledakkan kulit bintang utama,” ujar Ori Fox, pemimpin penelitian ini, seperti dikutip dari Space.com, Selasa, 30 September 2014. Masalahnya, pengamatan langsung sistem biner itu sulit karena tersamar dengan supernova itu sendiri.

Kendala ini akhirnya dapat ditembus saat penelusuran citra optik ultraviolet menggunakan Hubble. Spektrum elemen bintang pendamping pun ditemukan.

Rencana berikutnya para peneliti akan memakai sistem ini untuk mengetahui lebih banyak sifat dari bintang pendamping. Selain itu, juga untuk menelaah proses ledakan bintang. “Ini menunjukkan bahwa Anda akan melihat emisi berlebih dalam ultraviolet,” ujar Azalee Bostroem, peneliti dari Science Space Telescope Institute di Baltimore, yang juga anggota penelitian.

Menangkap supernova yang terjadi setiap detik di seluruh kosmos memang tantangan bagi para astronom. Banyak dari supernova tersebut sangat samar lantaran berada jauh dari bumi, ditambah debu kosmik yang mengaburkan pandangan. Hal tersebutlah yang semakin menambah teka-teki tentang supernova.

AMRI MAHBUB

Terpopuler:
50 Geoglif Ditemukan di Kazakhstan
Asal-usul Teknik Pembuatan Alat Batu Levallois
Amerika Rilis Peta Topografi Dunia

Berita terkait

Observatorium Bosscha Tutup Kunjungan Publik Selama Bulan Puasa

45 hari lalu

Observatorium Bosscha Tutup Kunjungan Publik Selama Bulan Puasa

Minat pengunjung ke Observatorium Bosscha tergolong tinggi sejak kunjungan publik mulai dibuka kembali setelah masa pandemi.

Baca Selengkapnya

Raih Nurtanio Award 2023, Harijono Djojodihardjo: Ini Bisa Memacu Generasi Muda

27 November 2023

Raih Nurtanio Award 2023, Harijono Djojodihardjo: Ini Bisa Memacu Generasi Muda

Harijono Djojodihardjo, ahli penerbangan dan antariksa meraih anugerah Nurtanio Award 2023 dari BRIN.

Baca Selengkapnya

BRIN Berikan Nurtanio Award ke Ahli Penerbangan & Antariksa Profesor Harijono Djojodihardjo

26 November 2023

BRIN Berikan Nurtanio Award ke Ahli Penerbangan & Antariksa Profesor Harijono Djojodihardjo

BRIN memberikan penghargaan tertinggi kepada periset Indonesia yang berprestasi, dan kepada tokoh yang telah memberikan andil kemajuan iptek.

Baca Selengkapnya

Membuka Jalan untuk Gibran

26 September 2023

Membuka Jalan untuk Gibran

Peluang Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden menguat.

Baca Selengkapnya

Kepala BRIN: Teknologi Antariksa Akan Menjadi Kunci Masa Depan

21 September 2023

Kepala BRIN: Teknologi Antariksa Akan Menjadi Kunci Masa Depan

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan teknologi keantariksaan sendiri telah dimanfaatkan dalam berbagai sektor pembangunan.

Baca Selengkapnya

Misi Explorer 11 Diluncurkan NASA pada 27 April 1961, Apa Itu?

27 April 2023

Misi Explorer 11 Diluncurkan NASA pada 27 April 1961, Apa Itu?

Misi Explorer 11 NASA bertujuan mempelajari sinar gamma di luar angkasa.

Baca Selengkapnya

Sejarah Tragedi Meledaknya Pesawat Ulang-alik Columbia

17 Januari 2023

Sejarah Tragedi Meledaknya Pesawat Ulang-alik Columbia

Pada 1 Februari 2003, pesawat ulang-alik Columbia meledak saat memasuki atmosfer di atas Texas dan menewaskan ketujuh awak di dalamnya.

Baca Selengkapnya

AS: China Ancaman Utama dalam Pertahanan Luar Angkasa

9 Desember 2022

AS: China Ancaman Utama dalam Pertahanan Luar Angkasa

China sedang membangun kemampuan yang menempatkan sebagian besar aset luar angkasa Amerika Serikat dalam risiko

Baca Selengkapnya

BRIN Berikan Penghargaan Nurtanio kepada Pakar Pengindraan Orbita Roswitiarti

30 November 2022

BRIN Berikan Penghargaan Nurtanio kepada Pakar Pengindraan Orbita Roswitiarti

Orbita merupakan peneliti ahli utama di bidang kepakaran, teknologi, dan aplikasi pengindraan jauh pada Pusat Riset Pengindraan Jauh BRIN.

Baca Selengkapnya

Peristiwa Astronomi Agustus, Ada Gugus Bola M2 dan M15

3 Agustus 2022

Peristiwa Astronomi Agustus, Ada Gugus Bola M2 dan M15

Observatorium Bosscha membagikan berbagai fenomena antariksa yang terjadi di bulan Agustus.

Baca Selengkapnya