Ini Cara Unik Lidah Mendeteksi Garam Berlebihan

Reporter

Tempo.co

Editor

Amri Mahbub

Rabu, 7 Februari 2018 09:10 WIB

Tips Kesehatan: 7 Mitos Garam

TEMPO.CO, California - Sayur tanpa garam sungguh tidak enak rasanya. Namun, terlalu banyak garam juga tidak bagus untuk kesehatan. Lidah pun akan kelojotan saat terkena banyak garam.

Hingga kini, para peneliti belum dapat menjelaskan bagaimana lidah dan otak kita dapat mengetahui kapan tingkat keasinan suatu makanan telah melewati batas sedap sehingga menjadi terlalu asin. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sejumlah peneliti di Johns Hopkins University School of Medicine dan University of California, Santa Barbara, di Amerika Serikat, meneliti proses pengukuran tingkat keasinan pada lalat buah.

Baca: Hati-Hati, Terlalu Banyak Konsumsi Garam Bisa Merusak Otak

Dengan mengadu input dari dua tipe sel sensor rasa yang berbeda, serangga itu bisa mengukur rasa asin. Fungsi dua tipe sel tersebut saling berlawanan. Tipe yang satu membuat lalat tertarik pada makanan asin, sedangkan tipe sel lain justru menjauhkan mereka.

Hasil riset itu dipublikasikan dalam jurnal Science. "Tubuh membutuhkan sodium untuk mengerjakan tugas penting, seperti mendorong otot beraksi dan membantu sel otak berkomunikasi dengan yang lain. Tapi terlalu banyak sodium dapat menyebabkan gangguan jantung dan masalah kesehatan lain," kata Yali Zhang, kepala tim riset di Johns Hopkins.

Advertising
Advertising

Untuk mempertahankan kesehatan, kata Zhang, manusia dan binatang menganggap makanan dengan konsentrasi garam yang relatif rendah sebagai makanan yang lezat, serta menghindari konsumsi segala sesuatu yang kadar garamnya terlampau tinggi.

Baca: Pria Australia Konsumsi Garam Dua Kali Lipat Dari Seharusnya

Untuk mengetahui bagaimana tubuh mencapai keseimbangan tersebut, Zhang dan Craig Montell, pakar biologi sensorik dan dosen di UC Santa Barbara, meneliti proboscis pada lalat yang panjang dan melengkung. Organ mirip belalai ini setara dengan lidah pada manusia. Fokus diarahkan pada sensilla, struktur mirip rambut pada proboscis yang berfungsi sebagai taste bud atau sensor rasa lalat.

Tim peneliti ini menemukan bahwa sel reseptor rasa dalam sensilla penarik dan repellant bekerja seperti lomba tarik tambang. Pemenangnya akan menentukan apakah lalat akan terus makan atau pergi menjauh dan mencari makanan yang lebih enak. Pada konsentrasi rendah, sinyal atraktif akan mendominasi sinyal repellant, dan mengirim pesan bahwa makanan itu lezat.

Baca: Pola Konsumsi Garam Berlebihan Juga Mempengaruhi Kerja Otak

Simak artikel menarik lainnya tentang garam hanya di kanal Tekno Tempo.co.

SCIENCE | SCIENCE DAILY | JOHNS HOPKINS MEDICINE

Berita terkait

Berapa Banyak Natrium alias Garam yang Dibutuhkan Tubuh Saban Hari?

38 hari lalu

Berapa Banyak Natrium alias Garam yang Dibutuhkan Tubuh Saban Hari?

Natrium alias garam akan merusak tubuh jka dikonsumsi secara berlebihan, akan tetapi kandungan ini nyatanya pun dibutuhkan untuk tubuh

Baca Selengkapnya

Tambahan Asam Folat pada Garam Dapat Cegah Cacat Bawaan

52 hari lalu

Tambahan Asam Folat pada Garam Dapat Cegah Cacat Bawaan

Melengkapi garam meja dengan asam folat menjadi strategi diet baru untuk lebih melindungi terhadap cacat bawaan.

Baca Selengkapnya

Tanda-tanda Tubuh Anak Terlalu Banyak Mengandung Garam

1 Maret 2024

Tanda-tanda Tubuh Anak Terlalu Banyak Mengandung Garam

Peningkatan asupan garam dapat menghambat kesehatan anak dalam beberapa cara.

Baca Selengkapnya

Produksi Garam Nasional Lampaui Target

28 Februari 2024

Produksi Garam Nasional Lampaui Target

Produksi terbesar diperoleh dari sektor produksi garam rakyat yang mencapai 2,2 juta ton,

Baca Selengkapnya

Mengenal Garam Celtic dan Manfaatnya bagi Kesehatan

10 Februari 2024

Mengenal Garam Celtic dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Dipanen secara alami, garam celtic kaya akan magnesium dan mengandung semua mineral yang biasanya hilang dalam garam biasa.

Baca Selengkapnya

Makanan Instan Tinggi Garam, Ahli Gizi Berpesan Demikian

23 Januari 2024

Makanan Instan Tinggi Garam, Ahli Gizi Berpesan Demikian

Makanan instan meski terkesan tidak asin tetap mengandung pengawet yang tinggi natrium, mineral yang ditemukan pada garam.

Baca Selengkapnya

Pelengkap Berbagai Masakan, Ini Plus Minus Kecap bagi Kesehatan

19 Januari 2024

Pelengkap Berbagai Masakan, Ini Plus Minus Kecap bagi Kesehatan

Kecap punya manfaat buat kesehatan dan sebaliknya. Sisi positifnya, kecap tinggi antioksidan dan zat-zat antimikroba. Apa negatifnya?

Baca Selengkapnya

Ini Dampak Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Asin

18 Januari 2024

Ini Dampak Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Asin

Mengonsumsi terlalu banyak makanan asin dapat menyebabkan bahaya seperti kembung, hipertensi, hingga ginjal.

Baca Selengkapnya

5 Gejala Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Asin

18 Januari 2024

5 Gejala Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Asin

T erlalu banyak mengonsumsi makanan asin dapat membawa risiko kesehatan yang serius karena kandungan garam yang berlebihan.

Baca Selengkapnya

Cerita dari Atas Awan: Melihat Proses Modifikasi Cuaca untuk Cegah Jabodetabek Banjir

11 Januari 2024

Cerita dari Atas Awan: Melihat Proses Modifikasi Cuaca untuk Cegah Jabodetabek Banjir

Tempo berkesempatan mengikuti operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC)

Baca Selengkapnya