JarvisStore.com, Bermodal Rp 30 Juta Rangkul 500 Ribu UKM  

Selasa, 3 Januari 2017 08:24 WIB

Pendiri JarvisStore.com, R. Frianto Moerdowo, Gusindra, dan Yusida (dok. pribadi)

TEMPO.CO, Jakarta - Acungan jempol untuk tiga sekawan, R. Frianto Moerdowo, Gusindra, dan Yusida, dalam merintis bisnis rasanya layak diberikan. Berawal dari sekadar mencari tambahan uang saku, sekarang bisnis yang mereka geluti di bidang layanan pembuatan toko online bagi UKM (web content generator) bukan hanya menjadi ladang bisnis yang baik, melainkan bisa membantu ribuan UKM. Per September 2016, tak kurang dari 27 ribu toko UKM yang terdaftar di Jarvis Store.com yang mereka bangun.

Bisnis web development memang bukan hal asing bagi tiga sekawan itu. Minat bisnis mereka sudah muncul saat masih kuliah di HELP University Malaysia pada 2011. Mereka memulai dengan mengerjakan pesanan web development untuk hotel ataupun agensi iklan. Dengan demikian, mereka bermula dari freelance web developer. “Itu kami lakukan sambil kuliah dan memang sesuai dengan keahlian kami. Waktu itu, banyak orderan datang dari hotel-hotel di Bali,” kata Frianto, CEO Jarvis Store.

Dari berbagai permintaan layanan yang datang, mereka kemudian berkesimpulan bahwa umumnya klien datang dengan permintaan sama, yakni pembuatan toko online. “Permintaannya mirip-mirip. Misalnya, pembuatan website untuk pemesanan kamar secara online, pembayaran online, atau booking agen perjalanan. Kami lalu menangkap beberapa benang merah kesamaan fasilitas yang mereka inginkan,” ujar Frianto. Tak heran, sejak 2013, mereka resmi meluncurkan Jarvis Store.com, sebuah layanan yang memfasilitasi UKM untuk memasarkan produk melalui toko online.

Modal awal hanya sekitar Rp 30 juta, dibagi rata bertiga, dan berkantor di sebuah indekos. Waktu berdiri, mereka sudah punya 100-an klien, setengahnya merupakan toko online yang menjajakan produk fashion, sisanya toko makanan, elektronik, dan produk kerajinan tangan. “Awalnya, kami hanya menyediakan layanan pembuatan toko online melalui desktop. Namun sekarang melalui mobile Android application,” katanya.

Pihaknya ingin memudahkan UKM dalam mengelola situs mereka melalui perangkat telepon genggam. Dengan berbagai promosi melalui kampanye online dan sosialisasi ke UKM di daerah, jasanya makin dikenal. Salah satu fitur andalan adalah 50 Web Template yang mudah digunakan untuk membuat toko. “Ini jelas membantu UKM dalam membuat toko e-commerce meskipun kemampuan web development mereka terbatas,” ujarnya. Pihaknya juga memberikan layanan dukungan, seperti membantu pembuatan video chatting (aplikasi obrolan) atau pengembangan aplikasi pembayaran.

Tidak dinyana, kiprah mereka kemudian dilirik PT Telkom Indonesia Tbk, kemudian mereka ditarik dalam program Indigo Incubator Telkom, dan sejak Desember 2013 mendapatkan preseed funding dari Telkom karena menjuarai program tersebut. Selain membantu menghubungkan dengan para UKM, Telkom memberikan dana dan mentorship. “Tahun lalu, kami melakukan workshop ke daerah-daerah bersama Telkom, mengunjungi 60 kota. Tahun ini sudah mengunjungi 150 kota dari target 300 kota,” ucap Frianto. Tak heran, dia tak ragu menargetkan jumlah pengguna Jarvis Store.com pada 2018 akan mencapai 500 ribu UKM.

SWA

Berita terkait

Lagi-lagi Startup PHK Karyawan, Ini Penjelasan Bos Pahamify

6 Juni 2022

Lagi-lagi Startup PHK Karyawan, Ini Penjelasan Bos Pahamify

Pahamify, startup edutech, mengkonfirmasi kabar terkait dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah karyawannya.

Baca Selengkapnya

Mengenal 5 Pemuda Indonesia Pendiri Startup Ternama

10 September 2021

Mengenal 5 Pemuda Indonesia Pendiri Startup Ternama

Meski bukan pekerjaan mudah, beberapa anak muda Indonesia sukses mendirikan perushaan startup mereka dan mengembangkannya hingga menjadi besar.

Baca Selengkapnya

Google Bikin Program Startup School Gratis untuk Founder Startup Asia Pasifik

3 Februari 2021

Google Bikin Program Startup School Gratis untuk Founder Startup Asia Pasifik

Sesi interaktif Google Startup School akan mencakup berbagai topik, dari pemasaran digital, pengetahuan produk, hingga strategi bisnis.

Baca Selengkapnya

Cerita Wishnutama Selepas Jadi Menteri, Jajaki Startup Media Digital

27 Januari 2021

Cerita Wishnutama Selepas Jadi Menteri, Jajaki Startup Media Digital

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, menceritakan kesibukannya setelah dicopot sebagai pembantu presiden.

Baca Selengkapnya

Meghan Markle Investasi ke Startup yang Menjual Susu Oat

15 Desember 2020

Meghan Markle Investasi ke Startup yang Menjual Susu Oat

Mantan Duchess of Sussex, Meghan Markle berinvestasi di startup Clevr Brands. Perusahaan tersebut menjual latte susu oat instan empat rasa.

Baca Selengkapnya

Trending Bisnis: Jam Tangan Rolex Edhy Prabowo Hingga Haus! Dapat Pendanaan 30 M

3 Desember 2020

Trending Bisnis: Jam Tangan Rolex Edhy Prabowo Hingga Haus! Dapat Pendanaan 30 M

Berita terpopuler bisnis sepanjang 2 Desember 2020, dimulai dari cerita soal Edhy Prabowo dan istrinya dua kali mendatangi toko jam Rolex di Hawaii.

Baca Selengkapnya

2 Perempuan Indonesia Ikut Program Immersion: Women Founders Google

26 November 2020

2 Perempuan Indonesia Ikut Program Immersion: Women Founders Google

Immersion: Women Founders merupakan program pelatihan untuk membekali para perempuan dengan alat dan keterampilan untuk mengembangkan startup mereka.

Baca Selengkapnya

Inilah Pemenang Hyundai Startup Challenge 2020

16 November 2020

Inilah Pemenang Hyundai Startup Challenge 2020

Hyundai Startup Challenge 2020 di Indonesia telah dimulai sejak awal tahun ini dan berhasil mengumpulkan ratusan pendaftar.

Baca Selengkapnya

Ratusan Startup Lokal di Yogyakarta Jadi Perhatian InnoXJogja 2020

8 November 2020

Ratusan Startup Lokal di Yogyakarta Jadi Perhatian InnoXJogja 2020

Festival teknologi dan inovasi bertajuk InnoXJogja 2020 segera digelar di Yogyakarta pada 17-20 November 2020 ini.

Baca Selengkapnya

Omnibus Law, Karpet Merah Tenaga Kerja Asing dari Pasal-pasal yang Rontok

8 Oktober 2020

Omnibus Law, Karpet Merah Tenaga Kerja Asing dari Pasal-pasal yang Rontok

Semangat mereka tetap berapi-api, menuntut pembatalan Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Baca Selengkapnya