Perjalanan Wabah Antraks di Indonesia Sejak 1832

Reporter

Annisya Diandra

Editor

Erwin Prima

Kamis, 6 Juli 2023 20:11 WIB

Petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan memeriksa kesehatan hewan kurban jelang perayaan Hari Raya Idul Adha di tempat penampungan hewan kurban, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Juli 2021. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan fisik serta pengambilan sampel darah, feses, dan tanah untuk memastikan tidak adanya penyakit antraks dan kelayakan hewan kurban. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Wabah antraks sering terjadi di Indonesia, khususnya di daerah Jawa Tengah. Tahun ini, wabah tersebut muncul kembali dan menyerang hewan ternak sapi di wilayah Gunungkidul, Yogyakarta.

"Kasus ini tidak hanya terjadi sekarang, dua tahun lalu juga terjadi, kalau tidak di Gunungkidul, ya di Kabupaten Sleman," kata Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, Rabu, 5 Juli 2023.

Jika menilik ke belakang, dilansir dari laman Dinas Kesehatan Jawa Tengah, wabah ini pertama masuk ke Indonesia pada tahun 1832, tepatnya di Kecamatan Tirawuta dan Mowewe Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Kemudian, di tahun 1969 dilaporkan sebanyak 36 orang meninggal setelah mengkonsumsi daging di Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Tahun 1973 dilaporkan bahwa tujuh orang meninggal setelah mengkonsumsi daging di Loeya Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Pada tahun 1976 ditemukan antraks tipe kulit di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang berlanjut hingga 1977 ke Kabupaten Sumbawa Besar dan Dompu. Penyakit ini kemudian menyebar dan berkembang setiap tahunnya ke provinsi-provinsi lainnya hingga tahun 2023.

Advertising
Advertising

Berikut perjalanan wabah antraks di Indonesia:

1.1985: Irian Jaya Kabupaten Paniai

Terjadi wabah di mana ribuan babi mati karena terserang antraks. Wabah di tahun ini memakan korban sebanyak 11 orang yang meninggal dikarenakan memakan daging bagi yang sudah terkena antraks.

2.1990: Jawa Tengah

Terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di tujuh desa Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang; satu desa di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak; dan tiga desa di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Pada kasus ini, terdapat 48 yang terkena antraks, namun tidak ditemukan kematian.

3. 2000, 2001, dan 2007: Jawa Barat

Wabah terjadi di Kabupaten Purwakarta pada tahun 2000. Awalnya antraks hanya menyerang peternakan burung unta, kemudian menyebar ke manusia dan menyerang 32 orang. Pada kasus ini tidak ditemukan kematian. Kemudian di Kabupaten Bogor pada tahun 2001 terdapat jumlah kasus 22 orang dengan kematian dua orang.

4.2007: NTT

Terjadi KLB di Kabupaten Sumba Barat dengan jumlah kasus 13 orang dan kematian sebanyak lima orang.

5.2010-2015: Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah

Tidak ditemukan data untuk tahun 2010, namun berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, di tahun 2011 terdapat sebanyak 41 orang terkena antraks, dan 22 orang di tahun 2012. Di tahun 2013 turun menjadi 11 orang, namun memakan satu korban jiwa, dan di tahun 2014 meningkat lagi menjadi 48 orang dan memakan tiga korban jiwa. Kemudian turun lagi di tahun 2015 menjadi tiga orang yang terkena antraks.

6. 2016-2018: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan NTB

Pada tahun 2016 di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, serta Jawa Timur terdapat total 52 orang yang terkena antraks. Lalu di 2017 terdapat total 77 orang seperti di Gorontalo 45 orang, Jawa Timur 25 orang, DI Yogyakarta empat orang dan satu meninggal, Sulawesi Selatan dua orang dan NTT satu orang. Di tahun 2018, terdapat total sembilan kasus. Kasus antraks sebanyak delapan kasus dari Jawa Timur dan satu kasus dari Sulawesi Selatan

7. 2020-2022: DI Yogyakarta, Gorontalo Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Sulawesi Selatan

Hingga kini, wabah antraks masih menyerang manusia dan hewan ternak. Dilansir dari laman Situasi Penyakit Hewan Nasional, sebanyak 11 kasus di 2020 yang memakan banyak korban hewan di DI Yogyakarta dan Gorontalo. Kemudian 21 korban hewan di 2021 yang tersebar di DI Yogyakarta (4 sapi dan 2 kambing), Jawa Tengah (2 sapi), Jawa Timur (6 sapi), dan NTB (7 sapi) dan di tahun 2022 sebanyak 10 kasus pada hewan di DIY (6 Sapi dan 2 Kambing), Jawa Timur (1 Kambing), serta Sulawesi Selatan (1 Sapi).

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Berita terkait

Berpotensi Rusak Alam, Sultan HB X Minta Tambang Ilegal Yogyakarta Ditutup

6 hari lalu

Berpotensi Rusak Alam, Sultan HB X Minta Tambang Ilegal Yogyakarta Ditutup

Sektor pariwisata di Yogyakarta sangat didukung kelestarian alam, kawasan karst jadi sorotan.

Baca Selengkapnya

Tak Ada Laporan Wisatawan Hilang, Jasad Mengapung Ditemukan di Pantai Baron Yogyakarta

6 hari lalu

Tak Ada Laporan Wisatawan Hilang, Jasad Mengapung Ditemukan di Pantai Baron Yogyakarta

Kasus kecelakaan terakhir di pantai Gunungkidul Yogyakarta terjadi pada 13 Juni 2024 yang dialami siswa SMP.

Baca Selengkapnya

Pantai-Pantai di Yogyakarta Gelar Sedekah Laut Sambut 1 Suro

9 hari lalu

Pantai-Pantai di Yogyakarta Gelar Sedekah Laut Sambut 1 Suro

Sejumlah pantai di Yogyakarta menjadi lokasi gelaran tradisi sedekah laut atau juga dikenal Labuhan dalam peringatan 1 Suro atau 1 Muharram.

Baca Selengkapnya

Ramai Soal Rencana Beach Club Gunungkidul, Pakar Ungkap Pentingnya Kawasan Karst bagi Ekowisata

18 hari lalu

Ramai Soal Rencana Beach Club Gunungkidul, Pakar Ungkap Pentingnya Kawasan Karst bagi Ekowisata

Kawasan karst di Gunungkidul menjadi bagian penting untuk menjaga ekosistem pesisir tetap lestari. Bagaimana jika proyek beach club itu jadi?

Baca Selengkapnya

Respon Kementerian Lingkungan Hidup Soal Rencana Proyek Beach Club di Pesisir Gunungkidul

19 hari lalu

Respon Kementerian Lingkungan Hidup Soal Rencana Proyek Beach Club di Pesisir Gunungkidul

KLHK merespon soal polemik rencana pembangunan beach club di pesisir Gunungkidul, persisnya di kawasan Pantai Krakal

Baca Selengkapnya

Puluhan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Di 4 Titik Pantai Gunungkidul

22 hari lalu

Puluhan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Di 4 Titik Pantai Gunungkidul

Puluhan wisatawan di kawasan pantai selatan Gunungkidul Yogyakarta tersengat ubur-ubur Minggu 23 Juni 2024.

Baca Selengkapnya

Berkunjung ke Gunungkidul? Ini Kuliner yang Bisa Dicoba

27 hari lalu

Berkunjung ke Gunungkidul? Ini Kuliner yang Bisa Dicoba

Meski dikenal sebagai wilayah yang sering mengalami kekeringan dan memiliki lahan yang tandus, Gunungkidul menyimpan berbagai potensi

Baca Selengkapnya

13.701 Hewan Kurban yang Disembelih di Kota Bandung Diklaim Bebas PMK dan Antraks

28 hari lalu

13.701 Hewan Kurban yang Disembelih di Kota Bandung Diklaim Bebas PMK dan Antraks

Jumlah hewan kurban yang disembelih di Kota Bangdung mengalami kenaikan hingga 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Selengkapnya

Fakta-fakta di Balik Batalnya Proyek Beach Club di Gunungkidul Yogyakarta

29 hari lalu

Fakta-fakta di Balik Batalnya Proyek Beach Club di Gunungkidul Yogyakarta

Beny Suharsono menjelaskan proyek beach club berlokasi di tebing Pantai Krakal yang bakal mencakup hotel dan 300 vila mewah, baru di tahap perencanaan

Baca Selengkapnya

Libur Idul Adha: Rekomendasi 5 Pantai di Kawasan Gunungkidul

29 hari lalu

Libur Idul Adha: Rekomendasi 5 Pantai di Kawasan Gunungkidul

Dengan garis pantai yang panjang dan formasi geologis unik, setiap pantai di Gunungkidul menawarkan pengalaman keindahan dan petualang yang berbeda.

Baca Selengkapnya