Startup Bak Cendawan di Musim Hujan

Kamis, 2 November 2017 12:52 WIB
Startup Bak Cendawan di Musim Hujan

INFO TEKNO- Dunia bisnis butuh ekosistem yang mendukung. Tak terkecuali bagi perusahaan rintisan (startup company). Karena, dengan dukungan pemerintah dan sektor swasta, pada 2020 mendatang, perusahaan perintis akan meledak atau booming. Tiga tahun mendatang diperkirakan akan ada 13 ribu perusahaan perintis. Angka itu memang masih jauh dari Amerika Serikat, tapi sudah melebihi negara maju, seperti Inggris atau Kanada.

Menurut data startupranking.com, Indonesia berada di peringkat tiga dunia dengan jumlah perusahaan perintis mencapai 1.569 perusahaan. Peringkat pertama ditempati Amerika dengan 37.488 perusahaan perintis dan India sekitar 3.955 startup. Beberapa sektor yang akan berkembang adalah perusahaan perintis di bidang e-commerce dan teknologi keuangan (financial technology). Sektor lain yang juga akan berkembang seiring perkembangan bisnis tersebut adalah logistik sehingga perusahaan perintis yang mau terjun ke bidang ini punya kesempatan besar untuk maju.

Dari sisi kepercayaan investor terhadap pelaku usaha rintisan tersebut, Indonesia mengalami pertumbuhan positif. Berdasarkan riset dari Google dan AT Kearney, pada 2012, perusahaan konsultan dunia menyebut nilai investasi terhadap perusahaan rintisan Indonesia melonjak dari US$ 44 juta menjadi US$ 1,4 miliar pada akhir 2016 dan terus menanjak hingga US$ 3 miliar pada Agustus 2017. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi pengusaha yang berkutat di bidang ekonomi kreatif berbasis digital. Sektor e-commerce serta transportasi tercatat memperoleh kemajuan pesat sehingga investor modal ventura percaya pada peluang yang ada di Indonesia saat ini.

Beberapa faktor yang menyebabkan potensi industri startup di Indonesia menjanjikan adalah pasar yang besar karena jumlah penduduk Indonesia lebih dari 250 juta jiwa. Selain itu, kelas menengah yang terus tumbuh dan bertambah serta generasi milenial dan generasi Z yang melek teknologi membuat produk dari perusahaan rintisan punya potensi besar digunakan ceruk pasar ini.

Di sisi lain, potensi itu harus dibarengi dengan penyediaan sumber daya manusia bertalenta tinggi dan kreatif agar memenuhi permintaan pasar. Investor modal ventura melihat pasar Indonesia lebih prospektif, meski saat ini investasi modal ventura lebih besar ke Singapura. Pada 2016, angka investasi di Asia Tenggara mencapai US$ 6,8 miliar. Singapura menjadi negara tujuan penanaman modal terbesar dengan persentase 41 persen, disusul Indonesia di angka 19 persen.

Peluang itu juga dilihat Ideabox, perusahaan bentukan Indosat Ooredoo, Kejora, dan Mountain Partners. Setelah tiga tahun merilis program percepatan bisnis, kini Ideabox Venture fokus membiayai perusahaan rintisan teknologi.

Di tahap awal, Ideabox menyediakan dana investasi hingga US$ 500 ribu untuk perusahaan perintis teknologi. Ideabox Ventures akan membantu perusahaan perintis layak secara bisnis. Ideabox Ventures juga menyediakan dukungan ke pasar dan membantu mereka memperbesar skala bisnis melalui penyediaan fasilitas, sesi mentoring, serta akses ke sejumlah investor.

Dengan ekosistem yang mendukung seperti itu, booming perusahaan perintis memang sudah di depan mata. (*)

Baca Juga