Xiaomi Masuk Daftar Hitam AS Sejak Januari, Terungkap Penyebabnya

Reporter

Editor

Erwin Prima

Saat meluncurkan Xiaomi Black Shark 13 April 2018, CEO Lei Jun terlihat mengenakan Mi Band 3. Kredit: Mydrivers.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pada bulan Januari, tepat sebelum pemerintahan baru pindah ke Gedung Putih, pabrikan Cina di AS, Xiaomi, masuk daftar hitam. Perusahaan itu sedang panas-panasnya dan sekarang menjadi produsen smartphone terbesar ketiga di dunia, memanfaatkan kejatuhan Huawei.

Baca:
Tesla Pilih Nikel Kaledonia Baru untuk Bahan Baku Baterai

Investor AS kini dilarang berinvestasi di perusahaan itu dan mereka yang sudah memiliki investasi di Xiaomi harus melepaskan diri dari kepemilikan tersebut selambat-lambatnya 11 November.

Saham Xiaomi diperdagangkan melalui Over The Counter Pink Sheets dalam bentuk American Depository Receipts (ADR). Saham itu ditutup Jumat, 5 Maret 2021, pada US$ 15,34 per saham, turun 25 persen sejak daftar hitam diumumkan.

Xiaomi masuk daftar hitam oleh Departemen Pertahanan AS bersama dengan delapan perusahaan Cina lainnya karena dugaan hubungan dengan militer Cina. Setelah mempublikasi artikel daftar hitam itu pada bulan Januari, Phone Arena menerima pernyataan dari Xiaomi.

"Perusahaan telah mematuhi hukum dan beroperasi sesuai dengan hukum dan peraturan yurisdiksi yang relevan tempat menjalankan bisnisnya. Perusahaan menegaskan kembali bahwa ia menyediakan produk dan layanan untuk penggunaan sipil dan komersial. Perusahaan mengonfirmasi bahwa ia tidak dimiliki, dikendalikan, atau berafiliasi dengan militer Tiongkok, dan bukan "Perusahaan Militer Komunis Tiongkok" yang ditentukan di bawah NDAA. Perusahaan akan mengambil tindakan yang sesuai untuk melindungi kepentingan Perusahaan dan pemangku kepentingan kami," ujar Xiaomi.

Hari Jumat, Wall Street Journal mengutip pengajuan hukum yang dibuat Departemen Pertahanan AS untuk menjalankan laporan yang mengklaim mengungkapkan alasan sebenarnya untuk daftar hitam Xiaomi.

Laporan itu mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan kepada pendiri dan CEO Xiaomi Lei Jun atas jasanya kepada negara adalah alasan mengapa di hari-hari terakhirnya, pemerintahan Trump memutuskan untuk menyasar Xiaomi.

Lei adalah salah satu dari 100 eksekutif di Cina yang menerima penghargaan sebagai "Pembangun Sosialisme yang Luar Biasa dengan Karakteristik Cina" pada tahun 2019. Xiaomi mempromosikan penghargaan yang tercantum di halaman biografi eksekutif di situs web perusahaan dan laporan tahunan Xiaomi.

Pengajuan hukum AS juga menyebutkan investasi Xiaomi dalam teknologi canggih termasuk 5G dan kecerdasan buatan.

Xiaomi mencoba menggunakan pengadilan untuk menghapus daftar hitam dan telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik AS di Washington, DC. Departemen Pertahanan AS menanggapi dengan pengajuannya sendiri yang mencakup laporan tentang penghargaan yang diberikan kepada Lei Jun.

Nama-nama terkemuka lainnya dalam daftar Departemen Pertahanan AS termasuk pabrikan ponsel pintar Huawei, dan pabrik pengecoran silikon teratas Cina, SMIC.

Penghargaan Lei diberikan kepadanya oleh MIIT Cina. Ini adalah lembaga pemerintah yang mengawasi kebijakan negara terkait teknologi dan kebijakan industri. Departemen Pertahanan AS mengatakan badan ini mengelola "fusi sipil-militer" Cina. Di bawah program ini, Cina bekerja dengan bisnis swasta untuk menciptakan teknologi bagi militer.

Telah ada pembicaraan selama bertahun-tahun tentang Xiaomi yang menjual handsetnya di AS. Saat ini, perusahaan menawarkan produk terbatas di beberapa negara bagian termasuk power bank dan pelacak kebugaran Mi Band yang populer dapat dibeli di AS melalui Amazon.

Mantan Wakil Presiden Xiaomi Hugo Barra mengatakan pada 2016 bahwa perusahaan pada akhirnya akan menjual handsetnya di AS meskipun banyak waktu telah berlalu sejak saat itu. Selain itu, pemerintah AS menjadi jauh lebih dingin dalam hubungannya dengan perusahaan teknologi Tiongkok dan di luar OnePlus, produsen ponsel semacam itu tidak terlalu berhasil di AS akhir-akhir ini.

Sumber: PHONE ARENA






Belum Mau Buka-Bukaan Soal Investor Garuda, Stafsus Erick Thohir: Mau Investor Lokal Atau Internasional, Silakan

8 jam lalu

Belum Mau Buka-Bukaan Soal Investor Garuda, Stafsus Erick Thohir: Mau Investor Lokal Atau Internasional, Silakan

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan saat ini Garuda Indonesia masih melakukan negosiasi dengan calon investor.


Pan Brothers Selesaikan Rights Issue 2023, PT Trisetijo Manunggal Utama Pegang 31,25 Persen Saham

9 jam lalu

Pan Brothers Selesaikan Rights Issue 2023, PT Trisetijo Manunggal Utama Pegang 31,25 Persen Saham

PT Pan Brothers atau PBRX menyelesaikan aksi korporasi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih (PMHMETD) IV atau right issue 2023


Meski Sempat Berkutat di Zona Merah, IHSG Ditutup Hijau Sore Ini

13 jam lalu

Meski Sempat Berkutat di Zona Merah, IHSG Ditutup Hijau Sore Ini

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil menutup sesi perdagangan sore ini di zona hijau tepatnya di level 6.940.1 (+0,06 persen), Rabu 8 Februari 2023. Padahal, hampir di sepanjang sesi kedua perdagangan, IHSG Berkutat di zona merah


ChatGPT Berbayar Rp 300 Ribu Muncul, Apa Saja Kelebihannya?

14 jam lalu

ChatGPT Berbayar Rp 300 Ribu Muncul, Apa Saja Kelebihannya?

ChatGPT kini telah hadir dalam versi berbayar seharga Rp 300 ribu dengan nama ChatGPT Plus, apa saja kelebihannya?


AS Beri Pengarahan 40 Negara tentang Insiden Balon Mata-mata China

17 jam lalu

AS Beri Pengarahan 40 Negara tentang Insiden Balon Mata-mata China

Balon mata-mata ini dianggap AS sebagai bagian dari armada udara China yang telah melanggar kedaulatan negara lain.


IHSG Melemah Tipis, Samuel Sekuritas: Sektor Teknologi Turun Paling Dalam

17 jam lalu

IHSG Melemah Tipis, Samuel Sekuritas: Sektor Teknologi Turun Paling Dalam

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah tipis di sesi pertama hari ini, menutup sesi di level 6,930.3.


AS: Beijing Tolak Telepon Pentagon sebelum Balon Mata-Mata Cina Ditembak Jatuh

20 jam lalu

AS: Beijing Tolak Telepon Pentagon sebelum Balon Mata-Mata Cina Ditembak Jatuh

insiden balon mata-mata Cina telah meningkatkan ketegangan antara Beijing dan Washington hingga Menlu AS Antony Blinken membatalkan perjalanan


OnePlus 11 dan Buds Pro 2 Sudah Tersedia Secara Global

21 jam lalu

OnePlus 11 dan Buds Pro 2 Sudah Tersedia Secara Global

OnePlus 11 dilengkapi dengan chipset Snapdragon 8 Gen 2 4nm, dipasangkan dengan RAM 8 GB atau 16 GB.


Amerika Serikat Bantah Sanksi terhadap Damaskus Halangi Bantuan Gempa Suriah

22 jam lalu

Amerika Serikat Bantah Sanksi terhadap Damaskus Halangi Bantuan Gempa Suriah

Amerika Serikat membantah laporan yang menyebut sanksi terhadap Damaskus menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan untuk gempa Suriah


Renault - Nissan Perkuat Perjanjian Aliansi Pasca Ghosn, Ini Hasilnya

1 hari lalu

Renault - Nissan Perkuat Perjanjian Aliansi Pasca Ghosn, Ini Hasilnya

Aliansi Renault - Nissan dimulai pada 1999, tapi terperosok dalam skandal ketika Ghosn, eksekutif yang dikirim Renault, ditangkap di jepang pada 2018.