Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Rumah Energi dan Beli Jelantah Olah Minyak Jelantah Jadi Biofuel

image-gnews
Perwakilan dari Rumah Energi, Beli Jelantah dan Waste4Change dalam diskusi Youth for Climate: Turning Biowaste to Biofuel di Green House, Multivision Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Oktober 2019. TEMPO/Khory
Perwakilan dari Rumah Energi, Beli Jelantah dan Waste4Change dalam diskusi Youth for Climate: Turning Biowaste to Biofuel di Green House, Multivision Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Oktober 2019. TEMPO/Khory
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga pengembangan penggunaan energi terbarukan Rumah Energi dan Beli Jelantah mengolah used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah menjadi bahan bakar hayati atau biofuel. Minyak jelantah merupakan minyak goreng bekas pakai yang biasa digunakan untuk memasak.

"Pemanfaatan minyak jelantah menggantikan bahan bakar minyak tidak hanya akan mengurangi emisi gas rumah kaca, melainkan membuka kesempatan kerja dan usaha berbasis masyarakat," ujar Direktur Eksekutif Rumah Energi Rebekka Angelyn, di Green House, Multivision Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Oktober 2019.

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk Youth for Climate: Turning Biowaste to Biofuel yang digelar Rumah Energi bekerja sama dengan Beli Jelantah, Waste4Change dan didukung Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa 2019 yang digelar serentak di seluruh dunia mulai 23 September-6 Oktober 2019.

Pengolahan limbah minyak jelantah berpotensi memenuhi kebutuhan energi yang besar, dan menciptakan solusi bagi penurunan emisi gas rumah kaca. Bahkan saat ini, ekspor minyak jelantah memiliki nilai ekonomi yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku biodiesel negara-negara Uni Eropa.

"Masyarajat bisa terlibat mulai dari proses pengumpulan, pemurnian dan pengolahannya yang relatif mudah. Oleh karena itu kami mendorong gerakan bersama pemuda, komunitas, lembaga swadaya masyarakat dan pelaku usaha untuk memperluas inisiatif ini," kata Rebekka.

Bahan bakar ini juga menjadi pemecah masalah bagi penguraian sampah, meningkatkan kemandirian energi dan melepaskan ketergantungan masyarakat terhadap energi fosil. Saat ini, pengolahan limbah menjadi bahan bakar hayati semakin dilirik oleh pegiat dan praktisi muda di bidang lingkungan.

Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan kerusakan ekosistem perairan karena lapisan minyak permukaan air menghalangi masuknya sinar matahari.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Keberlanjutan lingkungan tercapai ketika bisa memenuhi kebutuhan kita saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk menikmati sumber daya yang sama," tutur Public Relations Beli Jelantah Azizah Sayida Amalina.

Berdasarkan data iInternational Council on Clean Transportation, potensi pemanfaatan minyak jelantah di Indonesia dapat mencapai 3 juta kilo liter dengan potensi penurunan emisi 11,5 juta ton CO2e.

Sesuai namanya, kata Ina sapaan Azizah, Beli Jelantah membeli jelantah dari masyarakat. Tujuannya agar masyarakat tidak membuang minyak jelantah secara sembarangan, padahal minyak jelantah memiliki manfaat lain.

"Awalnya kita suka dengan gorengan tapi minyak sisa itu dikemanain, ternyata sebagian besar dibuang yang bisa mencemari perairan. Akhirnya kita coba bagaimana minyak itu kita ubah menjadi biofuel," tutur Ina

Rumah Energi dan Beli Jelantah berharap dapat menyebarkan semangat penggunaan energi terbarukan kepada para pemuda. "Sehingga mereka dapat berkontribusi mengatasi persoalan terkait energi, melalui kreatifitas dan inovasi demi mencapai kedaulatan energi," kata Ina.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kemendag Berencana Selesaikan Utang Selisih Harga Minyak Goreng Bulan Depan

16 jam lalu

Ilustrasi Minyak Goreng. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU
Kemendag Berencana Selesaikan Utang Selisih Harga Minyak Goreng Bulan Depan

Isy Karim mengatakan Kemendag akan memperjuangkan utang selisih harga minyak goreng yang tersendat sejak awal 2022.


Kementerian Perdagangan Sebut Utang Rafaksi Minyak Goreng Segera Dibayar

3 hari lalu

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Isy Karim, usai rapat bersama Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Juni 2023. TEMPO/Amelia Rahima Sari.
Kementerian Perdagangan Sebut Utang Rafaksi Minyak Goreng Segera Dibayar

Kementerian Perdagangan mengatakan bahwa utang rafaksi minyak goreng akan segera dibayarkan.


Harga Daging dan Cabai Turun di Akhir Libur Lebaran 2024

12 hari lalu

Pedagang di Pasar Palmerah mengeluh mahalnya harga cabai rawit merah dan cabai merah kriting yang menyentuh harga Rp 100 ribu-Rp 110 ribu. Tempo/Mutia Yuantisya
Harga Daging dan Cabai Turun di Akhir Libur Lebaran 2024

Harga komoditas pangan seperti daging, telur, cabai, dan garam turun pada Senin, 15 April 2024.


Ratusan Kilogram Beras dan Minyak Goreng Ditemukan di Jalur Tikus Indonesia-Malaysia

16 hari lalu

Sejumlah personel Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia dari Yonif Raider 641/Beruang Hitam berpatroli di Perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis, 9 Januari 2020. Pada patroli yang dilakukan di sayap kiri dan kanan kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong tersebut Satgas Pamtas menemukan banyak pagar pembatas antara wilayah Indonesia dan Malaysia dalam kondisi rusak serta lima jalan tikus baru yang diduga menjadi jalur penyelundupan barang dari negeri jiran secara ilegal. ANTARA
Ratusan Kilogram Beras dan Minyak Goreng Ditemukan di Jalur Tikus Indonesia-Malaysia

Badan Karantina di Pos Lintas Batas Negara Entikong menemukan ratusan kilogram beras dan minyak goreng di jalur tikus perbatasan RI-Malaysia.


BRIN Kembangkan Teknologi Biosensor Portabel Pendeteksi Virus Hingga Pencemaran Lingkungan

19 hari lalu

Suasana Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN di Jakarta. Tempo/Tony Hartawan
BRIN Kembangkan Teknologi Biosensor Portabel Pendeteksi Virus Hingga Pencemaran Lingkungan

Pusat Riset Elektronika BRIN mengembangkan beberapa produk biosensor untuk mendeteksi virus dan pencemaran lingkungan.


Pertamina Kembangkan Penggunaan Minyak Goreng Bekas untuk Campuran Bahan Bakar Pesawat

22 hari lalu

Pertamina Kembangkan Penggunaan Minyak Goreng Bekas untuk Campuran Bahan Bakar Pesawat

Penggunaan campuran minyak goreng bekas ditargetkan 1 persen pada 2027


Luhut soal Utang Minyak Goreng Rp 474 Miliar: Kasihan Pedagang Itu, Mereka Modalnya Terbatas

33 hari lalu

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memberi sambutan saat acara penandatanganan dokumen transaksi pengambilalihan saham Divestasi PT Vale Indonesia Tbk. di Jakarta, Senin, 26 Februari 2024. TEMPO/Tony Hartawan
Luhut soal Utang Minyak Goreng Rp 474 Miliar: Kasihan Pedagang Itu, Mereka Modalnya Terbatas

Menteri Luhut Pandjaitan menegaskan pemerintah berkomitmen memenuhi pembayaran utang selisih harga atau rafaksi minyak goreng kepada para pedagang.


Limbah Tambak Udang Cemari Taman Nasional Karimunjawa, KLHK Tetapkan 4 Tersangka

37 hari lalu

Sejumlah masyarakat dan nelayan yang tergabung dalam komunitas pegiat lingkungan Lingkar Juang Karimunjawa bersama aktivis lingkungan Greenpeace Indonesia dan lintas komunitas pecinta alam menggunakan kayak sambil membentangkan spanduk saat aksi SaveKarimunjawa di tepi pantai yang tercemar limbah tambak udang di Desa Kemujan, kepulauan wisata bahari Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Selasa, 19 September 2023. Dalam aksi tersebut mereka menuntut penutupan tambak udang vaname intensif sebanyak 39 titik tak berizin karena merusak ekosistem lingkungan hidup, mengganggu sektor ekonomi masyarakat nelayan, petani rumput laut serta pariwisata akibat pencemaran sisa limbah dan deforestasi hutan mangrove yang juga dinilai akan memperparah krisis iklim. ANTARA FOTO/Aji Styawan
Limbah Tambak Udang Cemari Taman Nasional Karimunjawa, KLHK Tetapkan 4 Tersangka

Gakkum KLHK menetapkan empat tersangka pencemaran lingkungan di Taman Nasional Karimunjawa. Kejahatan terkait limbah ilegal dari tambak udang.


Relaksasi HET Diklaim Redam Kenaikan Harga Beras di Jawa Barat

38 hari lalu

Petugas memotret penerima beras saat penyaluran bantuan pangan beras di Kantor Pos Bandung, Jawa Barat, Kamis, 29 Februari 2024. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan beras untuk 22.004.007 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan besaran bantuan pangan sebanyak 10 kg beras per KPM. TEMPO/Prima mulia
Relaksasi HET Diklaim Redam Kenaikan Harga Beras di Jawa Barat

Bahan makanan yang diwaspadai bergerak naik menjelang Hari Raya Lebaran di antaranya beras, daging ayam, telur, serta minyak goreng.


Menteri Teten Pamer Kelebihan Minyak Makan Merah di DPR: Murah hingga Dipuji Chef Juna

38 hari lalu

Minyak Makan Merah. Unair
Menteri Teten Pamer Kelebihan Minyak Makan Merah di DPR: Murah hingga Dipuji Chef Juna

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yakin minyak makan merah atau M3 bakal laku di pasaran sebagai alternatif minyak kelapa sawit.