Siri Dituduh Merekam Tanpa Izin, Apple Mendapat Gugatan Baru

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Apple Patenkan Fitur Serupa Siri di Desktop

    Apple Patenkan Fitur Serupa Siri di Desktop

    TEMPO.CO, Jakarta - Apple menghadapi gugatan class-action yang mengklaim bahwa asisten suara Siri, yang dikembangkan perusahaan itu melanggar privasi pelanggan, karena diduga merekam suara pengguna tanpa persetujuan.

    Gugatan pertama kali dilihat oleh Apple Insider, baru baru ini, setelah The Guardian menemukan bahwa kontraktor yang disewa Apple untuk mengevaluasi kinerja Siri secara teratur mendengar interaksi rahasia yang mungkin terjadi ketika Siri diaktifkan secara tidak sengaja.

    Apple mengumumkan bahwa mereka menangguhkan program pemeringkatan Siri secara global setelah laporan tersebut. Gugatan itu menyebutkan bahwa pengguna Siri dicatat tanpa persetujuan mereka dan menuduh Apple gagal memberi tahu konsumen hal itu bisa terjadi. Apple belum menanggapi  gugatan tersebut.

    Apple bukan satu-satunya perusahaan yang dikecam karena mengelola rekaman yang diambil oleh asisten virtualnya. Kekhawatiran terhadap Alexa Amazon juga muncul awal tahun ini setelah Bloomberg melaporkan bahwa raksasa ritel itu telah mempekerjakan ribuan orang untuk mendengarkan rekaman suara yang ditangkap oleh speaker pintar Echo untuk meningkatkan akurasinya.

    Namun yang terjadi pada Siri adalah ketika pengguna mengajukan pertanyaan kepada Siri, nama dan permintaan yang ditanyakan dikirimkan ke server pengenalan suara Apple. Tapi informasi itu terkait dengan pengenal acak yang dihasilkan perangkat, artinya itu tidak terkait dengan ID Apple.

    Apple diklaim menyimpan rekaman suara hingga enam bulan sekaligus untuk meningkatkan akurasi Siri. Setelah periode enam bulan, Apple menyimpan salinan data lain tanpa pengenalnya hingga dua tahun.

    Apple juga dapat menyimpan beberapa rekaman, transkrip, dan data terkait lebih dari dua tahun untuk meningkatkan Siri. Dan di masa lalu beberapa data telah melalui proses penilaian yang melibatkan pengulas manusia.

    Sejak itu Apple menangguhkan program penilaian itu, tapi tidak jelas apakah itu membuat perubahan lain dalam hal bagaimana menangani data pengguna.

    BUSINESS INSIDER | APPLE INSIDER | THE GUARDIAN | BLOOMBERG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.