Stiker LGBT Sempat Muncul, Line Kehilangan Pengguna

Reporter

Editor

Alia fathiyah

Jumat, 12 Februari 2016 14:45 WIB

Stiker Gay di aplikasi chatting Line. Foto: Line

TEMPO.CO, Jakarta - Gambar stiker bertemakan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di aplikasi pesan Line sempat muncul dan ramai dibicarakan, meski tak lama setelah itu dihapus.

Team Leader Public Relation Line, Teddy Arifianto, mengatakan sejauh ini belum ada dampak signifikan yang dirasakan Line, akibat kehilangan pengguna yang menyesalkan atau kecewa karena dianggap mendukung hubungan sesama jenis dan transgender. “Belum ya soal itu, tapi sejauh ini pengguna simpati terhadap kami dan mengerti,” ujarnya kepada Tempo, Jumat, 12 Februari 2016.

Jika ada pengguna yang kemudian memutuskan untuk berhenti menggunakan aplikasi Line, menurut Teddy, itu tidak masalah dan merupakan hak setiap orang. “Kalau ada yang mau berhenti pakai itu ya bebas, setiap orang punya hak untuk menggunakan itu atau tidak,” katanya.

Teddy berujar persoalan stiker tersebut sudah tuntas, terlebih setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga sudah angkat bicara dan turun tangan. “Sudah clear semuanya, sudah dihapus, kami diapresiasi karena cepat bertindak,” ucapnya.

Komifo sebelumnya sudah angkat bicara terkait beredarnya stiker bergambar LGBT di aplikasi Line. “Saat ini sudah di-filter oleh pihak Line,” tutur Kepala Humas Kominfo, Ismail Cawidu, melalui siaran pers kepada Tempo, Rabu, 10 Februari 2016.

Ismail menjelaskan saat ini pihak Komindo dan Line telah melakukan penyaringan terhadap stiker yang mengandung unsur LGBT. Karena itu, stiker bergambar pasangan sejenis yang sempat beredar kini tidak dapat lagi dibuka di wilayah Indonesia.Pihaknya juga mengaku telah mendapat penjelasan dari pihak Line. Head of Public Relations Line telah menemui Ismail untuk memberi penjelasan akan hal itu.

Ismail menambahkan, Line menghargai kreator dari manapun termasuk kreator Indonesia untuk membuat berbagai karya seni.“Namun Line juga sangat memahami norma, adat, dan agama yang berlaku di Indonesia,” kata Ismail. Karena itu, Kominfo mengingatkan kepada Line agar memberitahu kepada kreator bahwa konten LGBT tidak dapat dibuka di Indonesia.

Dai kondang asal Bandung, Abdullah Gymnastiar, sebelumnya melontarkan kekesalanya terhadap Line karena diduga mendukung hubungan sesama jenis dan transgender. Di akun media sosial miliknya, dai yang akrab dipanggil Aa Gym tersebut memutuskan untuk tidak menggunakan aplikasi tersebut.

"Saya stop menggunakan LINE karena terang terangan mempromosikan LGBT. Ayoo pakai sosmed yang sehat saja," cuit Aa Gym di akun Twitter @aagym, Rabu, 10 Februari 2016.

Alasan Aa Gym berhenti menggunakan aplikasi tersebut lantaran di dalamnya terdapat sejumlah stiker yang mengilustrasikan gambar dua orang laki-laki berciuman, berpelukan, mengeluh, hingga marah-marah. Gambar itu seolah-olah menunjukkan bahwa mereka adalah pasangan sesama jenis.

Cuitan Aa Gym tersebut otomatis membuat rentetan komentar dari para netizen. Di antara mereka ada yang mendukung pernyataan Aa Gym maupun yang mencibir.

GHOIDA RAHMAH | AVIT HIDAYAT | IQBAL T. LAZUARDI S.

Berita terkait

Raih Pendanaan USD 10 Juta, iPrice Berfokus Tingkatkan Pelayanan

6 Maret 2020

Raih Pendanaan USD 10 Juta, iPrice Berfokus Tingkatkan Pelayanan

iPrice Group memperoleh pendanaan seri B sebesar US$ 10 juta atau sekitar Rp 142,7 miliar (kurs Rp 14.273 per dolar AS) untuk pengembangan bisnisnya.

Baca Selengkapnya

Pornografi SHOW TIME: Tarif Paket Rp 500 Ribu, Bisa Lebih Jika ..

4 Februari 2019

Pornografi SHOW TIME: Tarif Paket Rp 500 Ribu, Bisa Lebih Jika ..

Anggota grup penyedia paket tayangan langsung (live show) pornografi ini disebut sudah mencapai 500 orang saat keberadaannya dibongkar polisi.

Baca Selengkapnya

Polisi Bongkar Sindikat Penyedia Pornografi Live Show di Line

4 Februari 2019

Polisi Bongkar Sindikat Penyedia Pornografi Live Show di Line

Selain jasa pornografi, sindikat ini sekaligus menjalankan bisnis prostitusi online karena mode-modelnya bisa dipesan untuk transaksi seks.

Baca Selengkapnya

LINE Developer Day 2018 Digelar November dengan Tema Next LINE

13 September 2018

LINE Developer Day 2018 Digelar November dengan Tema Next LINE

LINE Corporation mengumumkan penyelenggaraan konferensi teknologi tahunan bagi para developer, LINE Developer Day 2018.

Baca Selengkapnya

LINE Resmi Luncurkan Token Digital Pertama LINK

5 September 2018

LINE Resmi Luncurkan Token Digital Pertama LINK

LINE berencana untuk mendaftarkan LINK secara eksklusif dalam pertukaran aset digital global BITBOX September mendatang.

Baca Selengkapnya

LINE Akan Luncurkan Mata Uang Kripto LINK Bulan Ini

2 September 2018

LINE Akan Luncurkan Mata Uang Kripto LINK Bulan Ini

Koin digital bernama LINK ini akan menjadi imbalan bagi pengguna layanan LINE.

Baca Selengkapnya

LINE-INASGOC Luncurkan Stiker Asian Games 2018

23 Agustus 2018

LINE-INASGOC Luncurkan Stiker Asian Games 2018

LINE Indonesia merilis stiker animasi Asian Games 2018 bertema Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73.

Baca Selengkapnya

LINE Bikin LINE Creators Market untuk Dukung Animator Tanah Air

21 Agustus 2018

LINE Bikin LINE Creators Market untuk Dukung Animator Tanah Air

LINE Indonesia mendukung animator lokal melalui platform LINE Creators Market.

Baca Selengkapnya

Kembangkan Bisnis Cryptocurrency, LINE Pakai Platform Blockchain

18 Agustus 2018

Kembangkan Bisnis Cryptocurrency, LINE Pakai Platform Blockchain

LINE mengumumkan penambahan platform blockchain global yang terdesentralisasi, TRON (TRX), ke token digital atau BITBOX.

Baca Selengkapnya

Asyiknya LINE TODAY Movie, Fitur untuk Penikmat Film

12 Agustus 2018

Asyiknya LINE TODAY Movie, Fitur untuk Penikmat Film

Line mengenalkan fitur terbaru, yakni LINE Today Movie.

Baca Selengkapnya