Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kominfo Bahas Potensi Teknologi "BTS Terbang" di Indonesia, Apa Itu?

Reporter

Editor

Devy Ernis

image-gnews
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi saat memberikan laporan kepada Presiden Joko Widodo dalam Peresmian Pengoperasian Sinyal BTS 4G BAKTI Kementerian Kominfo dan Pengoperasian Integrasi SATRIA-1 di Desa Bowom Baru Utara, Kecamatan Melonguane Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis (28/12/2023).
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi saat memberikan laporan kepada Presiden Joko Widodo dalam Peresmian Pengoperasian Sinyal BTS 4G BAKTI Kementerian Kominfo dan Pengoperasian Integrasi SATRIA-1 di Desa Bowom Baru Utara, Kecamatan Melonguane Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis (28/12/2023).
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen SDPPI Kemenkominfo) Ismail membahas potensi untuk Indonesia dapat mengadopsi teknologi baru berupa Base Transceiver Station (BTS) terbang. Teknologi itu diharapkan sebagai solusi untuk pemerataan akses telekomunikasi.

Teknologi itu dikenal dengan nama High Altitude Platform Station atau HAPS yang telah dibahas dan mendapatkan izin untuk beroperasi di frekuensi tertentu dalam sidang World Radiocommunication Conference (WRC) yang berlangsung pada akhir Desember 2023.

"Jadi bentuknya pesawat dan akan dilengkapi dengan alat-alat elektronik untuk bisa memancarkan sinyal. Bagus dong kalau di daerah-daerah yang susah dibangun BTS-nya di darat seperti di tengah hutan kayak Kalimantan dan Papua yang medannya berat," kata Ismail kepada wartawan di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Januari 2024.

Dalam sidang WRC 2023 diputuskan bahwa HAPS secara internasional nantinya dapat beroperasi di empat pita frekuensi yaitu spektrum 900 MHz, 1800 MHz, 2,1 GHz dan 2,6 GHz.

Teknologi tersebut nantinya dapat mengangkut BTS 4G di ketinggian 18-25 km atau di lapisan stratosfer yang lebih rendah posisinya dibandingkan dengan ketinggian operasi satelit orbit rendah seperti milik Starlink di ketinggian sekitar 550 km.

Dalam hal uji coba, HAPS sebenarnya sudah beberapa kali diuji coba di Indonesia dalam bentuk balon udara. Raksasa teknologi seperti Google dan Meta bahkan sama-sama pernah menguji coba teknologi BTS terbang itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ismail pun menyebutkan nantinya teknologi itu cepat atau lambat bakal menjadi salah satu solusi untuk menghadirkan layanan telekomunikasi yang lebih stabil layaknya kualitas jaringan BTS di daratan.

Terlebih kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan menjadikan HAPS yang beroperasi di udara dirasa cocok untuk mengatasi tantangan pembangunan infrastruktur yang tak bisa diselesaikan di daratan.

"Jadi aturan internasionalnya sudah ada, tapi memang untuk implementasinya belum ada yang menggunakan. Di Indonesia juga belum," kata Ismail.

Pilihan Editor: Daftar Alutsista yang Dibeli Prabowo Subianto Sejak Menjabat Sebagai Menhan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Wisata Pantai Teluk Mata Ikan Batam Tercemar Proyek Pembangunan PDN Kominfo

1 jam lalu

Lumpur bekas cut and fill proyek PDN Kominfo mencemari Pantai Teluk Mata Ikan, di Nongsa Batam, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Wisata Pantai Teluk Mata Ikan Batam Tercemar Proyek Pembangunan PDN Kominfo

Pelaku pariwisata destinasi Pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa, Kota Batam mengeluhkan dampak lingkungan dari pembangunan proyek Kominfo


Serba-serbi Jin BTS Idola K-Pop Pembawa Obor Olimpiade Paris 2024

5 jam lalu

Kim Seokjin atau Jin BTS membawa obor Olimpiade Paris pada Ahad, 14 Juli 2024. Foto: X/@Paris2024
Serba-serbi Jin BTS Idola K-Pop Pembawa Obor Olimpiade Paris 2024

Jin BTS disambut ribuan penggemar saat mengikuti pawai obor Olimpiade Paris 2024


Kominfo Klaim Perubahan Kedua UU ITE Jamin Kebebasan Masyarakat Berpendapat di Ruang Digital

7 jam lalu

Diskusi publik implementasi UU ITE di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 11 Juli 2024. Foto: Istimewa
Kominfo Klaim Perubahan Kedua UU ITE Jamin Kebebasan Masyarakat Berpendapat di Ruang Digital

emerintah mengklaim perubahan kedua UU ITE kini menjamin kebebasan masyarakat untuk berpendapat di ruang digital.


Pengalaman Jin BTS Bawa Obor Olimpiade Paris 2024, Mengaku Sangat Gugup

1 hari lalu

Kim Seokjin atau Jin BTS membawa obor Olimpiade Paris pada Ahad, 14 Juli 2024. Foto: X/@Paris2024
Pengalaman Jin BTS Bawa Obor Olimpiade Paris 2024, Mengaku Sangat Gugup

Jin BTS mengaku sempat merasa gugup hingga tidak menyadari sudah berapa lama ia berjalan dengan obor Olimpiade Paris di tangannya.


Jin BTS Bawa Obor Olimpiade Paris, Disambut Ribuan ARMY

1 hari lalu

Kim Seokjin atau Jin BTS membawa obor Olimpiade Paris pada Ahad, 14 Juli 2024. Foto: X/@Paris2024
Jin BTS Bawa Obor Olimpiade Paris, Disambut Ribuan ARMY

Jin BTS membawa obor Olimpiade Paris 2024, ribuan ARMY berkumpul untuk melihat momen bersejarah tersebut.


Strategi Kementerian Komunikasi dan Informatika Pulihkan Pusat Data Nasional

3 hari lalu

Koalisi masyarakat sipil berencana menggugat pemerintah ke PTUN karena karena pemerintah dinilai abai melindungi data publik setelah pusat data nasional diretas. .
Strategi Kementerian Komunikasi dan Informatika Pulihkan Pusat Data Nasional

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan tiga strategi pemulihan layanan pusat data nasional setelah peretasan.


Bawa Obor Pertama Olimpiade Paris di Hari Bastille, Jin BTS Sudah Tiba Kemarin

4 hari lalu

Jin anggota BTS. Instagram.com/@jin
Bawa Obor Pertama Olimpiade Paris di Hari Bastille, Jin BTS Sudah Tiba Kemarin

Jin BTS akan mewakili negaranya, Korea Selatan dalam estafet obor dengan harapan dapat menyebarkan pesan harmoni dan perdamaian.


Jadi Wajah Baru Pariwisata Korea 2024, NewJeans: Kami Akan Memimpin dengan Gembira

4 hari lalu

NewJeans memenangkan Song of the Year Daesang dalam Golden Disc Awards ke-38 yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 6 Januari 2024. Foto: X/@GoldenDisc_en
Jadi Wajah Baru Pariwisata Korea 2024, NewJeans: Kami Akan Memimpin dengan Gembira

NewJeans terpilih karena popularitas serta pengaruh masif di pasar nasional maupun internasional


Trailer Pertama Are You Sure?! Perjalanan Spontan Jimin dan Jungkook BTS

4 hari lalu

Trailer pertama Are You Sure?! yang dibintangi Jimin dan Jungkook BTS. (Tangkapan layar Youtube.com/Bangtantv
Trailer Pertama Are You Sure?! Perjalanan Spontan Jimin dan Jungkook BTS

Jimin dan Jungkook terlihat menikmati berbagai kegiatan dalam rangkaian perjalanan Are You Sure?!


Cerita Kominfo soal Revisi Kedua UU ITE: Ada Banyak Keluhan Terutama di Aspek Pidana

4 hari lalu

Terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) ITE Adam Deni Gearaka menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2024. Selebgram Adam Deni Gearaka dituntut pidana 1 tahun penjara dalam kasus pencemaran nama baik Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni terkait pembungkaman atau suap Rp30 miliar.  ANTARA /Reno Esnir
Cerita Kominfo soal Revisi Kedua UU ITE: Ada Banyak Keluhan Terutama di Aspek Pidana

Direktur Pengendalian Informatika Kementerian Kominfo, Teguh Arifiyadi, menceritakan proses revisi kedua UU ITE. Ada temun 70 persen kasus asimetri